Floque – Perkamen 11


Logo Jubilee(resize)

Chapter Eleven : Revenge.

 

“CHRIS…” Teriakku.

“Dave, kamu kenapa?” Tanya Amanda cemas. Kulihat ke sekeliling ternyata aku ada di dalam mobil Chloe. Dan peristiwa yang barusan aku alami ternyata hanya mimpi belaka. Kulihat Cassie yang ada di bangku depan pun menoleh ke belakang dan Chloe melihat keadaanku melalui spion yang ada di atas kepalanya.

“Oh uhm.. aku gak apa-apa kok. Just nightmare,” kilahku, aku menyeka keringat yang membasahi leherku dengan tisu. Mereka hanya meng-Oh panjang lalu kembali fokus dengan apa yang tadi mereka lakukan. Ternyata mimpi barusan membuatku mengeluarkan banyak keringat, padahal udara di dalam mobil Chloe cukup dingin. Tapi yang membuatku bingung adalah kenapa aku bisa memipikan Chris.

Chris adalah sahabat kecilku. Kita dulu teman sepermainan. Dia lebih tua satu tahun dariku, tapi karena waktu itu dia pindahan dari Jepang maka dari itu dia harus mengulang dari kelas satu. Dan itu membuat kami sekelas. Dia manis, berkulit putih khas asia, dengan lesung pipi di kedua pipinya. Bulu matanya panjang namun tidak lentik. Matanya agak sipit tapi tidak terlalu. Dan kalau dia tertawa pasti akan menampilkan deretan giginya yang kecil-kecil. Aku dan dia cukup dekat, ralat, sangat dekat sebenarnya. Terkadang dia suka menginap di rumahku. Aku juga sering main ke rumanya. Dan hubungan itu terjalin hingga kita memasuki kelas tiga SD.

Dulu mungkin aku tidak tahu apa itu cinta. Yang jelas aku selalu nyaman ketika berada di dekatnya. Kemana-mana kita selalu berdua. Sampai teman-temanku bilang kalau kita itu pacaran. Namun karena dulu kita masih anak-anak, maka kita menganggapnya hanya bercanda. Lagian dulu Chris belum terlalu lancar menggunakan bahasa Indonesia. Jadi, dia hanya dekat denganku, karena Neneknya itu bersahabat dengan nenekku.

Oh ya, aku dan Chris pernah melakukan hal yang mungkin tidak pernah dilakukan oleh anak seusia kami. Kami pernah berciuman. Itu semua terjadi karena kami penasaran. Jadi begini ceritanya, waktu itu kami pulang sekolah. Chris mampir ke rumahku, tapi di rumah Papah sedang tidak ada. Dia masih di kantor. Jadi kami menghabiskan waktu siang kami hanya bermain Tamiya.

“Dave, aku bosen main Tamiya. Kenapa sih Tamiya ku selalu kalah sama Tamiya mu. Mending kita nonton TV aja yuk,” dia bangkit lalu meraih tanganku. Aku tersenyum kepadanya lalu ikut bangkit dan berjalan di belakangnya. Sesampainya di ruang tengah kita nonton TV. Tapi karena acaranya tidak bagus kami memutuskan untuk nonton film saja.

“Kita mau nonton apa?” tanyaku, aku mengambil toples berisi potato chips lalu memangkunya di pahaku. Chris sedag duduk di bawah sambil memilah-milah kaset mana yang akan kita tonton.

“Kita nonton ini aja yah,” katanya, dia menunjukan kaset Tarzan kepada ku.

Aku menggeleng, “Chris kita sudah beberapa kali nonton film itu. Aku bosen,” jawabku, lalu kulanjutkan mengunyah potato chips ku.

“Kalo ini?” dia kembali menunjukan kaset yang ternyata itu kaset power rangers.

Aku menggeleng lagi, “Aku bosen. Pasti nanti ujung-ujungnya power rangersnya menang,”

“Jadi kamu mau nonton apa?” dia memandang kesal ke arahku.

