Floque – Perkamen 12


Logo Jubilee(resize)

Chapter Twelve : Kissing Goodbye.

Enam bulan telah berlalu. Banyak kejadian yang telah terjadi selama enam bulan ini, terutama mengenai persahabatan kita. Ternyata orang yang mempublikasikan fotoku dan Steffano yang sedang berciuman adalah Chloe yang dibantu oleh Kak Panca. Awalnya aku marah, tapi setelah tahu alasan dari mereka akhirnya aku bisa menerimanya, walaupun perasaan kesal itu masih ada. Sekarang hubungan Amanda dan kak Morgan sudah berjalan hampir dua tahun. Kak Morgan sudah resmi menjadi mahasiswa di Seattle University. Cassie sudah resmi jadian dengan Elaine, walaupun dia masih belum bisa come out ke neneknya. Jadi tinggal aku dan Chloe saja yang masih jomblo.

Terkadang aku masih saja berharap akan bertemu lagi dengan Steffano suatu saat. Tapi sepertinya harapanku adalah harapan kosong. Janji tinggalah janji. Natal kemarin dia tidak datang, bahkan ketika di hari ulang tahunku dia tidak memberiku ucapan sama sekali. Mungkin dia sudah lupa dengan janjinya, dan mungkin saja dia sudah lupa denganku. But, live must go on, right? Aku tidak mau terus menerus berharap. Lebih baik sekarang aku menikmati hidupku dan berbuat sebaik mungkin.

“Welcome, welcome, welcome to the sixth annual saddie Hawkins dance,” sambutan dari Miss Lily selaku Pembina Student organization di sekolahku menggema ketika aku melangkahkan kakiku ke dalam ball room sekolahku.

Malam ini kami semua berkumpul di tempat ini dalam rangka malam perpisahan kelas XII sekaligus malam penganugerahan pesta dansa Saddie Hawkins. Kalian tahu kan, apa itu Saddie Hawkins? Kalau belum tahu, sini aku beri tahu kalian. Jadi Saddie Hawkins itu sebenarnya hampir sama dengan prom night. Nah, bedanya adalah, kalau prom night itu kan yang mengajak atau meminta pasangan untuk datang adalah pihak laki-lakinya sedangkan kalau Saddie Hawkins itu pihak perempuannya.

Suara Miss Lily masih saja bercuap-cuap layaknya Effie dalam film The Hunger Games. Lagi pula tatanan rambutnya yang ikal dan bandana berbentuk kupu-kupu makin membuatnya mirip dengan Effie. Bedanya hanya pada warna rambutnya, kalau Effie itu kan rambutnya berwarna putih sedangkan Miss Lily berwarna hitam. Aku merapikan posisi tuxedo milikku dan mengusap-ngusap bagian kanan kiri pundakku, takut kalau ada kotoran maupun debu yang menempel.

Kulirik jam yang ada di pergelangan tangan kiriku menunjukan pukul delapan, tapi ketiga sahabatku masih saja belum datang. Aku datang lebih awal karena harus mengurus beberapa urusan dengan dekorasi aula. Lagi pula aku memang harus berangkat lebih awal karena aku juga merupakan bagian panitia dari penyelenggaraan pesta ini. Yah, walaupun hanya mengawasi kelengkapan dan kesiapan sarana dan pra sarana saja.

“Dave,” bisik seseorang di telinga kiriku. Aku menoleh ke arah suara tersebut dan mendapati sosok Chloe dengan balutan gaun berwarna hijau tosca. Dia sedang merapikan posisi rambutnya, kemudian dia tersenyum ke arahku. “Kamu sudah lama menunggu?” lanjutnya.

“Tidak. Aku baru saja selesai mengurusi beberapa hal yang berhubungan dengan dekorasi ruangan ini,” jawabku, kemudian aku berjalan ke arahnya dan membentuk tanganku menyiku agar Chloe bisa menggandengku, setelah tangannya masuk kedalam gandenganku kita berjalan bersama. “Kamu cantik Chloe,” pujiku, lalu memperlihatkan seulas senyuman padanya.

“Terima kasih Dave,” jawabnya dengan menampakan senyuman yang dikulum. “Dave, aku mau ngomong sesuatu sama kamu,” lanjutnya.

“Oh ya. Apa itu?” tanyaku penasaran.

“Nanti akan ku beritahu. Sekarang kita ngumpul bareng sahabat kita dulu yah,” jawabnya, dia menarik tanganku dan berjalan ke arah kedua sahabat kami yang ternyata juga sudah datang.

“Hai Dave,” sapa Cassie, “Lo ganteng banget,” pujinya sambil menatapku dengan tatapan yang menurutku aneh.

“Makasih,”  jawabku singkat.

Tiba-tiba kak Morgan datang dari arah belakang Amanda lalu menghampiriku dan memeluk tubuhku. “Sudah lama Kakak nggak lihat kamu, apa kabar?” tanyanya sambil mengacak-acak tatanan rambutku.

Aku mendengus kesal ke arahnya, namun dia hanya tertawa tanpa merasa berdosa, “Baik. Tapi nggak usah berantakin tatanan rambutku juga kali Kak,” jawabku kesal, namun kak Morgan malah tertawa, begitu juga dengan Amanda.

“Iya, iya maaf deh yah. Abis Kakak kangen sama kamu sih,” katanya dengan senyum yang mengembang di bibirnya.

