Floque – Perkamen 18


Logo Jubilee(resize)

NB : Sebelum baca chapter ini, aku harap kalian gak marah dan jangan perkosa aku! Maaf yah! maaf kalau postingnya ngaret,hihihi.

Chapter Eighteen : Butterflies.

Aku dan Allan langsung beringsut dari atas motor setelah kami sampai di rumahnya. Dia berjalan dengan langkah panjang masuk ke dalam rumahnya. Sementara aku mengikutinya dari belakang. Dia terus melangkahkan kakinya cepat hingga akhirnya kami sampai di depan lemari hias yang sangat besar. Kemudian Allan berjalan ke pinggiran lemari tersebut, lalu menggeser bingkai foto kecil yang berada di samping lemari besar tersebut. Teryata dibalik bingkai foto tersebut terdapat sebuah panel tombol. Dia memencet beberapa tombol pada panel tersebut dan tak lama kemudian lemari yang berada di depanku bergeser ke arah samping. Ketika lemari itu sudah bergeser, terlihatlah sebuah ruangan dengan tembok berwarna putih. Allan buru-buru masuk ke dalam ruangan yang berada di belakang lemari tersebut. Aku pun hanya bisa membuntutinya.

Hal yang pertama aku dapatkan di dalam ruangan ini adalah bau. Bau yang menyerupai rumah sakit. Aroma obat-obatan langsung terhirup masuk kedalam hidungku. Selain itu juga interior ruangan ini benar-benar mirip dengan rumah sakit. Aku sampai mengira kalau aku sedang berada di sebuah rumah sakit. Tapi ternyata ini bukan, ini adalah ruang rahasia. Karena ruangan ini berada di tempat yang dirahasiakan sehingga orang pasti tidak akan pernah tau kalau di balik lemari hias tadi ada sebuah ruangan. Aku juga tidak habis fikir kenapa keluarga Allan membangun ruangan rahasia seperti ini. Aku terus membuntuti Allan yang berjalan mendahuluiku hingga kami sampai di depan ruangan berpintu kaca. Chloe terlihat duduk di depan ruangan tersebut sambil menunduk dan memegangi wajahnya. Tapi ketika dia menyadari kedatangan kami dia langsung menghampiri Allan. “Gimana Chloe keadan Vindra?” tanya Allan kuatir. Sementara Chloe hanya menggeleng lalu memeluk Allan.

“Nggak tahu Lan. Tadi tiba-tiba aja kondisi Vindra Collapse. Sekarang dokter Iko lagi ngupayain agar kondisi Vindra bisa kembali stabil,” jawab Chloe sambil sesekali terdengar isakan tertahan dari mulutnya. “Aku takut kalau Vindra kenapa-kenapa Lan,” lanjutnya sambil membenamkan wajahnya di dada Allan. Allan megelus rambut Chloe pelan.

“Sssshhhh, jangan berfikiran yang enggak-enggak. Vindra pasti baik-baik aja. Sekarang kita berdoa saja semoga keadaan Vindra baik-baik aja, yah?!” kata Allan sambil terus mengelus rambut Chloe. Kemudian dia mengalihkan pandangannya ke arahku yang berdiri di belakangnya. Sepertinya ada yang ingin dia beritahu padaku, itu terlihat jelas dari tatapan matanya.

“Dave, aku sampai gak sadar kamu ada disini,” seru Chloe terkejut. Dia berjalan ke arahku lalu memeluku. Aku yang kaget hanya bisa membalas pelukannya. “Makasih yah udah mau repot-repot dateng kesini,” ujarnya. Aku hanya meganggukkan kepalaku, kemudian dia melepaskan dekapannya pada tubuhku.

“Mama sama Papa udah di kasih tau Chloe?” tanya Allan, dia melirik ke bangku yang berada di belakang Chloe, lalu dia duduk. Kemudian tiba-tiba tanganku di tarik Allan agar aku ikut duduk disampingnya. Ketika aku sudah duduk disampingnya dia menggenggam tanganku dan menaruh genggaman tangan kami di atas pahanya. Aku mencoba untuk melepaskannya, namun tangan Allan malah makin kuat menahannya. Ku lirik ke arahnya, dia malah pura-pura cuek dan bersikap biasa. Akhirnya aku hanya bisa pasrah.

“Udah. Mereka lagi ada di pesawat jet sekarang menuju kesini,” jawab Chloe sambil melirik jam tangannya, “Kemungkinan 2 jam lagi mereka sampai,” lanjutnya. Kemudian dia ikut duduk disampingku. Sebisa mungkin aku menutupi genggaman tangan Allan agar Chloe tidak curiga dan bertanya macam-macam. Karena kalau rasa ingin tahu Chloe muncul pasti kita akan terus dipaksa sampai dia mengetahui kebenarannya.

Pemeriksaan masih terus berlanjut. Chloe saat ini sedang berjalan mondar-mandir tak tentu arah. Sesekali dia menggigit bibirnya. Sementara Allan terlihat sedang memikirkan sesuatu, entah itu apa. Yang jelas saat ini aku benar-benar ingin bertanya banyak hal padanya. Hanya saja waktu dan kondisi yang tidak mendukung. “Bisa duduk gak sih Chloe?” tegur Allan, “Dari tadi mondar-mandir kayak gosokan,” lanjutnya, tak sengaja genggaman tangannya ditanganku terlepas, lalu aku buru-buru menarik tanganku. Namun Allan terlihat menatap kesal ke arahku, kemudian dia membenamkan wajahnya ke dalam kedua telapak tangannya.

“Allan, kamu tahu nggak sih kalau aku ini lagi panik? Jadi wajar donk kalau aku kebingungan,” jawab Chloe, “Lagian kamu kok kayaknya tenang-tenang aja sih?” lanjutnya sambil terus berjalan mondar-mandir. Aku saja yang melihatnya dibuat pusing. Ingin rasanya aku menarik tubuhnya untuk duduk agar tidak mondar-mandir di depanku.

“Terus gue suruh ngapain? Suruh ikut-ikutan mondar-mandir gak jelas gitu? Ngapain banget sih,” jawab Allan, “Lagian udah ada dokter kok yang ngurusnya. Mendingan lo tenang aja deh Chloe! Toh dengan mondar-mandir kayak gitu, gak bakalan ngaruh sama sekali kan buat Vindra?” lanjutnya dengan nada kesal.

“Iya, Chloe. Lebih baik kamu sekarang duduk aja,” saranku sambil menepuk-nepuk sofa disampingku. Akhirnya dia menurut. Dia duduk disampingku lalu menyenderkan kepalanya di pundakku. Allan melihat apa yang dilakukan Chloe kepadaku dan dia malah mengalihkan tangannya yang tadi berada di sampingku ke belakang. Kemudian dia merengkuh pundakku agar merapat ke arahnya, lalu mengarahkan kepalaku agar menyender ke pundaknya. Sebenarnya bisa aja aku menolak, tapi aku sedang tidak ingin membuat suasana jadi lebih berisik. Jadi, posisi kami sekarang adalah Chloe bersender di pundakku sementara aku bersender di pundak Allan.

Aku melirik ke arah jam yang berada disudut ruangan tersebut. Ternyata sudah satu jam lebih pemeriksaan yang dilakukan pada Chris, tapi dokter masih belum keluar juga. Ku alihkan pandanganku pada Chloe, ternyata dia sudah tertidur. Sementara ku lihat Allan juga memejamkan matanya. Mungkin mereka lelah.

Tak lama kemudian terdengar suara langkah memasuki ruangan ini. Ternyata itu adalah langkah kaki orang tua Allan. Mereka terlihat panik ketika bergegas menghampiri kami. Aku langsung menggoyang-goyangkan pundakku agar Chloe bangun, aku juga menarik-narik pelan lengan Allan agar dia juga menyadari kalau kedua orang tuanya datang. “Gimana keadaan Vindra?” tanya tante Sherly kuatir.