Aku berfikir sejenak sambil mengetuk-ngetukkan jari di daguku, “Ahhh, aku tahu,” aku beranjak dari tempat duduk ku, lalu berjalan ke arah Chris. Aku mengambil salah satu kaset yang berada di deretan susunan kaset, “Kita nonton ini aja. Kemarin Papah beliin aku ini.” Aku memberikan kaset Spider man kepadanya. Lalu aku kembali ke tempat duduk ku.

Setelah dia memasukan kaset pada DVD player dia bangkit dan duduk di sebelahku. Lalu film pun di mulai. Aku menaruh potato chips yang tadi aku pangku di tengah-tengah kami. Kami menonton sambil menikmati potato chips. Ternyata filmnya seru. Aku suka. Begitu juga dengan Chris, dia terlihat sangat menikmati film ini. Film terus berputar hingga menampilkan adegan dimana si Petter parker mencium si Mary Jane dari atas dengan posisi terbalik sambil bergelantungan di jaringnya sendiri. Aku dan Chris sangat terkejut, karena ini pertama kalinya kita melihat adegan ciuman.

Aku langsung refleks menutup kedua mataku dengan tanganku karena entah kenapa aku merasa malu. Padahal itu hanya ciuman, tapi mungkin karena aku masih lugu, jadi aku bertindak seperti itu.

“Kamu kenapa menutup matamu Dave,” Tanya Chris.

“Ak malu.” jawabku singkat.

“Hahaha, kamu lucu. Sudah buka mata kamu! ciumannya sudah selesai kok,” katanya, dia meraih kedua tanganku dan menariknya ke bawah, lalu dia tersenyum ke arahku.

Kulihat di layar televisi menampilkan sosok Spider man yang sedang bergelayutan pada jaringnya yang tersangkut diantara gedung satu ke gedung yang lainnya. “Fyyuuuhh, untung saja sudah selesai ciumannya,” jawabku sambil memasukan kembali potato chips ke dalam mulutku.

“Memangnya kenapa Dave? Mereka kan hanya ciuman,” katanya, dia melakukan hal yang sama denganku. Yaitu memasukan potato chips ke dalam mulutya.

“Iyah. Tapi kata Papah kita itu nggak boleh nonton orang ciuman. Kita kan masih kecil,” jawabku.

“Oh gitu. Nenekku juga bilang kaya gitu sih. tapi aku malah penasaran, gimana sih rasanya ciuman itu. Kamu mau nyoba nggak?” dia bertanya padaku. Dan pertanyaannya itu langsung membuat aku kaget. Aku terdiam sejenak, “Dave,” dia melambai-lambaikan tangannya di depan wajahku.

“Oh ehm maksud kamu apa?” tanyaku bingung.

“Kamu mau nggak kita nyoba ciuman. Kayak yang di film tadi,” dia memandang lekat wajahku dan menaik turunkan alisnya.

Aku bingung antara mau dan tidak, tapi rasa penasaranku mengalahkan semuanya, “Mau,” jawabku singkat. Chris tersenyum ke arahku. Dia menggeser posisi duduknya mendekat dan menghadap kepadaku. Dia meraih remote DVD lalu mengulang kembali adegan dimana Petter mencium Mary Jane.

Perlahan dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku merasa gugup. Entah kenapa jantungku terasa begitu cepat berpacu. Wajahnya semakin dekat. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya di wajahku. Lalu dia memajukan posisi bibirnya. Akupun melakukan hal yang sama, hingga akhirnya bibir kami bersentuhan. Dan rasanya itu aneh. Yups aneh menurutku, mungkin karena Ini adalah ciuman pertamaku. Ciuman pertamaku dengan seorang laki-laki yang juga sekaligus sahabatku. Mungkin ciuman ini terasa aneh karena kami belum mengerti arti ciuman yang sesungguhnya. Sekitar beberapa detik bibir kami menempel. Tidak ada saling melumat maupun pergulatan lidah karena memang kami waktu itu masih kecil. Hingga akhirnya kami memutuskan untuk melepaskan ciuman kami.

“Hahaha,” tawa kami pecah bersamaan setelah bibir kami terlepas.