“Kangen sih kangen, tapi gak gitu juga kali Kak,” jawabku datar. Aku tahu kalau kak Morgan sedang pulang ke Indonesia untuk liburan, tapi baru hari ini kita bertemu.

“Ruangan ini kamu yang dekor kan Dave?” sela Amanda.

“Ehm sebenarnya bukan aku aja sih, tapi kita bekerja sama. Lagian yang mengerjakan juga bukan kami, tapi bagian property, kami hanya memberikan rancangan dan menentukan tata letaknya saja. Selebihnya bagian property yang melakukannya,” jawabku.

“Owh, tadinya aku mau komentar. Tapi gak jadi deh,” jawab Amanda dengan menampilkan senyuman yang di paksakan.

“Halah, kalo lo mah bukan komentar. Tepatnya ngritik. Kerjaan lo kan senangnya kritik sana kritik sini,” sela Cassie.

“Iya Nda, kamu kan suka mengkritik, tapi kalau di kritik keseringan langsung ngambek,” sambung Chloe, lalu dia tertawa kecil. Amanda langsung memanyunkan bibirnya.

“Sudah-sudah. Memangnya kalau kamu mau komentar, apa yang menurut kamu kurang?” tanyanku mencoba menanggapi perkataan Amanda.

“Ehm apa yah? Kayaknya dari segi lighting kurang terang. Kan kali ini temanya summer, harusnya kamu bisa bikin suasana malam ini seperti siang hari. Kita kan punya lampu daylight, kenapa gak kamu pakai? Terus untuk downstairs. Harusnya kamu bisa nambahin beberapa ornament rumput di pinggirannya. Jadi gak terlihat terlalu gersang kaya sekarang. But, over all is okay, hanya kurang beberapa detail kecil saja,” jawab Amanda panjang lebar yang membuat kak Morgan,Cassie dan Chloe terdiam.

Yang dikatakan Amanda memang benar. Oke, mungkin biasanya Amanda akan nyinyir dan mengkritik secara berlebihan. Tapi kali ini dia mengkritik dengan benar, bahkan hal se-detail itu pun tidak aku perhatikan. Amanda memang pemerhati yang baik, atau mungkin dia memang selalu mencari kekurangan segala hal agar dia bisa mengkritiknya, “Thanks Nda. Sepertinya yang kamu katakan ada benarnya. Tapi sepertinya terlambat,hehe,” aku tersenyum ke arahnya,” Tapi nanti pas kita Graduate kamu yang harus jadi ketua penyelenggaranya yah, biar terlihat sempurna,” lanjutku.

“Kita lihat saja nanti,” jawab Amanda sambil mengedipkan salah satu matanya ke arahku. “Yasudah, ayo kita ke Downstairs, pesta dansanya akan segera dimulai!” ajak Amanda pada kami, dia menarik kak Morgan menuju downstairs.

“Kamu datang sama siapa Cass?” tanyaku padanya.

“Gue dateng sama sepupunya Elaine yang kembar itu. Jadi gue sama kakaknya, Elaine sama adeknya,hehe. Yaudah gue kesana yah. Elaine udah nunggu tuh,” katanya sambil menunjuk ke arah Elaine yang melambaikan tangannya ke arah kami, lalu dia melangkahkan kakinya menuju downstairs.

“Yasudah Dave, ayo kita kesana!” ajak Chloe, akupun mengikutinya dari belakang.

Ketika sedang berdansa Chloe sepertinya sedang tidak fokus. Dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Akhirnya aku menariknya keluar dari kerumunan oaring-orang yang berdansa. “Tadi kamu bilang kalau kamu mau ngomong sesuatu sama aku, kamu mau ngomong apa?” tanyaku.

“Ehm gimana yah?” Chloe terlihat berfikir sejenak, “Yasudah ayo kamu ikut aku!” Chloe menarik tanganku menuju homeroom Bahasa anak kelas X, karena ruangan itu memang paling dekat dengan ball room.

Setelah sampai di dalam homeroom tersebut Chloe duduk di salah satu tempat duduk di situ. Aku pun melakukan hal yang sama. Aku menatap ke arahnya, tapi dia terlihat kebingungan. “Jadi, kamu mau ngomong apa Chloe?” tanyaku padanya sekali lagi.

“Ehm gimana yah, ehm…. Kamu percaya nggak Dave dengan cinta pada pandangan pertama?” tanyanya gugup dan terbata.

“Ehm.. percaya. Memangnya kenapa?” tayaku heran.

“Ehm gak apa-apa.” Jawabnya singkat, lalu dia kembali terdiam. “Oh ya Dave, aku mau nanya sama kamu. Kalau misalkan ada wanita yang suka sama kamu, apa yang akan kamu lakukan?” lanjutnya.

Aku langsung mengerutkan dahiku. Aku masih belum tahu kenapa Chloe bisa bertanya seperti itu. Padahal dia kan tahu kalau aku itu gay, jadi mana bisa aku menerima cinta gadis itu. “ Ehm, mungkin aku akan menolaknya dengan halus. Aku akan memberitahunya kalau aku tidak bisa mencintai perempuan. Jadi akan lebih baik kalau dia mencari laki-laki lain yang bisa mencintainya sepenuh hati,” jawabku.