“Lho, mama sama papa kok udah sampai? Cepet baget sih, naik sapu terbang yah?” canda Chloe, karena tak percaya orang tuanya telah sampai sambil mengucek kedua matanya.

“Jawab pertanyaan mama dulu Chloe!” perintah tante Sherly.

“Iya..iya,” sahut Chloe malas. “Vindra masih di cek kok sama dokter Iko. Tapi sampai sekarang dokter Iko masih belum keluar juga,” jawab Chloe.

“Hadduuhhh pa, gimana ini? Mama gak mau kalau sampai terjadi apa-apa sama Vindra,” kata tante Sherly cemas. Kalau melihat tingkah tante Sherly seperti ini benar-benar mirip seperti Chloe.

“Sudah-sudah ma. Mama gak usah berfikir yang enggak-enggak. Lebih baik mama sekarang berdoa aja yang terbaik untuk Vindra,” jawab papa Allan. Nah, kalau sikap papanya ini benar-benar mirip dengan Allan.

Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruangan tersebut. Kami langsung buru-buru menghampirinya. “Gimana dok keadaan Vindra?” tanya tante Sherly antusias.

“Iya dok, gimana keadaan kembaran saya?” sambung Chloe. Sementara Allan dan papanya hanya diam menunggu jawaban dokter tersebut.

“Tenang-tenang,” ujar dokter tersebut, “Vindra sudah melewati masa kritisnya. Tapi dia masih belum bisa sadar. Kemungkinan dia akan kembali koma,” jawab dokter tersebut. Apa? Dia bilang koma? Sebenarnya penyakit apa sih yang diderita oleh Chris sehingga dia sampai koma? Batinku, “Bapak dan ibu ikut saya keruangan saya sekarang! Ada yang ingin saya jelaskan,” lanjut dokter tersebut.

“Kita udah boleh masuk belum dok?” tanya Allan.

“Boleh, tapi satu persatu. Dan jangan lupa pakai medical uniform kalian,” jelas dokter tersebut yang dijawab dengan anggukkan kepala oleh kami. Lalu dia pergi meninggalkan kami bersama kedua orang tua Allan.

Aku, Allan dan juga Chloe langsung mengenakan baju, celana dan tunik berwarna hijau yang berada di lemari dekat ruangan tersebut. Tak lupa, kami juga mengenakan masker. “Aku masuk duluan yah Lan?!” seru Chloe, namun Allan menahannya.

“Nanti. Biar Dave duluan yang masuk,” cegah Allan.

“Lho, memangnya Dave kenal sama Vindra yah? Udah biar aku duluan aja yang masuk, aku pengen lihat kondisinya sekarang,” lanjut Chloe, namun Allan masih tetap menahannya.

“Udah gue bilang. Nanti aja!” seru Allan tegas. Chloe langsung menatap Allan dengan tatapan terkejut.

“Gak apa-apa Lan, kalau Chloe mau masuk duluan. Biar nanti aku belakangan,” jawabku karena merasa tidak enak.

“Tuh kan, Dave aja bilang gi_” Allan langsung membekap mulut Chloe yang membuat Chloe tidak bisa melanjutkan kata-katanya.

“Udah, lo sekarang masuk!” perintah Allan tegas kepadaku. Aku pun hanya menurut tanpa bertanya untuk yang kedua kalinya. Sebenarnya aku sangat ingin melihat kondisi Chris, tapi aku juga tidak enak dengan Chloe. Makanya aku tadi sempat mengalah pada Chloe. Namun sepertinya Allan tahu kalau akulah orang yang paling ingin bertemu dan melihat keadaan Chris. Karena sudah bertahun-tahun aku tidak melihatnya.

Aku memasuki ruangan tempat Chris di rawat. Kamar ini tidak menyerupai kamar rumah sakit. Tapi benar-benar mirip seperti kamar tidur pada umumnya. Disini juga terdapat TV dan beberapa perangkat lainnya, hanya berbeda bau saja, karena aku dapat mencium aroma seperti rumah sakit pada umumnya. Perlahan aku berjalan mendekati tempat tidur tersebut. Aku melihat seorang perawat yang sedang berdiri di dekat tempat tidur sambil menulis sesuatu pada papan yang di pegangnya, setelah itu dia mengecek selang infus di dekatnya. Aku masih belum melihat wajah Chris karena masih tertutupi oleh perawat tersebut, hingga ahirnya perawat tersebut membalikkan badannya. Dia menganggukkan kepalanya kepadaku yang kubalas juga dengan hal yang sama. Setelah itu dia beranjak dari tempat nya berdiri.

Saat ini aku bisa melihat seseorang yang tebaring di atas tempat tidur lengkap dengan selang infus di tangannya, dan juga selang oksigen pada mulutnya serta beberapa kabel Elektrokardiogram yang menempel di dadanya. Perlahan aku mendekat ke arahnya, hingga akhirnya aku berdiri di dekat tempat tidur tersebut. Saat ini aku bisa melihat dengan jelas wajah Chris. Wajahnya benar-benar mirip Allan, namun terlihat lebih pucat. Lalu aku memutuskan untuk duduk di kursi yang berada di dekat tempat tidur tersebut. Perlahan aku mengarahkan tanganku untuk memegang tangan Chris. Tangannya dingin, dengan bagian jari-jari yang sangat pucat, tapi aku masih bisa merasakan denyut nadinya walaupun cukup lemah. Aku mengusap-usap punggung tangannya sambil terus menatap wajahnya. Dia terlihat seperti pasien koma pada umumnya. Matanya terpejam, namun aku yakin kalau dia bisa merasakan kedatanganku.

“Chris. Ini aku, Dave,” ucapku lirih. “Apa kabar?” lanjutku sambil terus mengusap tangannya. “Kamu sekarang sudah besar yah? Kamu masih ingat aku kan? Aku yakin kamu pasti ingat. Cepat sembuh yah Chris! Aku ingin kita bisa bermain seperti dulu lagi,” ujarku seperti orang gila. Karena sepanjang apapun aku bertanya pasti tidak akan pernah dia jawab. Tapi aku yakin walaupun Chris tidak bisa menjawab, pasti dia bisa merasakan kehadiranku. Aku hanya ingin kalau dia tahu aku berada disisinya. Tapi melihat kondisinya seperti ini aku benar-benar tidak kuat. Mataku terus berlinang, namun aku tidak mau menangis di dekatnya. Aku ingin agar Chris tidak tahu apa yang kurasakan sekarang.

“Chris, aku keluar dulu yah. Cepat sembuh yah! Aku sayang kamu,” ucapku sambil melepas genggamanku pada tangannya, lalu bangkit dari tempat dudukku kemudian berjalan keluar kamar dengan cepat karena aku tidak kuat menahan air mataku yang sudah mulai menetes.

“Dave,” tegur Chloe ketika melihatku keluar dari ruangan tersebut, “Kok kamu nangis?” lanjutnya heran, namun saat ini aku tidak ingin menanggapi pertanyaan Chloe. Aku berlalu meninggalkan Chloe yang saat ini terheran melihat tingkahku. Aku terus berjalan menuju pintu keluar ruang rahasia ini. Dan aku tahu kalau Allan sekarang mengejarku dari belakang. “Dave, tunggu!” seru Allan kencang. Namun aku terus berjalan hingga akhirnya aku keluar dari ruangan tersebut. Allan langsung menarik tubuhku kepelukannya begitu berada di dekatku. Dan saat itulah bendungan air mataku tumpah. Aku menangis sejadi-jadinya di pelukan Allan. Dia terus mengelus kepalaku sambil mengeratkan pelukannya, seakan dia ingin berkata kalau dia akan selalu ada disampingku. “Menangislah Dave, kalau itu membuatmu menjadi lebih baik. Tapi aku juga tidak mau kamu menangis terlalu lama, karena nanti wajah tampanmu akan terlihat jelek,” godanya di tengah tangisanku. Aku malah makin mempererat pelukanku padanya.