“Bibir kamu manis Dave,” katanya sambil tesenyum kepadaku.

“Bibir kamu rasanya kayak potato chips,” jawabku lugu, dan itu membuat Chris tertawa. Aku baru sadar kenapa waktu itu bibir Chris terasa seperti potato chips. Itu karena memang dia sedang makan potato chips. Tapi kenapa Chris bilang bibirku rasanya manis? Harusnya kan gurih, karena rasa potato chips itu kan memang gurih. Entahlah yang jelas aku hanya bisa tertawa kalau mengingat kejadian itu.

“Dave,” Amanda menggoyang-goyangkan badanku. Aku pun tersadar ternyata kita sudah sampai di sekolah. Tadi aku sempat tertidur karena aku merasa sangat mengantuk. Mungkin karena aku baru sampai rumah sekitar jam 12 malam, karena pada malam harinya aku harus menghadiri jamuan makan malam bersama tim olimpiade dan anggota pemerintahan. “Kita sudah sampe, ayo turun!” ajaknya, lalu dia mendorong pintu mobil hinga terbuka. Aku pun melakukan hal yang sama.

“Today, gonna be hard day for me. Khususnya bagi para wanita mulut ular. Arrgghhh help me mother Theresa,” ungkap Chloe ketika kami turun dari mobilnya. Dia menarik-narik posisi jasnya lalu merapikan tatanan poninya, selanjutnya dia melangkah mantap. Di belakangnya Cassie, lalu aku dan Amanda menyusul.

“Memangnya kenapa sih?” tanyaku pada Chloe penasaran.

“Memangnya lo belum kita kasih tau yah Dave? Si Chloe itu lagi jadi bahan pergunjingan satu sekolah,” jawab Cassie.

Chloe langsung berhenti dan membalikan posisi tubuhnya, “Stop! Jangan ngomong disini! Itu akan membuktikan kalo kamu nggak ada bedanya dengan para serigala berbulu kambing itu,”

“Domba,” sergah Amanda.

“Whatever,” dia memindahkan tatapannya ke arahku. “Nanti aku certain semuanyasama kamu. Tapi jangan sekarang. Kita harus cepat-cepat masuk karena kita ada ulangan bahasa,” Chloe menarik tanganku. Lalu kami masuk lift menuju ke lantai 5. Setelah sampai di lantai 5, kami berpisah. Aku dan Chloe keluar lift terlebih dahulu, karena Cassie dan Amanda harus ke lantai 6.

***

“Kita mau duduk dimana?” tanyaku begitu kami sudah sampai di depan Jiscaf.

Chloe terlihat berpikir sejenak sambil melihat-lihat meja mana yang akan dia pilih, “Ehm itu,” tunjuknya pada meja yang berada di pojok Jiscaf. Kita tidak duduk di tempat biasa karena ruangan ini telah di renofasi selama kita liburan kemarin.

“Tapi kan itu ada orangnya Chloe,” kataku.

“Sudah kamu ikut aja deh!” dia berjalan cepat ke arah meja tersebut. Dan ternyata di meja tersebut orang itu sedang berciuman, “Eheemm,” Chloe menegur mereka. Lalu mereka melepas ciumannya dan melihat ke arah Chloe, “Eeeww Gross, get a room guys!” ungkap Chloe dengan tatapan mengejek.

“Ehh lo Chloe, lo ganggu kita aja deh. Sini-sini duduk,” kata gadis tersebut. Oh ya aku ingat, dia itu temannya Chloe di club designer. Namanya kalau tidak salah Belinda. Lalu kami duduk di meja tersebut. “Udah berapa lama lo ngeliatin kita ciuman?” lanjut Belinda.

“Euugghh nggak lama kok, baru sebentar aja gue langsung mual lihat kalian ciuman,” katanya sambil menunjukan ekspresi seperti orang ingin muntah. Yang langsung dibalas seyuman lebar oleh Belinda.

“Bilang aja lo sirik sam gue,” balas Belinda.