“Bagaimana kalau wanita itu tahu yang sebenarnya tentang kamu?” aku kembali mengerutkan dahiku karena aku makin merasa aneh dengan pertanyaan Chloe, “I mean, dia tahu kalau kamu gay, dan mungkin dia ingin menjadikan kamu agar bisa seperti laki-laki pada umumnya,” perkataan Chloe langsung membuatku tertawa.

“Hahaha… maksud kamu dia ingin agar aku menjadi laki-laki yang bisa mencintai perempuan?” Chloe langsung menganggukan kepalanya, “Aduh gimana yah Chloe. Kayaknya aku tetap akan menolaknya deh. Aku itu totally gay Chloe, aku rasa aku ini tidak akan bisa mencintai perempuan layaknya laki-laki straight, perasaan cintaku akan selalu tertuju pada laki-laki. Bahkan, ketika aku megalami mimpi basah selalu saja bayangan laki-laki yang muncul. Tapi mungkin aku bisa mencintai perempuan kalau memang itu akan menjadi takdirku,”

“Tapi kan Dave, bagaimana kamu bisa mencintai perempuan kalau kamunya sendiri tidak berusaha untuk mencintai perempuan?” aku makin dibuat bingung dengan pertanyaan Chloe yang menurutku makin aneh.

Aku membenarkan posisi dudukku dan melonggarkan tenggorokanku, “Chloe, listen to me! Bagiku Jodoh, hidup dan mati itu ada ditangan Tuhan. Jadi mau bagaimanapun caranya, kalau memang jodohku adalah perempuan yah pasti pada akhirnya aku akan bisa mencintai perempuan. Kayak misalnya gini, ada orang yang sudah melindungi dirinya dengan berbagai perlindungan ketika sedang dalam perjalanan, dia juga sudah sangat berhati-hati dalam mengendarai kendaraannya, tapi kalau Tuhan sudah menakdirkan dia meninggal karena kecelakaan pastilah dia akan meninggal, walaupun kemungkinan itu sudah dia minimalisir. Aku juga seperti itu, aku percaya siapapun jodohku nanti, aku pasti tidak akan bisa menolaknya kalau itu memang sudah takdir. Hanya saja untuk saat ini aku masih mencintai seorang laki-laki bukan perempuan,” aku tersenyum ke arahnya yang sekarang sedang terbengong.

“Oh begitu, bagaimana kalau wanita itu adalah aku,” aku langsung kaget.

“Maksud kamu Chloe?” tanyaku karena tak percaya.

“Iya Dave, bagaimana kalau wanita yang mencintaimu adalah aku, apakah kamu akan menerimanya?”

Aku terdiam untuk beberapa detik. Aku masih mencoba mencerna dan meyakinkan diriku kalau apa yang dikatakan Chloe itu benar-benar nyata, karena aku sama sekali tidak mengira kalau dia itu mencintaiku. Selama ini aku menganggapnya hanya sebagai sahabat, tidak lebih. Tapi kenapa dia malah mencintaiku? Benar-benat tak kusangka. “Ehm … tetap saja Chloe, aku tidak bisa menerima cintamu. Selama ini aku menganggapmu hanya sebagai sahabatku. Lagi pula aku kan sudah bilang kalau aku tidak bisa mencintai perempuan layaknya laki-laki pada umumnya,”

Terlihat tatapan kekecewaan dimatanya. Dia menghela nafas, “Oh.. itu pasti karena statusku,” katanya sambil menundukan kepalanya.

Aku bangkit dan berdiri dihadapannya. Aku meraih dagunya dan menegakkan posisi wajahnya, “Chloe, Is not because of you, it’s because of me. Kamu tahu kan kalau aku itu gay, jadi itu semua bukan karena status kamu, tapi karena statusku,” Chloe sedikit terlihat lega, itu terlihat dari tatapan matanya yang tidak sekecewa tadi, “Lagian kamu itu cantik Chloe, pasti banyak laki-laki yang naksir sama kamu,”

“Kamu tahu Dave kenapa hubunganku selama ini tidak pernah langgeng?” aku menggelengkan kepalaku, “Itu karena aku trauma. Aku trauma dengan pacar pertamaku yang kabur dan ketakutan ketika mengetahui kalau aku itu seorang transsexual. Aku tidak mau berhubungan terlalu jauh dengan pria karena aku tidak mau hal itu terulang kedua kalinya. Tapi ketika aku melihatmu untuk pertama kali aku langsung jatuh cinta denganmu. Aku pernah baca suatu cerita gay yang pada akhirnya ada seorang wanita yang bisa membuatnya mencitai wanita tersebut, sampai aku berkhayal kalau aku bisa seperti wanita itu. Tapi sepertinya aku tidak bisa. Jadi, lebih baik aku menyimpan perasaan ini saja,”

“Simpan perasaan itu hingga nanti kamu akan menemukan pria yang tepat untuku Chloe. Aku yakin kamu pasti akan mendapatkannya,” aku menggenggam tangannya dengan kedua tanganku.

“Thanks Dave. Aku juga berharap agar kamu bisa mendapatkan laki-laki yang bisa mencintai kamu sepenuh hati. Dan tentunya tidak pengecut seperti Steffano,” dia terlihat begitu membenci Steffano.

“Sudahlah tidak usah menyebut namanya lagi. Palingan dia sudah lupa denganku,” pintaku. Chloe menganggukan kepalanya.

“Aku senang akhirnya kamu bisa melupakannya,” katanya, “Itu tandanya masih ada kesempatan buat dia,”

“Dia siapa Chloe?” namun belum sempat Chloe menjawab tiba-tiba ponselnya berdering dan dia terlihat berbicara serius dengan seseorang disana.