____

“Jadi, ulang tahunmu akan mengusung tema apa Nda?” Tanya Chloe yang saat ini sedang duduk disamping Amanda sambil mengutak-atik Ipad miliknya.

“Ehm, aku belum tau pasti sih. Kemungkinan aku bakal ngusung tema teenage dream,” jawabnya sambil mengaduk-aduk jus strawberrynya. “Memangnya kenapa Chloe?” dia balik bertanya.

“That’s awesome,” jawab Chloe antusias, “Nothing. Cuman pengen tahu aja. Takutnya kamu bikin tema yang aneh-aneh plus lame lagi,eewww,” lanjutya.

“Nggak mungkin lah. Aku kan classy, Chloe,” ujar Amanda yang di balas anggukkan oleh Chloe. “Oh ya, hari ini Cassie gak masuk lagi kah?” tanya Amanda. Aku hanya mengangkat kedua pundakku karena dari kemarin aku masih belum tahu kabar Cassie.

“Tau deh. Tuh anak belum kelihatan juga putting susunya. Oops sorry,” jawab Chloe sambil menutup bibirnya, “I mean, batang hidungnya,hehehe,” lanjut Chloe yang dibalas dengan tatapan aneh oleh kami. “Oh ya, kalau nanti aku pake ini bagus gak?” tanya Chloe sambil mengarahkan layar ipadnya ke arah kami. Di situ terdapat dress berwarna Mistyrose dengan style one shoulder dan backless.

“Not bad,” jawab Amanda singkat.

“Good,” jawab jawabku.

“Briliant,” jawab Allan. Chloe tersenyum sumringah.

“Oke. Aku bakal pesan yang ini,” jawab Chloe. “Oh ya.  Apa yang bakal kalian pakai buat acara Ultah Amanda,Mark-Ethan couple?” tanya Chloe pada kami.

“Mark-Ethan couple?” tanya Allan bingung sambil mengerutkan dahinya.

“Iyah. Kamu gak tahu yah Lan?” tanya Chloe yang dijawab dengan gelengan kepala oleh Allan, “Euugghhh. Mark-Ethan couple adalah pasangan gay paling romantis yang menduduki peringkat pertama versi Onew spot,” jawab Chloe antusias. “Mereka itu the cutest gay couple eva!” lajutnya, Allan langsung mengerutkan dahinya.

“Onew spot? Apaan lagi tuh?” jawab Allan makin bingung.

“Masa kamu gak tau sih Lan?” kali ini giliran Amanda yang ikut menjawab, “Onew spot itu tayangan terbaru yang mengulas beberapa berita serta kejadian yang unik dan menarik. Nah baru-baru ini dia mnegulas tentang pasangan gay paling romantis di seluruh dunia. Nah, MarkE Miller dan Ethan Hethcote terpilih sebagai pasangan paling romantis dan paling cute. Tapi emang bener sih, mereka memang sangat manis,” jelas Amanda sambil tersenyum lebar.

“Onew itu yang main The hunger gay juga?” tanya Allan lagi.

“Yup..yup..yup,” jawab Amanda antusias.

“Buset, banyak amat sih acaranya dia. Emang dia ngetop banget apa?” tanya Allan heran, lalau dia mengalihkan padangan ke arahku yang sedang menaburi moccachino miliknya dengan choco granule, kemudian dia tersenyum ke arahku. Membuatku agak gugup. Entah kenapa setiap melihat Allan tersenyum hatiku terasa berdesir. Apakah aku jatuh cinta? Aahh mungkin tidak.

“Ngetop donk. Ngetop banget malah. Makanya kamu harus up to date! Dan gossip terbarunya sih di album keduanya nanti, bakal ada lagunya yang duet bareng Fatin shidqia,” jawabnya makin antusias.

“Fatin? Fatin who?” tanya Allan.

“Gggrrrrr, Allan. Fatin itu juara x factor Indonesia. And fyi! Fatin itu agak-agak mirip aku gitu deh,” ujar Amanda pede.

“Halah, kamu mah mirip sama telapak kakinya Fatin Nda,” sela Chloe sambil terkekeh.

“Heehhh, enak aja. Muka kamu tuh mirip kayak lobang pantatnya Fatin,” jawab Amanda emosi.

“Kamu belum lihat yah kalau aku pakek hijab? Pasti mirip banget deh kayak Fatin,” lanjut Chloe sambil mengedip-ngedipkan matanya. Amanda langsung memutar bola matanya dan memandang Chloe dengat tatapan mengejek.

“Stop! Udah-udah. Kalian itu berisik tau nggak sih,” sergah Allan karena sudah mulai tak tahan mendengar adu mulut antara Chloe dan Amanda. Dan mereka akhirnya terdiam.

Holy crap,” seru Chloe kencang yang langsung membuat kami semua menatap terkejut ke arahnya. “Guys, kayaknya aku tahu deh kenapa belakangan ini Cassie gak masuk?” lanjut Chloe yang sedang memandangi layar ipad miliknya.

“Kenapa emang?” tanya kami serempak.

“Ini, aku baru ngeliat daftar hot news hari ini di websitenya SNB group. Dan ternyata ada berita soal Cassie. Dia sekarang jadi Gogo girl,”  jelas Chloe yang membuat kami semua terbelalak.

“A gogo girl?” seru Amanda tak percaya.

“Yeah, look at this!” perintah Chloe sambil mengarahkan ipadnya ke arah kami yang ternyata sedang memutar video. Ternyata itu adalah cuplikan video Cassie. Dia terlihat sedang menari-nari dengan beberapa penari wanita lainnya. Aku benar-benar tidak percaya dengan yang kulihat saat ini. Cassie benar-benar telah menjadi gogo girl.

Pokoknya nanti malam kita harus kesana. Kita harus jemput dia! Kalau gak bisa, kita beli aja dia sekalian,” kata Chloe kesal. Mungkin dia tidak suka kalau temannya berubah menjadi sosok cewek murahan seperti itu. Aku Amanda dan juga Allan hanya mengangguk, tanda kalau kami setuju dengan perintah Chloe.

___

“Dave, lo belum jawab pertanyaan gue lho,” Tanya Allan yang saat ini sedang duduk disampingku. Aku dan dia sedang mengerjakan tugas bersama, namun kali ini kami mengerjakannya di rumah Allan. Karena kalau kami mengerjakan di rumahku pasti akan dapat gangguan dari Verrel dan Lexi yang akhirnya berimbas pada gagalnya belajar bersama kami.

“Pertanyaan apa Lan?” aku balik bertanya sambil terus mengerjakan tugasku. Namun tiba-tiba Allan melingkarkan tangannya di perutku dan mendekapku dari belakang.

“Pertanyaan kalau lo mau gak jadi pacar gue,” jawab Allan, yang saat ini dia mendaratkan bibirnya pada tengkukku. Membuatku merinding. Aku menggeliatkan leherku dan  mencoba menghindar dari ciuman Allan, karena aku takut kalau nanti akan terjadi sesuatu. Namun Allan justru makin intens menciumi tengkukku.

“Allan, stop it! Aku risih tau nggak kamu cium-ciumin terus,” protesku, padahal sebenarnya aku juga menikmatinya. Hanya saja mungkin aku masih malu untuk mengakuinya.

“Gak mau. Lo jawab pertanyaan gue dulu!” katanya sambil mengigit telingaku. Aku langsung seperti tersengat listrik. Sensasinya benar-benar luar biasa. Badanku terasa bergetar seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuhku.

“Oke..oke. Tapi kamu jawab pertanyaanku dulu yah!” pintaku karena tak tahan dengan sensasi yang Allan berikan. Kemudian dia menghentikan aktifitasnya menggigiti telingaku.

“Apa?” tanyanya antusias.

“Sebenarnya Chris itu sakit apa sih?” tanyaku, aku menaruh buku yang tadi ku pegang di tepian kasur. Lalu kubalikan badanku menghadap Allan.

“Chris itu kecelakaan. Gue gak tau kejadian pastinya sih, soalnya waktu itu gue udah di Singapore, sementara dia lagi di Tokyo. Kita bertiga memang sudah dipisah sejak lahir, karena nenek memiliki kepercayaan kalau kita bersatu maka salah satu dari kita akan ada yang meninggal. Maka dari itu waktu kita berumur lima tahun nenek meminta Vindra untuk tinggal bersamanya di Indonesia, sementara gue sama Chloe tinggal di Singapore bareng Papa dan Mama. Hingga akhirnya nenek sakit dan Vindra ikut nenek ke jepang. Waktu itu gue baru aja pulang dari sekolah, tiba-tiba gue dapet kabar kalau Vindra kecelakaan. Dan sampai sekarang dia belom sadar-sadar juga. Kata dokter Iko, cedera otak yang diakibatkan benturan keras ketika dia kecelakaan adalah penyebab utama dia koma. Udah hampir tiga tahun dia koma. Dan dia masih belum sadar juga,” jelasnya panjang lebar, aku melihat ekspresi wajahnya yang muram setelah menjelaskan alasan kenapa Chris koma.

“Terus kenapa keluargamu merahasiakan semua ini? Alasan mereka apa?” lanjutku.

Allan menghelanafas sebentar, “Sebenarnya papa sama mama gak ingin kalau keadaan anaknya diketahui public. Mereka gak pengen kalau kesehatan Vindra diketahui oleh media, karena pasti akan berimbas pada bisnis yang mereka jalani. Maka dari itu mereka menyembunyikan Vindra dari publik. Tapi itu juga demi kebaikan Vindra sendiri. Agar dia bisa cepat pulih. Tapi nyatanya sampai sekarang dia masih belum sadar juga,” keluhnya, kemudian dia merebahkan tubhnya diatas tempat tidur.

Dari cerita Allan aku bisa menarik kesimpulan kalau Chloe memang tidak tahu menahu soal masa laluku dengan Chris. Mungkin hanya Allan yang tahu, maka dari itu dia merasa bersalah karena telah menyembunyikan rahasia ini dariku. Tapi, aku tidak tega kalau terus bertanya soal Chris pada Allan. Aku takut kalau dia makin merasa bersalah padaku karena menutupi kebenaran ini. Jadi lebih baik aku tidak memperpanjang masalah ini. “Jadi apa jawaban lo?” tanya Allan.

Oh iya, aku kan janji untuk memberi jawaban pada Allan. Tapi aku masih bingung. Mungkin aku mencintainya, tapi aku juga masih ragu apakah ini cinta atau bukan. Aku takut kalau aku menerima Allan, ternyata aku akan mengecewakannya. Tapi kalau aku menolak juga aku tidak tega. Aku benar-benar bingung sekarang. “Lo pasti bingung kan?” ujar Allan seakan bisa membaca pikiranku. Aku pun mengiyakan perkataannya barusan. “Yaudah, gue juga gak mau lo jawab buru-buru. Yang jelas lo musti tau kalau selama ini gue cinta sama lo,” lanjutnya. Aku hanya menganggukkan kepalaku, namun tiba-tiba Allan bangkit mendekatiku. Aku tau apa yang akan dia lakukan, dia pasti akan menciumku. Benar saja, sedetik kemudian dia menempelkan bibirnya pada bibirku. “Thanks,” katanya setelah ciuman kami terlepas. Setelah itu dia bangkit dari tempat tidur, “Lo mau ikut lihat Vindra nggak?” tanya Allan.

“Ikut,” jawabku sambil berjalan ke arahnya. lalu kami berdua pergi menuju kamar Chris.

___

“Lo tau nggak kalau gue iri ngelihat apa yang lo lakuin ke Vindra?” celetuk Allan ketika aku sedang sibuk memotongi kuku Chris. Aku menengok ke arahnya yang sedang mengamati kegiatanku.

“Kamu mau di potongin juga kukunya?” tanyaku padanya. Dia menggeleng cepat, “Terus?”

“Gue mau lo bisa merhatiin gue kayak lo merhatiin Vindra. Kan lo tau kalo gue cinta sama lo. Jadi, kenapa lo lebih perhatian ke Vindra daripada gue?” protes Allan. Aku hanya bisa tersenyum menangapi protesnya.

“Allan. Vindra itukan sahabat kecilku, udah gitu aku sama dia udah nggak ketemu hampir 9 tahun, jadi wajar donk kalau aku kangen sama dia. Lagian belakangan ini juga kamu kan selalu pergi bareng aku, memangnya kamu gak bosen apa deket-deket aku terus?” aku balik bertanya.

“Nggak. Masa bosen jalan sama cowok sendiri,hehehe” jawabnya sambil terkekeh. Aku hanya menimpalinya dengan gelengan kepala sambil tersenyum ke arahnya, “ Oh ya, gue mau nanya satu hal sama lo. Selama ini lo kan jalan bareng sama gue, kita hang out bareng bahkan lo juga udah hafal apa makanan dan minuman favorit gue. Masa lo gak ada perasaan sama sekali sih sama gue?” tanyanya curiga.

Aku menghela nafas sebentar, kutaruh tangan Chris yang telah selesai kupotongi kukunya di atas tempat tidur, lalu aku menghadap Allan, “Look! I really care about you Allan. Semua hal yang selama ini aku lakuin ke kamu itu karena aku memang peduli sama kamu. Tapi aku juga belum yakin apa ini cinta atau bukan. Aku takut kalau nantinya kamu kecewa dan aku juga takut kalau aku bikin kamu sakit hati. Untuk sekarang ini aku harap biarkan semuanya berjalan dan mengalir. Sampai akhirnya aku sadar kalau perasaan ini adalah cinta,” jelasku padanya.

“Lo masih cinta sama mantan lo yang namanya Steffany eh Steffano itu yah?” aku menggeleng cepat, “Terus? Oh, jangan-jangan lo masih cinta sama Vindra? Yakan?” tanya Allan curiga.

Aku masih bingung. Perasaan cintaku pada Chris sudah tidak sebesar dulu lagi. Mungkin karena waktu itu adalah cinta monyet, atau jangan-jangan karena aku sudah mulai mencintai Allan? aaarrgghhh kenapa jadi begini sih jadinya. Ya Tuhan, berikanlah aku sebuah petunjuk kemana hatiku akan memilih. “Allan, aku tahu kalau perasaanku pada Chris mungkin bisa dikatakan dengan cinta. Tapi waktu itu kita masih kecil, jadi aku juga gak yakin kalau sekarang aku masih mencintai Chris atau nggak,”

“Jadi? Lo udah mulai cinta sama gue gitu?” aku belum berani menjawab pertanyaan Allan, “Fix. Kayaknya lo emang udah cinta sama gue,” katanya sambil tersenyum penh arti kepadaku, lalu dia berjalan mendekat ke arahku. Aku memundurkan tubuhku hingga akhirnya menyender pada sandaran kursi ketika tubuh Allan mulai mendekat ke arahku.kemudian Allan malah duduk di pangkuanku. Tapi dia tidak menciumku seperti biasanya. Dia malah tersenyum ke arahku. Dan disaat itu juga aku sadar kalau dia benar-benar mencintaiku. He gives me butterflies whenever he tells me that he loves me. Tiba-tiba Allan meraih tanganku dan mengecup punggung tanganku. “I love you Dave,” katanya samba tersenyum lebar.