“Siapa Chloe?” tanyaku ketika dia selesai menerima telepon tersebut. Wajahnya terlihat tidak senang, mungkin saja itu berita buruk.

“Dari Mamah, dia bilang Callan akan pulang ke Indonesia karena dia bermasalah dengan sekolahannya di Korea,”

“Callan? Callan who?” tanyaku.

“My twins,” jawabnya singkat.

“Twins?” Chloe hanya menganggukan kepalanya,” Tapi kan kamu nggak pernah bilang kalau kamu punya kembaran Chloe,” tambahku, karena memang dia tidak pernah bercerita pada kami perihal kembarannya itu.

“It’s a long story, nanti aku ceritain sama kalian, sekarang lebih baik kita ke downstairs, aku nggak mau kalau dandananku hanya terbuang sia-sia. Aku ingin paling tidak bisa slow dance sama kamu Dave,” dia berdiri dan mengulurkan tangannya, aku menyambut uluran tangannya lalu kita berjalan bersama meuju downstairs.

Ketika kami berdansa aku masih saja terus memikirkan kejadian barusan. Aku masih tidak percaya kalau Chloe itu cinta padaku. Pantas saja dia ketika kami sedang duduk berdua pasti dia akan terus menatapku dengan tatapan penuh damba. Yah, aku tahu sekarang apa maksud dari tatapan yang selalu dia berikan ketika kami hanya berdua saja, itu adalah tatapan cinta. Mungkin aku itu pintar soal pelajaran, tapi sepertinya aku bodoh soal percintaan. Apa mungkin itu karena Chloe itu wanita, jadi aku tidak peka dengan sinyal yang dia berikan karena radarku tidak menangkapnya. Ah sudahlah, lebih baik aku sekarang fokus berdansa saja.

***

Pesta dansa telah usai, kini saatnya penobatan siapa yang akan menjadi Duke and Duchess of Saddie Hawkins. Para nominasi di panggil naik ke atas panggung, untuk Duke nominasinya adalah Eddie kelas X IPS, Michael kelas XI IPA, dan yang terakhir adalah kak Panca, tapi dia tidak naik ke atas panggung hingga akhirnya panitia memutuskan untuk menggantinya dengan Aldo anak kelas XII IPS. Sementara untuk Duchess ada Elaine dari kelas X IPA, Tiffany dari kelas XII dan Chloe dari kelas XI.

Sebenarnya nominasi sudah diumumkan dari seminggu yang lalu, hanya saja baru malam ini finalnya. Padahal aku masuk nominasi, hanya saja kita sudah sepakat kalau panitia tidak ada yang boleh masuk ke dalam daftar nominator. Akhirnya aku digantikan oleh Michael. Aku memutuskan untuk mencari dimana kak Panca. Sudah lama aku tidak berbicara dengannya setelah kasus penyebaran foto itu terungkap. Dia merasa bersalah yang akhirnya membuat dia menjauh dariku.

Aku mencoba menghubunginya, tapi tidak dia angkat. Aku melihat ke daftar hadir tamu. Nama dia ada, tapi dia tidak terlihat di dalam ball room maupun di sekitaran Downstairs. Akhirnya aku memutuskan pergi ke lapangan basket, tempat favoritnya.

Benar saja dia sedang berada disana, lengkap dengan balutan jas berwarna hitam dan dasi yang terlepas. Dia sedang asik mendrible bola basket lalu melemparkannya ke dalam ring. Ketika bola itu berhasil masuk ke dalam ring aku bertepuk tangan dan dia langsung menengok ke arahku. “Nice Shoot,” kataku. Dia menatapku sesaat lalu dia kembali memantulkan bola basket tersebut ke lantai dan tak memperdulikanku lagi. Aku berjalan memasuki arena lapangan basket.

Aku mencoba merebut bola basket itu darinya. Walaupun aku tidak sejago kak Panca tapi paling tidak aku bisa teknik-teknik bermain basket. Ternyata memang susah, tapi akhirnya aku bisa merebut bola tersebut. Dia menatapku lekat-lekat, “Kenapa Cuma dipegang?” tanyanya.

Aku menggeleng cepat, “Aku mau nanya sesuatu sama Kakak, tapi Kakak harus jawab sejujur mungkin. Bisa?” dia menatapku malas, namun akhirnya dia mengiyakan permintaanku.

“Mau nanya apa lagi?” terdengar nada ketus pada perkataannya barusan.

“Kenapa Kakak mau bersekongkol dengan Chloe untuk menyebarkan foto itu? Padahal Steffano itukan sahabat Kakak sendiri. Memangnya Kakak kenapa bisa setega itu kepadanya?”

“Tega? Kamu bilang aku tega?” tatapannya terlihat begitu mengerikan, “Kamu salah. Sebenarnya yang tega itu dia Dave, dia tega mencampakanmu dan mengkambing hitamkan dirimu agar status aslinya tidak diketahui oleh orang lain. Dia adalah orang yang tega menodai cinta tulusmu dan dia adalah orang yang tega membuat air mata itu jatuh dari matamu. Sekarang kamu bilang kalau aku yang tega? Aku mau nanya sama kamu, tegaan siapa aku dibanding dengannya?” nada meninggi dan kini wajahnya terlihat begitu marah.

“Tapi kan Kak, Kakak tahu kalau dia itu gay denial. Dia butuh waktu kak untuk memberitahu orang lain tentang statusnya. Tapi Kakak tega menjebaknya dengan hal yang murahan seperti itu. Kakak tidak pernah berfikir tentang perasaannya Kak?” aku menjawabnya dengan nada yang tinggi pula.

“Kamu memang orang baik Dave, sampai-sampai kamu selalu berfikir kalau Steffano itu terlalu baik untuk dijahati. Kamu salah, dialah orang jahat sebenarnya. Dia tega bermesraan dengan wanita lain bahkan dihadapanmu sendiri. Itu semua dia lakukan untuk menutupi hal yang dia anggap sebagai aib dan menyalahkanmu agar dia terlihat menjadi korban. Kamu tahu nggak kalau aku dan Chloe melakukannya demi kebaikanmu. Dia pernah bilang kalau dia mencintai kamu sepenuh hati, tapi mana buktinya? Dia malah jadi pengecut seperti sekarang. Dia janji akan datang ketika natal, tapi mana buktinya? Bahkan di hari ulang tahunmu dia sama sekali tidak memberi ucapan selamat padamu. Dan kamu sekarang bilang kalau aku ini jahat?  kamu benar, mungkin aku ini orang jahat, tapi paling tidak aku melakukan kejahatan untuk melindungi orang lain bukan melakukan kebaikan untuk diri sendiri dan malah menyalahkan orang lain,” perkataanya yang telak itu langsung membuatku terbungkam. Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan padanya. Dia telah menyadarkanku siapa Steffano sebenarnya, dan sekarang aku malah menuduhnya sebagai orang jahat. Padahal akulah orang jahat itu.

Dia berbalik dan mengambil pakaian toganya. “Oh ya, besok aku akan pergi ke Inggris. Aku diterima di Oxford university. Aku minta maaf kalau selama ini aku jahat sama kamu. Aku hanya ingin berpamitan. Terima kasih,” lalu dia berjalan pergi meninggalkan lapangan basket. Aku langsung terduduk lemas, aku mengutuk diriku sendiri yang terlalu bodoh dan menyalahkan orang lain karena aku terlalu mencintai Steffano.

Aku memutuskan untuk mengejar kak Panca, namun sepertinya dia sudah pulang, karena mobilnya sudah tidak ada di parkiran. Aku langsung mencari Chloe, dia pasti tahu alamat rumah kak Panca. “Chloe, aku minta lamatnya rumah kak Panca sekarang!” pintaku cepat.

“Buat apa Dave?” tanyanya heran.

“Sudahlah ini masalah penting!” Chloe langsung menulis di iphonenya. “Sudah?” tanyaku, dia menganggukan kepalanya. Aku langsung berlari pergi meninggalkan ball room menuju parking lot.

Sesampainya disana aku langsung masuk ke dalam mobilku. Mobil yang dihadiahkan Papah di ulang tahunku yang ke 17 , Desember kemarin. Aku langsung menyalakan mesin dan menjalankan mobil keluar sekolah.

Kulihat layar smartphoneku, disitu terdapat alamat rumah kak Panca yang Chloe kirim lewat whatsapp. Aku langsung menuju tempat tinggalnya. Selama liburan kemarin aku belajar mengendarai mobil, dan sekarang aku sudah lumayan lancar, walaupun aku masih belum berani terlalu jauh ketika mengendarai mobil.

Akhirnya aku sampai di depan rumah kak Panca. Untung saja aku tidak nyasar. Aku buru-buru keluar dari mobil dan berjalan ke arah pagar rumahnya. Setelah memencet bel tiga kali akhirnya pagar itu terbuka dan aku dipersilahkan masuk oleh satpam di rumah tersebut. Ketika aku memasuki rumah kak Panca tiba-tiba seorang wanita yang berperawakan gemuk menyambutku, “Walah, pasti ini Den Dave yah?” Tanya wanita tersebut.

“Kok ibu tahu?” tanyaku heran.

“Ya jelas tahu lah, wong foto den Dave ini terpajang di kamar den Panca. Oh ya jangan panggil saya ibu, panggil saya bibi saja. Saya pembantu di rumah ini,” aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku saja, aku tidak mau terlalu lama mengobrol dengannya karena aku harus bertemu dengan kak Panca. Aku harus meminta maaf padanya.

“Oh ya Bi, kak Pancanya ada?” tanyaku.

“Ada. Aden dari sini naik ke lantai dua aja, kamar den Panca ada disebelah kiri tangga,” jelas si Bibi, aku langsung berlari ke arah tangga, “Lho..lho.. kok lari, Aden mau minum apa?” Tanya si Bibi.

“Apa aja,” teriakku padanya. Oke, mungkin ini tindakan paling tidak sopan yang pernah kulakukan di rumah orang lain.

Aku mengetuk pintu kamar kak Panca setelah aku sampai di depan kamarnya, namun tidak ada sahutan dari dalam. Akhirnya aku nekat masuk. Kamarnya terlihat cukup rapi, dengan dilengkapi berbagai macam fasilitas pengusir kebosanan. Aku melihat ada foto dengan ukran sangat besar, itu adalah fotoku dengan kak Panca yang di ambil ketika MOPDB, dia memintaku berfoto bersama dan akhirnya aku mengiyakan. Foto itu terpasang di dinding atas tempat tidurnya. Aku memanggil-manggil nama kak Panca namun tidak ada jawaban, hingga aku mendengar gemericik air di kamar mandi. Pasti kak Panca sedang mandi. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk di kasurnya dan membaca Novel yang tergeletak di tempat tidurnya.