Tanganku bergerak ingin meraih rahangnya, lalu Allan memberikan kecupan di keningku, kemudian di hidungku. Dan bibirnya berhenti disitu. Lama. Aku bisa merasakan detak jantungnya yang berdebar sangat kencang. Lalu Allan memiringkan kepalanya sedikit, begitu pula aku. Bibirku dan bibirnya bersentuhan lembut. Aku langsung menggigit bibir bagian bawahnya, dan itu membuat kedua lengan Allan meneganang, serta pelukannya pada tubuhku kini makin erat. Kemudian dia membalasku dengan cara balik menghujaniku dengan ciumannya yang penuh sensasi.

Entah kenapa bibir Allan saat ini terasa begitu lembut, manis dan kenyal. Tak lama kemudian Allan memainkan lidahnya di bibirku.dia menyapukan lidahnya di pinggiran bibirku dan aku menyambutnya dengan senang hati. Kemudian dia kembali memasukan lidahnya ke dalam mulutku. Lama, lidah kami saling bergelut hingga akhirnya Allan memindahkan ciumanya pada leherku. Allan menciumi leherku makin intens. Namun ketika pandanganku teralihkan ke arah Chris yang berada tak jauh dari tempat kami bercumbu, aku melihat kalau jemarinya bergerak. Refleks aku langsung mendorong tubuh Allan ke belakang dan membenarkan posisi dudukku.

“Kenapa?” tanya Allan yang bingung dengan tingkahku.

“Aku tadi lihat tangan Chris bergerak,” jawabku. Allan langsung terbelalak kemudian membalikkan badannya dan beranjak dari pangkuanku. Dia berjalan ke tepian tempat tidur mendekati Chris.

“Iya, tangan Vindra gerak. Kita harus kasih tau dokter Iko,” kata Allan, dia langsung berlari keluar ruangan ini. Aku masih belum percaya dengan apa yang tadi aku lihat. Karena penasaran aku mendekati Chris dan melihat ke jemarinya. Ternyata benar, jemarinya bergerak, walaupun sangat pelan tapi aku bisa melihat pergerakannya. Tak lama dokter Iko masuk bersama Allan.

“Saya mohon kalian semua keluar dari ruangan ini. Saya harus memeriksa kondisi Vindra terlebih dahulu,” ucap dokter tersebut, dan kami pun langsung keluar kamar tersebut.

___

“Kamu cari ke arah sana Lan bareng Dave. Amanda, kamu ikut aku ke arah sini!” perintah Chloe. Saat ini kami sedang berada di dalam sebuah night club. Disini adalah tempat dimana Cassie menjadi go go girl. Aku dan Allan perlahan menyisir ruangan ini. Banyak pasang mata yang menatapku dengan tatapan aneh, seperti ingin melakukan sesuatu padaku. Namun Allan buru-buru merangkulku, dan itu membuatku merasa terlindungi.

Tadi setelah kami memantau kondisi Chris yang terbaru, kami langsung diajak Chloe kesini. Kondisi Chris saat ini sudah menunjukan perubahan, walaupun bukan perubahan yang signifikan, tapi paling tidak dia sudah bisa menggerakan jemarinya, walaupun sangat pelan. Kata dokter Iko ini adalah keajaiban. Sebab kondisi Chris setelah Collapse kemarin benar-benar drop dan itu membuat dokter Iko memperkirakan umur Chris tidak panjang lagi. Tapi untungnya keajaiban itu datang. “Kamu gak usah natap mereka! Mereka itu ngincar kamu tau nggak,” ucap Allan. aku langsung menatapnya heran. Sejak kapan dia memanggilku dengan sebutan kamu. Biasanya kan dia akan memanggilku dengan kata lo. “Kenapa?” tanya Allan heran.

“Nggak apa-apa. Aku cuman kaget aja kamu manggil aku dengan sebutan kamu. Biasanya kan kamu pakai kata lo,” jawabku. Dia makin mempererat rangkulannya padaku. Aku bisa mencium aroma parfum bercampur dengan keringatnya, dan itu sangat-sangat maskulin. Lebih harum dari parfum manapun.

“Kan kamu udah jadi pacar aku. Jadi aku nggak mau manggil kamu dengan sebutan lo gue lagi,” jawabnya. Sejak kapan aku resmi menjadi pacarnya? aku kan belum menjawab pertanyaanya. walaupun aku sadar sepertinya aku juga mulai mencintai Allan. Tapi, yasudahlah, lebih baik aku tidak memperpanjangnya. Kami terus menyisir daerah sini tapi masih belum menemukan Cassie juga. Hingga akhirnya kami kembali bertemu Chloe dan Amanda. Namun dia malah terlihat kaget melihat perlakuan Allan kepadaku. Aku langsung mencoba melepaskan rangkulan Allan padaku.

“Gimana? Kalian udah ketemu Cassie?” tanyaku mencoba menghindari pertanyaan yang mungkin saja keluar dari mulut mereka.

“Masih belum nemu,” jawab mereka bersamaan.

“Kalian pacaran yah?” tanya Amanda curiga.

“Iyah, kayaknya kalian mesra banget sih?” lanjut Chloe. Nah, mereka mulai curiga kan. Aku harus bagaimana ini?

“Ehh..eng..enggak kok. Kalian ini ada-ada aja deh,” ucapku bohong.

“Enggak salah lagi,” celetuk Chloe. “Kalau kalian jadian gak apa-apa kok. Malah kita seneng. Yakan Nda?” tanya Chloe pada Amanda. Amanda mengangguk mantap.

“Iyah. Kita bakalan seneng banget malah,” jawab Amanda. Dan itu membuatku semakin tersudut.

“Kita bukannya nggak pacaran. Tapi belum pacaran,hehehe,” sahut Allan terkekeh. Aku langsung menatap kesal ke arahnya, namun dia malah memainkan matanya ke arahku.

“Nah kan. Yasudah kalian jadian aja! Aku pasti dukung seratus persen kok,” timpal Chloe.

“Iyah. Apalagi aku, bakalan seneng banget deeeehhh, akhirnya kamu bisa move on dari si ‘onoh’” sambung Amanda tak kalah antusias.

“Ihhhh kalian apaan sih. yasudah lebih baik kita tanya penjaga club night ini aja. Kali aja dia tahu. Kamu punya videonya kan Chloe?” kataku mengalihkan pembicaraan. Aku malas kalau mereka terus memojokkanku.

“Oh iya. Ya ampun kenapa kita gak kepikiran kesitu sih. Yaudah ayo kita cari penjaga tempat ini!” ajak Chloe, kemudian kami bertiga membuntutinya dari belakang. “Nggak percuma Dave kamu pintar. Kirain kamu cuman pintar soal mata pelajaran aja,” lanjutnya membuat yang lain terkekeh.

“Permisi mas. Tau penjaga tempat ini gak?” tanya Chloe pada salah satu pengunjung pria disini. Pria itu terlihat takjub menatap Chloe.

“Oh, bang Ramond maksudnya? Noh, orangnya yang berdiri disana,” tunjuk cowok tersebut ke seseorang yang berdiri di dekat pintu.

“Oke, thanks,” jawab Chloe, lalu kami bergegas beranjak ke penjaga yang bernama bang Ramond tersebut. Ternyata yang namanya bang Ramond itu wajahnya cukup menyeramkan. Dengan tato disekujur lengannya serta badan yang sangat amat berotot. Mirip Batista di acara smack down.