Tak lama si Bibi datang, dia mengantarkan air minumku kemudian dia kembali keluar kamar. Aku menikmati minuman tersebut sambil membaca novel. Ternyata ceritanya cukup menarik sampai-sampai aku ketagihan. Terdengar kalau pintu kamar mandi terbuka, dan kak Panca muncul dengan kondisi bugil, dia sama sekali tidak mengenakan apapun.

“Aaaaaa…” teriakku, yang membuat dia kaget dan langsung kembali masuk ke dalam kamar mandi. Tak lama dia keluar dengan mengenakan jas handuk.

“Kamu kenapa bisa ada disini?” tanyanya heran.

“Aku pengen minta maaf sama Kakak,” jawabku singkat. “Tapi lebih baik Kakak ganti baju dulu deh!” dia hanya menganggukan kepalanya lalu berjalan ke lemari dan mengambil sepasang baju lalu memakainya di dalam kamar mandi.

“Tahu darimana alamat rumahku?” tanyanya begitu keluar dari kamar mandi.

“Dari Chloe,” dia mengangguk-anggukan kepalanya lalu menaiki tempat tidur dan duduk disampingku.

Aku langsung memeluk tubuhnya, “Maafin aku Kak, aku jahat karena aku nuduh Kakak yang enggak-enggak. Aku juga minta maaf  karena udah marah-marah sama Kakak. Pokoknya aku mau minta maaf sama Kakak,” namun dia tidak menjawab dan malah tertawa. “Kok malah ketawa?” tanyaku sambil memandang kesal ke arahnya.

“Habis siapa yang nggak ketawa kalo denger permintaan maaf kamu yang kayak anak kecil gini,haha”

“Terus gimana donk cara minta maaf yang nggak kayak anak kecil?” tanyaku polos. Dia kembali tertawa tapi dia malah menoel ujung hidungku.

“Iyah, Kakak maafin kamu. But I owe you an apologize too. I’m sorry Dave, for everything,” katanya. Aku hanya menganggukan kepalaku. “Kamu mau nggak nginep disini. Besok kan aku udah berangkat. Anggap aja ini hadiah kelulusan buat aku,”

“Oke deh. Anggap aja ini permohonan maaf dari aku juga,hehe” kataku, lalu dia mendekapku makin erat. Dan kami tertidur bersama setelah sebelunya aku mengirim pesan pada Amanda kalau malam ini aku menginap di rumah kak Panca.

***

“Aku mau jujur sama kamu walaupun aku tahu mungkin kamu tidak bisa membalas perasaanku ini. Sebenarnya aku cinta sama kamu Dave, tapi aku tahu cintamu hanya untuk Steffano jadi aku hanya ingin jujur padamu saja,”

Sebenarnya aku tahu kalau kak Panca itu suka sama aku, hanya saja dia belum menyatakannya secara resmi. Tapi sayang aku masih belum bisa mencintai orang lain selain Steffano. Mungkin aku memang jahat, api aku akan lebih jahat lagi apabila mengiyakan kejujuran kak Panca. “Terima kasih Kak, tapi aku minta maaf  karena aku tidak bisa membalas cinta Kakak,”  kataku penuh sesal.

“It’s okay. Kan tadi aku bilang kalau aku hanya ingin jujur saja,” jawabnya. Tak lama tedengar pemberitahuan kalau kak Panca harus check-in. Dia bangkit, “Here I go,” katanya. “Jaga diri baik-baik yah Dave!” dia menyeret kopernya.

“Iyah, Kakak juga yah. Sukses yah, pokoknya Kakak harus lulus paling tidak dapat predikat Cumlaude,” dia tersenyum ke arahku dan menganggukan kepalanya. Lalu dia berbalik dan menarik kopernya menjauh.

Aku melihat suasana sekeliling koridor ini cukup sepi, “Kakak,” panggilku, dia membalikan badannya, aku berlari kearahnya dan memeluk tubuhnya dan kuberanikan diriku untuk mencium bibirnya. Mungkin ciumanku tidak se-intim ciuman Rangga dan Cinta dalam film AADC dan tidak se-mesra ciuman Tita dan Radit dalam film Eiffel I’m in love, tapi ciumanku adalah ciuman seorang adik pada Kakaknya. Terserah orang mau bilang apa, yang jelas aku tulus mencium kak Panca sebagai seorang adik.

“Buat apa ciuman ini?” tanyanya.

“Itu ciuman perpisahan dari seorang adik pada kakaknya,” jawabku sambil tersenyum lebar. Dia tertawa dan mengacak-acak rambutku.

“Dasar. Yasudah Kakak berangkat yah,” dia berjalan menuju ruang check in. Kulihat satpam disitu menatap aneh ke arahku, namun aku tak menghiraukannya. Aku berjalan menjauh dan menuju tempat parkir dengan perasaan senang dan lega.

-To be Countinued to Perkamen Thirteen-

Hoolllaaaaa…..