“Ya Tuhan, itu orang apa king kong sih? gede amat,” bisik Chloe pelan, karena kami hampir sampai di dekatnya.

“Iyah. Badannya kayak Ade Ray, tapi yang ini lebih menyeramkan daripada dia, mana item pula, hhhiiihhh” lanjut Amanda sambil memegang lenganku ketakutan.

“Yaudah siapa yang mau nanya ke dia?” tanya Chloe begitu kami berdiri takjauh dari tempat bang Ramond. Amanda langsung menggeleng cepat. “Kamu aja Dave yang nanya. Pasti dia gak bakalan gigit kok. Kalo aku kan cewek, jadi aku takut nanti dia naksir,” kilah Chloe. Dasar Chloe ini, selalu aja dia berkelit.

“Biar gue aja,” sergah Allan, kemudian berjalan ke arah bang Ramond. “Bang, tau cewek ini gak? Sini Chloe, mana ipad lo?” pinta Allan pada Chloe. Chloe langsung memberikan ipadnya ke Allan. Dan Allan langsung menunjukannya kepada bang Ramond. Bang Ramond melihat ke arah ipad yang sedang dipegang oeh Allan.

“Owh si cewek brutal,” jawab bang Ramond membuat kami semua tercengang.

“Brutal?” tanya Chloe cepat.

“Iyah. Ini cewek tuh brutal banget. Kemaren ada pengunjung disini yang kepalanya bocor gegara di pukulin sama dia,” lanjutnya. Dan pernyataanya barusan membuat kami semua terbelalak. Masa iya sih sampe segitu brutalnya sikap Cassie?

“Terus sekarang dia kemana bang?” lanjut Allan.

“Mana gue tau. Orang dia langsung gue usir abis kejadian itu. Emangnya kenapa? Lo keluarga orang yang kepalaya di bocorin sama tuh cewek?” dia balik bertanya.

“Oh enggak bang. Kita cuman pengen tau aja,” Jawab Allan.

“Owh,” kata bang Ramond sambil mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Makasih yah bang,” kata Allan, lalu dia pergi menjauh dari bang Ramond dan menyuruh kami mengikutinya. Kami pun langsung berjalan mengikuti Allan keluar dari night club ini.

“Demi apa ada orang yang kepalanya bocor gara-gara Cassie?” Seru Amanda tak percaya, begitu kami keluar dari night club tersebut.

“Iyah. Aku aja nggak nyangka. Tapi mungkin orang itu bertindak macam-macam lebih dulu sama Cassie. Cassie kan bukan tipe orang yang nggak bakalan mukul kalau nggak ada yang mulai duluan,” sambung Chloe.

“Jadi kita lanjut nyari kemana nih? Ini udah hampir tengah malam lho, besok kita harus sekolah,” kataku, karena waktu menunjukkan hampir pukul 12 malam.

“Ya ampun Dave, bisa nggak sih kamu nggak mikirin sekolah. Sehariii aja!” kata Chloe.

“Tapi kan emang besok sekolah Chloe. Jadi yang dibilang Dave emang bener,” bela Allan, lalu dia mengerlingkan matanya kepadaku.Membuatku menatapnya dengan tatapan aneh.

“Tuh kan. Kayaknya emang ada apa-apa deh sama kalian,” celetuk Amanda. Namun aku buru-buru mengalihkan topiK.

“Udah-udah! Jadi sekarang kita mau pulang atau lanjut nyari nih?” tanyaku mengalihkan pembicaraan.

“Kita pulang aja yah, aku ngantuk,” pinta Amanda, dan kami sepakat untuk pulang. Kami pun berjalan ke arah mobil Chloe, karena kita tadi kesini menaiki mobilnya. Namun sebelum kita masuk, iphone Chloe berdering.

“Elaine,” katanya pada kami, lalu dia menerima panggilan tersebut. “Iya, ada apa Laine?” tanya Chloe. “Apa? Bunuh diri? Yang bener kamu? Yaudah sekarang kamu kasih nomor Cassie yang tadi terakhir sms kamu biar nanti kita lacak. Oke, nanti kita kabarin kalau udah mati. Eh, maksudnya kalau udah ketemu,” ujar Chloe, kemudian mengakhiri panggilannya.

“Siapa yang bunuh diri?” tanya Amanda.

“Cassie,” kami langsung terkejut mendengar kata-kata Chloe barusan. “Ya ampun tuh anak ada-ada aja sih pake bunuh diri segala. Emang dia yakin apa bakalan masuk surga? Masuk neraka aja belum tentu di terima,” canda Chloe.

“Husssh! Kamu tuh kalo ngomong ada-ada aja,” sergahku.

“Yaudah sekarang kita kemana?” tanya Allan.

“Bentar! Aku lagi nunggu sms Elaine yang mau ngasih nomor Cassie. Kata Elaine ceritanya dia ngasih pesan terakhir. Yakin banget kayaknya kalau dia bakal meninggal malam ini,hahaa” candanya makin gila. “Nah, ini dia nomernya. Bentar aku cek di GPS dulu!” kata Chloe. “Got it! Dia kayaknya ada di perempatan Yos Sudarso-Ahmad Yani. Ayo kita kesana!” perintah Chloe. Dan kami semua langsung masuk ke dalam mobil menuju tempat Cassie berniat bunuh diri.

-Ehhh, To be Continued to Perkamen Nineteen-

Semoga kali ini aku gak di perkosa sama kalian gegara aku telat posting. Maaf yah, kemarin aku abis sakit. Jadi maaf yah kalau postingannya ngaret. Sorry kalau part ini kurang greget, nyawaku belum ngumpul soalnya pas nulis nih cerita,ahaha.

Oh ya, aku yakin chapter ini bakalan ada typo, as always,ahaha. Maapin yah! hihihi. Maap juga kalau ada kesalahan-kesalahan lainnya

Lanjutannya gak janji bakalan di post seminggu setelah ini. Tapi akan aku usahakan,ahihi🙂

Oh ya satu lagi. Makasih buat Daffa yang selalu nyemangatin buat ngelanjutin cerita ini. Makasih yah Daff! sorry kalau chatt-an terakhir kamu gak aku bales. Aku bingung mau jawab apa,ahaha.

Buat yang kemarin-kemarin nanya pin BB ku, nih aku kasih. Tapi aku harap gak buat yang aneh-aneh yah!hahaha.

Yang mau lihat foto Chris, Callan sama Chloe waktu masih kecil nih aku kasih. Ini aku dapet dari blog, tapi aku jadiin gambaran wajah mereka waktu kecil,hehehe.

CCC

My Pin : 75DE93A9

Oke deh,  segitu aja! Gak komen, berarti lanjutannya bakalan lebih lama,hahaha *ngancem*

Yours truly

Onew Feuerriegel

117 thoughts on “Floque – Perkamen 18

  1. Oh ya. Buat yang mau ngasih kritik makasih banget lho. Tapi alagkah lebih baik kalau kalian ngasih tau bagian mana yang salah dan perlu di perbaiki! jangan asal bilang kurang ini lah kurang itulah, aku kan bukan dukun yang bisa tahu dengan cara menerawang. Jadi aku mohon kasih tau dimana letak kesalahanku, biar aku perbaiki. Sekaligus kalau bisa kasih saran. Biar lebih afdol katanya,ahaha.