How are you gays? lama tak bersua,wkwkwk

Maaf yah kalau lanjutan chapter ini lama banget, aku baru sempet soalnya. maklum namanya juga orang sibuk,wkwkwk

Next part aku usahain gak lama lagi deh,hehe. oh ya aku udah review ulang mudah-mudahan aja gak ada typo yang nyangkut,wkwkwk

Buat cowok Ber-sweater merah dengan senyum terindah yang kemarin ketemu untuk kedua kalinya di monas, aku cuman mau bilang kalau aku tresno karo koe,wkwkwk

Kenapa sih kamu itu ganteng banget? katanya kalau ketemu pertama kali itu namanya hanya pertemuan, yang kedua kali namanya kebetulan, nah kalau udah ketiga kali itu namanya jodoh. mudah-mudahan aja kita biaketemu lagi yah,hahaha

Buat Rendi, pokoknya lo harus bantuin gue buat kenalan sama tuh cowok. tapi awas aja kalau lo rebut tuh cowok ganteng,wkwkwk

oke, cukup sekian curcolnya. JANGAN LUPA KOMEN!!! hehehe

Yours truly

Onew Feuerriegel

48 thoughts on “Floque – Perkamen 12

  1. waw long time untuk F.P 12
    “Dave : Simpan perasaan itu hingga nanti kamu akan menemukan pria yang tepat untuku –> (untuk mu) Chloe”
    penggunaan kata “Kakak, Papah, Bibi” –> mungkin huruf awal-nya kecil deh soalnya itu gak diawal kalimat kan *so tau hehe kalau emang salah koreksi lagi aja ya de onew (ternyata kamu lebih muda dari aku toh -,-) pengen belajar komen😀
    buat cerita-nya asik ko de onew haha

    • Iyah, long time no see you too,hahaha kayak pernah ketemu aja,wkwkwk

      iyatuh.. aku salah,hahaha harus.a “untukmu” eeehh malah ‘m’ nya gak kebawa malah jadi.a “untuku” missed ‘m’ nya,wkwkwk

      owh gtu yah, aku kira krn itu kata ganti nama jadi.a di gedein huruf depan.a,hahaha

      asseeekkk aku dibilang adek. makasih kakak.. *kecup basah*

      iyaahh makasih kakak… eh tapi kakak tau aku lebih muda darimana???

      • maka-nya maen dong ke Bandung🙂
        kata guru aku gitu sih new tapi cek lagi aja dah
        mudah -mudahan aku yang salah
        lucu jga dulu di bilang kakak eh ternyata masih lebih muda dari aku hahaha dasar onew ;P
        kecup basah diterima *lirik kanan kiri waspada ada si pacar
        telepati hati ke hati
        ya ini anak pelupa juga ternyata ck
        mana ayo hadiah natalnya ? ayoo

        • Maauuuuu….
          Kakak jemput aku gih! sekarang yah!hahaha

          Wadduuhh klo guru yg bilang sih biasa.a bener,hehehe

          Wadduuhh ada pacar.a toh. pacar.a cowok atau cewek?? kalo cowok boleh kenalan donk,wkwkwk

          salam buat pacar.a yah kak,hehe

          Waaahh.. kirimin alamat kakak dulu. nanti aku paketin kado.a,haha
          tapi aku minta kado juga dari kakak, kado ulang tahunku,wkwkwk😉😉😛

          • jmput kemna ? yang jlas dong:D
            tpi klo k Jakarta males deh
            tkut masih banjir :p

            pacar.a masih cowok ko dia org pertama yang bikin aku falling in love sama nama.a cowok haha
            yup aku masih gay abal-abal *curhat
            makanya pengen belajar dari de onew *unyu bnget mangil.a -_-

            boleh klo dia mau soal.a sama dia juga gay abal-abal kya aku haha gini dah jadinya straight yang kejebak cintah

            mau alamat di Bandung apa di Puncak ayo pilih🙂
            Kpan ulang tahun ? wah selamt menua yah mudah-mudahan dapet cowok yang ganteng
            hadiah.a apa ya😀

            • Iyah, jemput ke jekardah,hehehe
              Jemput.a pake helikopter donk biar gak kebanjiran,haha

              Itumah judul.a bkn str8 yg jatuh cinta sama cowok. tapi gay yg baru mengetahui jati diri.a,wkwkwk

              Belajar sama aku? aku aja belom pernah pacaran,hehe

              Suruh dia main kesini juga. eh tapi dy suka baca gak??

              lha, kak roby emang tinggal.a dmn.a? yg skrg jadi hometown ajalah…
              tggal 26 desember kmren..

              makasih kakak. semoga doa.a dikabulkan..hehe

  2. gk akan komen soal typo ato sebangsanya,, ceritanya makin menarik n membingungkan, kira2 mw dibawa kemana itu si Dave, jgn2 nanti bkln muncul Zack dgn kegantengan yg tak terkiranya,,, hehehe
    udah ah, semangat trus nulisnya,

    #lempar alpenliebe

    • *pukey…

      Itu gak bakalan terjadi zack. aku usahain kalau tokoh zack gak akan pernah ada di ceritaku,haha

      iyaahh makasih zack,hehehe

    • ruka@ sabar, hahaha. duuuh.. gk nyangka ada yg nunggu ceritaku,.. aku lg pnya seabrek tgs n kgiatan akhir2 ini… minggu dpn mngkin, tapi tetep gk bisa janji..
      onew@ bagus new, ntar fans aku malah tambah banyak… hehehe
      #kasih alpenliebe lewat mulut

  3. yak .. review ..
    1. Sudah tidak ada typo .. for now ..
    2. Penggunaan kata B. Inggris harusnya dicetak miring, and you missed that ..
    3. Tidak ada spasi antara koma(,) tanda petik(“) dan juga huruf pada dialog ..
    Yang aku telaah cmn dapet 3 .. itu aja ..
    about story, yaa aku bisa liat perbedaannya .. hanya agak boring aja .. I don’t know .. tapi masih belum ada yang special for me ..