    Pokoknya inget yah!!! aku seneng kok di kasih kritikan, asal aku juga di kasih tau dimana letak kesalahanku,hehehe

  2. Onew sakit kemaren ? Cepet sembuh onew makanya jangan galau terus onew *pelukonew*
    itu asli tuh pin kalo asli aku invite hahaha
    btw aku ngerasa kayak bukan tulisan kamu biasanya new abis sakit si ya hehe, alurnya cepet banget new gesernya. Tapi maafkan semua pendapat aku ya sesungguhnya kesempurnaan hanya milik artis artis korea hahhaha

    • Peluk balik Satya…
      Iyah itu asli. Masa palsu sih?hehehe.
      Kecepetan yah? besok aku pakek alur yg reguler aja deh. Jangan yg express lagi,ahaha.

      Halah artis korea juga gak semuanya sempurna. Tapi Yoo Ah In sama Song Jong Ki itu sempurna dimataku,ahaha.

      Narsis? gak juga kok. Itu emang beneran ada di Indofision, gak tau di channel berapa. Kan itu versi parodi.a On The Spot. hahaha *ngayal*

      • Aku deh onew caem ntar tak invite ya. Tanggepin tapi ya inviteannya😛
        haha artis korea yang disebutin pasti idola kamu juga kan -_-
        Iya new acaranya cuman ngebahas segala tentang onew juga kan haha

        • Udah aku tanggepin kan?

          Hook Ooohh. mereka itu ganteng2 soal.a,hahaha

          Kadang sih. Tapi lebih banyak ke hal unik dan menarik seputar G world sih,hehehe

  3. Good story oneeeeeewwwww…….

    What,,,,km sakit???sakit pa???
    Jgn blg kena ispa gara” daerah riau lg musim asap….:D

    #masker mana masker………
    Beli 2 gratis 1.

  4. Yang pertama aku setuju banget ama kamu onew.. Mark dan ethan emang cuuuuuuuuuuuuttteeeee buanget ( eehhh denger” mereka putus ya.. Aaaaahh g rela)

    Yang kedua bikin ngakak kakakaka… Ya ampun itu beneran onew duet ama fatin… Wiiiiiiiiiiihhhhhh gokiiiiiiiilllllllll

    • Mengutip kata2 Satya..
      Ceritaku gak sempurna kok. Karena sesungguhnya kesempurnaan hanya milik artis artis korea hahhaha

  5. Baru bisa baca dan komen lg buat onew
    Alur ceritanya makin bagus dan bikin penasaran
    Ehm tp yg chap 18 berasa pendek banget ya —
    Btw gws ya new cakep😛
    GBU^^

  6. Ada yg typo dikit new hehe bagian nama doang, sharusnya chris terketik jd allan. Aduh aku gk nemuin keanehan dicritamu slain typo nama aja. Maklum gak ngerti yg beginian. Cuma tau baca wkwkwk.
    Onew tetap semangat lanjutinnya,ku tunggu mau seminggu,sebulan,dua bulan di update hahaha

  7. Pantes aja postingnya lama
    Onew baru sembuh ternyata.
    yang penting onew udah sembuh, dan mau bela-belaiin posting nih cerita. Thanks onew
    trus buat kritik, masih ada yg salah new
    kalau gak salah yg ada kata butterflies itu #males buat lihat ke atas lagi
    belom di italic tuh new. And for now, gua bingung sama onew spot, setahu gua paling ngetop itu acara tama spot. Lo gak tahu kan, kalau acara itu punya rating yg tinggi? *ketawa ala miley lagi sange*
    Trus setahu gua hunger gay ada peran baru tuh buat gantiin onew, kan dia koit *cekikin sambil ngangkang*. Yaudah gitu aja pokoknya sehat selalu ya onew, and keep writing. Ciao

    • Tahnak juga udah komen,hehehe.

      Ihh mana ada Tama spot? Onew Spot itu udah mendunia lho. Kan udah di beli hak tayangnya sama indofision,hahaha *makin ngayal*

      Onew belum mati keles. Kan nanti dia bakal jadian sama Gale,wkwkwkwk
      Makasih buat doanya..hihihi

  8. Uhhhh, akhirny posting jg nih crita….
    Nice, tpi pendekkkk…. :p
    N new, dokter iko bilang “kondisi Chris setelah Collapse kemarin benar-benar drop dan itu membuat dokter Iko memperkirakan umur Allan tidak panjang lagi”
    mksdnya apa ya??? apa alan bkal mati??? #jangan dong new…. kashn dave nya, tpi klau chris sembuh dri koma ap dave akan pcrn ama chris??? kshan donk alannya…😥

    • Ini lagi, masa 13 lembar kurang banyak sih? nulis sendiri sana! ROTFL

      Salah, harusnya itu Chris. Tapi Chris mati atau nggak itu tergantung mood aku,ahahaha.
      Makanya, nanti Allan bakalan pacaran sama aku,ahahaha.

    • Bisa donk. Dia kayaknya bosen jadi cewek. Ktanya berat bawa tetek kemana2,Lol…hahaha

      Okesip! semoga lama yah,eehh hahaha

  9. Bagusss….
    As always, suka sma ceritanya. Kalau bisa panjangin lagi deh sampe 30 lembar gitu biar puas bacanya *Kata kak Onew : coba aja ngetik sendiri kalau bisa
    Anyway kak,, baguss bangtzz dan akhirnya udah gak bikin greget lagi.
    Lanjutannya yg cepet ya kak,, fighting ^_^

  10. Komen apa yah bingung
    Emmmm
    Baru kali ini aku denger ada acara Onewspot kekekeke
    Dave ini tsundere tingkat maksimal tinggal bilang I Love U Too apa susahnya sih Dave, bakalan ada cinta segitiga nih Allan x Dave x Chris
    Kayaknya chapter ini lebih pendek dari chapter sblumnya yah New???
    Dan alur di bagian akhir juga kyaknya ngebut banget kesannya keburu-buru over all aku suka chapter ini
    I Love It

    Keep Writing

    • Yah.. kamu berarti gak up to date,hahaha.

      Tau ihhh,hahaha.
      Bakalan ada gak yah?
      Emang. ini 13 lembar, kalau sebelumnya 14 lembar.
      Sengaja, biar gak ketinggalan angkot,hahaha.

      oke. keep komen!!

  11. kalo aja lu ga abis sakit, pasti lu digangbang sm reader bang wkwk. ohiya saran aja nih, ada verrel sm lexi lg dong haha terus jg penggambaran lu udh nyata bgt, reader dgn mudah ngerasa ada di cerita itu. satu lg, jgn sampe tamat ya ceritanya hahaha *kecup basah*

    • Hiiiii ngeri,hahaha. Pengen deh ngerasain gimana rasanya di gangbang,hahaha.

      Lexi sama Verrel lagi tidur. jadi gak bisa diganggu,hahaha. Iyah. gak aku tamatin kok. palingan juga digantung,hahaha.

  12. onew sayang, narsisnya boleh dikurangin gak-_-
    onewspot? the hunger gay? duet sama fatin? wtf -_-
    terus kenapa dave sama allan lama banget jadiannya?

    ohh last one,.. kemaren onew lagi sakit ya?, cepet sembuh yaaaah, *ketcup kening*

    • Ihh siapa juga yang narsis? kamu iri yah?hahha.
      Sengaja. Kan aku aja belum jadian2,hahaha..

      Udah sembuh. makasih yah kecupannya. Hahaha..

  13. Onew baby aq ℳά̲̣υ͡ dong meluk2 kya alan ama dave tp aq ℳά̲̣υ͡ jd alan n cariin dong dave ma aq……hahahahaa…………just kidding cerita loe makin lama makin houwt αנα dech…….untung αנα aq g sampe jerk off depan K̶̲̅ά̲̣̣̣м̤̣̲̣̈̇υ̲̣ ” ketawa setan”

  14. kog berasa lari gitu ya new baca chapter ni, apa ya ehm kurang greget gt
    padahal chapter sebelomnya bagus lo kerasa bgt feelnya, mungkin efek kamu abis sakit ya jd buru buru nulisnya krn ga pengen bikin pembaca kecewa krn kelamaan nunggu jd kyk ngebut gt
    *itu pendapat gw sih gak tau kalo yg laen

    satu hal lagi yg gw simpulkan dr chapter ini : onew pengen jadi ARTIS
    buat bapak/ibu produser tolong lihatlah onew berikan dia kesempatan maen pilm b**** #upss

    • Lari kemana? kok gak kamu kejar?hahaha.
      Mungkin kali yah? who knows???