    • Aseeekkk aseekkk udh gak ada typo, padahal masih keselip satu tau,wkwkkw

      oke..oke i missed that!😦

      yg ketiga aku masih bingung ruka, fufufu

      but thanks utk masukan.a. jadi kapan kamu mau add fb aku pake fb asli kamu?hahaha

          • nanya secara ga langsung :p
            kan minta fb artis .. haha😀
            oh iya buat point ketiga itu maksudnya gini .. “Kalo gitu hayo,hehe” yg harusnya “Kalo gitu hayo, hehe” .. jadi spasinya levih diperhatiin lagi gtuloh ..🙂
            eh, kak Onew, kalo bang Doodle punya blog atau WP gak sih ?? kalo ada apa nama WP atau blognya ??

            • Gak donk. yg aku tanyain kan kapan nge-add bkn nanya fb kmu knp. so lebih diperhatikan lagi yooo!hahahah

              Artis??? really???
              i cannot believe it!hahaha

              oh oh oh.. yeah i got it!
              kayak.a udh aku space deh, tapi seperti.a jariku yg imut2 ini kurang neken, jadi.a gak ke space deh,hahaha

              kayak.a dia punya deh. tapi gak tau masih aktif atau gak. dan yg jelas aku lupa nama WP.a.. eh kalo gak salah tsukishidood deh.. coba kamu cari aja, atau gak tanya sama dia langsung. nama Fb.a doodle deedum…

      • yah maklum net gw kan sibuk harus syuting WS ma Floque , loe taukan gw jd Tivo di WS n jd Dave di Floque so i’m so sorry ( dilarang protes ) , anyway rendy suruh masukin gw lage di grup donk kmrn WA gw hapus , error . . . Cuz yah . . .#bye2 kibas pantat

  4. finally update juga, btw itu novel yang dimaksud chloe i love you mr gay bukan? ._. back to topic, cerita nya keren abis new, makin penasaran gue =)) oke gue tunggu update nya

    • Iyahh.. finally i finished it,wkwkwk

      bkn novel far, tapi cerpen. judul.a two pieces of a puzzle,hahaha

      oke..oke.. dtggu aja yah far.. :-*😛

      • noh udah muncul yang part 13😄

        oh beda ternyata, soalnya di wattpad juga ada novel dari gay jadi hetero, judul nya I love you Mr.Gay itu

  5. Wew i really like the last part from this story , you know? im so touchty ^_~ , tapi ko bego banget davenya masih aja inget ama steffano -_-
    . Dave sama kak panca aja kak udah cocok ato yang lain… Jangan balik ama steffano pokonya
    always waiting for your story :-*

    • iyyaahh Dave itu bego banget. sama kayak aku kalo ngadepin mantanku,wkwkwk #malah curhat,haha

      Dave sama siapa yah nanti? sama aku aja deh,hahaha

      eh tapi dave itukan bot, aku juga bot, jadi kayak lesbian donk?hahaha

  6. Hahahaha, kak onew bisa aja gapapa kali kak kan sesama bot jadi sesama muhrim itu di halalkan buat pegang pegang ,wkakakaka,,😀 *plak*😀

  7. Holla Onew… Long time not comment yeahh… hhahaa..😉
    Gue ngakak deh New yg lo bilang d.komen atas “kalo bot sama bot itu lesbiah. hhaha.. *okey back to story..
    hmm menurut gue makin menarik sih cerita hidup nya si Dave, and sorry New i slightly bored for this perkamen.. tp New itu idup nye si Dave liku” banget yakk..
    And New mungkin yg lo liat d.monas gue kali.. hhaha (*pede😛 ) soal nya gue kemaren waktu ikut car free day juga pake sweater merah kok..😉

    • Lha iya donk Far, kan jadi gak ada yg nusuk. masa harus pake double head dildo??? eewww that so awkward,wkwkwkwk

      Liku donk. kan hidup emang penuh lika-liku,hehe
      Hhaaahh masa?? dia itu yg sekarang jadi Avatarku lho. jadi silahkan disamakan dengan muka kamu, klo sama yah selamat,wkwkwk
      walaupun aku gak yakin,hahaha

      • jelas bukan deh.. soal nya itu mah jelek.. masih gantengan gue hhahaa..😉
        and gue mah remaja,, itu mah bokap”.. hhahaaa😛
        Itu die pas banget yee lo foto lagi nengok ke elo.🙂

        • Really???
          No pic = Hoax…. hahaha
          eeiittts tapi sebener.a dia ganteng tau, really. kalo gak percaya tanya noh sama si rendi! kmren kan kita jalan bareng,hehe

          enak aja. dia itu masiih teenage keles. kalo liat asli.a pasti bkalan terpesona,haha

          iyah, i know. itu poto gue ambil pas ketemu pertama kali, tggal 24 november, kita kan sempet lirik2an ala2 anak SD,wkwkwk
          nah kmren ketemu lagi utk yg kedua kali.a,haha

          I LOVE HIM…. huuuaaaaa *blushing*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s