      Kamu nggak tahu yah kalau aku tuh sebener.a artis?hahaha.

  15. Lu mau banget dah d.perkosa.. hhahaa
    Onyew abis sakit yah.. cup cup cup *peluk Onyew. Makanya besok” kalo d.gangbang jangan mau.. hhaha *piss
    Sebenernya part ini tuh cerita nye yg pendek apa alur nye yah yang kecepetan.
    And last one, ONEW SPOT?? :-*

    • Iyah.. maaauuuuu….
      Gue sakit bukan karena di gangbang. tapi kelamaan dianggurin Far,hahaha.

      Whats wrong with Onew spot? itu acara keren banget lho,haha

  16. ahh..jadiin aja deh si dave sama allan…
    geregetan gue…
    sampe bela belain beli paket inet di malaysia buat baca ceritamu…
    oke deh…keep writing ya..aku selalu mendukungmu onew…
    *muachhh
    *kabooor

    • Ntar yah. Nunggu aku jadian dulu,hahaha.

      Ya ampun masa? aku jadi terharu,wkwkwk.
      Oke. keep komen juga!

      makasih buat ciumannya.hehhe

  17. kyknya TYPO emang ciri khas kamu deh New,,
    aku tunjukin 5 typo doang,
    1. “Gimana Chloe ‘keadan’ Vindra?”
    2. Dia berjalan ke arahku lalu ‘memeluku’
    3. Aku hanya ‘meganggukkan’ kepalaku
    4. Cepet ‘baget’ sih, naik sapu terbang yah?”
    5. Saat ini aku bisa melihat seseorang yang ‘tebaring’
    Onew, kyknya point 2 wktu itu udah aku kritik jg deh,, kalo kamu lupa, aku cuma ngingetin, hati-hati sama imbuhan di akhir,, kita liat dlu kata dasarnya apa, contohnya ‘peluk’, kalo pake tmbhn ‘ku’ jadinya huruf “k”-nya rangkap,,, kalo kyk kamu di atas, ‘memeluku’ berarti kata dasarnya ‘pelu’,, di point 3 kamu udah bener soal imbuhan di akhir, cuma kurang teliti aja, huruf “N”-nya lari entah kemana,,
    btw point terakhir dan yg paling utama adalah “Onew Spot?”, hahaha
    plis deh -_-
    buat masalah diperkosa, kyknya kamu pengen BANGET yah? ntar deh aku usahain barengan reader lainnya,, gangbang? indoor ato outdoor ato public occasion? wkwkwk
    keep spirit (bro ato sista yah?)!
    see ya!

    #lempar_alpenliebe

    • Makasih Zack buat semua saran.a,hehehe.

      Kenapa sih? Kayaknya pada sirik yah sama acara Onew spot? padahal itu acara bagus banget lho,hahaha.

      Banggeeeeeettt. Aku maunya di perkosa diatas patung liberty, bisa?hahaha

      #LEMPARKUTANG

  18. Tiap ari buka tutup,buka tutup…buat nge’cek apa ada makanan baru..
    *emangnya kulkas he..he..he
    Dan,o…..yeah akhirnya ada update’an baru *_*
    Emmm …tadinya kupikir Criss udah mati jadi kalungnya dipake Allan,tp ternyata dia sedang koma dan ini yg bikin ku tambah penasaran.Kalung itu punya arti untuk Criss dan Dave tp kenapa malah dipake Allan,apa Dave udah ngga penasaran lagi kenapa Allan sampai memakai kalung Criss ??? Trusss kenapa Allan harus mencium Dave disamping Criss yg sedang koma.Sepertinya Allan tau masa lalu Criss dan Dave seharusnya lebih peka lagi dong…
    Itu aja deh…

  19. Berhubung baru pertama kali komen,
    Jadi cuma mau bilang cerita yang dibuat si empunya sangat bagus,
    Dan salam kenal buat onew

  20. Wow, keren banget new!! Udah bagus lah (y) btw, lu pengen amat ya jadi terkenal -_- Onew Spot ==” Tapi gpp lah kan cerita cerita lo wkwk

    Kalo boleh request nih new, tambahin adegan dikit new *yeah I know I’m a horny dog* biar aga seru dikit lah =))

    Keep writing Onew!!!

    • Tuh kan. Kenapa sih pada sensi dengan acara Onew spot? padahalakn tuh acara keren banget.hahaha

      Nanti yah. Aku aja belum pernah,hahaha.

      Keep komen!!!

  21. hummp..humpp.. mana mungkin onew gue perkosa loe… gue kan BOT sejati…
    ah onew nih terlalu banyak mikirin abang abang yang ditaksir,jadi aja sakit..
    ada typo nya tapi dikit sih…
    kurang panjang ceritanya onew..
    istirahat yang banyak… supaya bener bener sembuh….ok ditunggu cerita selanjutnya

    • Berarti kalo kita main perkosa2an kita kayak pasangan lesbian donk?hahaha.

      kayaknya terlalu banyak mikirin kamu deh,hahaha.

      Panjangin gih! ke mak erot sana!hahaha

      Oke. thanks 4 ur advice,hehehe…

  22. Gue udah lama baca flouqe ini, dan menurut gue yang ini paling bagus dalam hal pemotongan bersambungnya. Bikin penasaran euy, lanjutkan kerjamu ya New.
    Nb. Sorry baru komen sekarang

  23. onew. .fq 19 manah nih. . n kometr soal chapter 18 ini yg janggal i2 yg di tengahx rada2 kaku bingits.*lebay*. n onew spot? OMG yg ada i2 vianz spot news!!! wkwk*tetawa*

    • Iyah. yang ditengah emang biasanya suka kaku kalau dipegang,hahaha. #apasih

      gak ada! Onew spot tetep paling keren,hahaha

  24. Hahahahaha sumpah dari tadi pas baca cerita ini gue ketawa ketawa sendiri gara gara Onew yang terkenal itu sampe sampe duet sama fatin. Dan kalo di suruh comment nin gimana ceritanya gue udah nggak usah comment lagi karena udah pasti gue bilang ceritanya bagus . Udah deh segitu aja cuap cuap nya , oooh ya dan satu lagi sorry banget ya new baru bisa comment nin nya sekarang

    Tetap semangat Onew \^_^/

  25. Gw (┎ ‘_’ ┒) komen apa lagi ya ? Perpindahan tiap partnya kok cepet beud sih net yah walo ada benang merahnya sih, untung otak gw (┎ ‘_’ ┒) setara ma einstein jadi masih bisa ngikutin cerita eloooo ┐(‘o’ ┐) yang lompat2 kaya mama gaga yg lagi mainan ma disco sticknya , feel so blue part dave ktm chris aka vindra , sempet turn on part allan n dave di kamar itu tuh , but i can calm down =))H̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟ=)) , gw (┎ ‘_’ ┒) lanjut chap lanjutnya aja lah okaaaaaay ☆〜(ゝ。∂)

      • Halah kaya smartpreeet aja katanya anti lelet ujung2nya pemirsa dikecewakan :ahahhaha but i”m sure baca cerita lo ga buat kecewa kok #pegang kepala onet , tapi kapan update chapt 22 nya ???? =))H̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟH̶̲̥̅̊ǟ=)) tetep nagih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s