“Sirik sama elo? Nehi ya…” kata Chloe sambil menggoyang-goyangkan telunjuknya di depan wajah Belinda. Lalu Belinda dan kekasihnya hanya tertawa.

“Oh ya Honey, aku berangkat kuliah dulu yah,” kata pria tersebut lalu mencium kedua pipi Belinda kemudian berpamitan kepada kami.

“Jadi itu pacar lo?” Tanya Chloe pada Belinda ketika pacar Belinda sudah pergi, lalu di balas dengan anggukan kepalanya. “Ganteng sih, namanya siapa?” tanya Chloe sekali lagi.

“Bams,” jawab Belinda singkat, lalu dia menyesap jus jeruknya.

“Owh, bukan Bams Samsons kan?”

“Bukan donk. Lo liat donk, mukanya itu lebih ganteng dari Bams samsons. Pipinya gak bolong-bolong kayak wajah si Bams yang itu. Dia lebih keren lagi,” sahut Belinda.

“Ya..ya ..ya. kayaknya dia bakalan lebih cocok kalo jalan sama gue deh Bel,” Chloe tersenyum ke arah Belinda.

“Oh shut up! He is mine,” jawab Belinda mantap.

“Oke..oke. gue cuman bercanda kok,” kata Chloe lalu dia sibuk membolak-balikkan daftar menu. “Kamu kenapa ngeliatin aku kayak gitu Dave?” Tanya Chloe.

“Enggak kok. Aku cuman agak bingung aja, sekarang kamu pakek kata lo gue yah?” tanyaku. Karena biasanya Chloe itu selalu menggunakan aku kamu. Aku sih tidak masalah, hanya sedikit bingung saja.

“Oh itu. Aku sebenarnya udah lama kok pake kata lo gue, cuman semenjak ketemu sama kamu aku memutuskan utuk pakai aku kamu lagi. Apalagi kembaran palsu kamu tuh si cupu Amanda, dia juga pakek aku kamu, jadi aku ikutan deh,hehe. Tapi aku bakalan tetep pakai aku kamu kok kalau aku ngomong sama kamu dan sahabat kita,” jelasnya, aku hanya menganggukan kepalaku saja. “Kamu mau pesan apa Dave?”

“Aku pesan Grape float aja deh,” jawabku singkat.

“Oke,” dia langsung memanggil pelayan dan memesan makanan dan juga minuman kami.

“Gimana masalah lo? Udah kelar?” Tanya Belinda.

“Belum, makin melebar mah iya,” jawab Chloe murung.

“Semoga aja masalah lo cepat selesai yah,” kata Belinda, Chloe pun hanya tersenyum mendengar ucapan Belinda.

“Fyyuuhhh akhirnya sampe juga,” kata Cassie ketika sudah berdiri di depan kami. Di belakangnya Amanda menyusul. Lalu mereka duduk di sampingku. “Lo udah mesenin makanan kita kan Chloe?” Tanya Cassie.

“Sudah, sesuai dengan permintaan kalian. “ jawab Chloe. “Kalian ngapain lari-larian?”

“Kita tadi di uber sama Miss Barbara,” jawab Amanda dengan nafas yang masih agak tersengal.

“Lha, kenapa kalian takut sama Miss Bra? Pasti kalian gak ngumpulin tugas yah?” sela Belinda.

“Namanya Barbara, bukan Bra,” koreksi Amanda.

“Iya, gue tau kok. Tapi kalo di kelas Designer, kita biasa nyebut namanya Miss Bra,” jawab Belinda.

“Lagian mau namanya, Bra kek, Barbara kek, atau Bara-bara-bere-bere kek gue gak peduli. Apaan. masa kita di suruh buat  taplak meja dari kain perca. Memangnya gak ribet apa ngumpulin kain kecil-kecil terus di jahit jadi satu, otaknya ditaruh dimana coba dia. Gue nyesel dulu kenapa ngambil Muloknya Tata busana sih. untung aja gue gak ikut club designer. Gue gak bayangin kalo gue suruh ngejahit tiap hari,Ck.” Cassie langsung meraih jus milik Belinda, “Gue minta yah Bel, haus banget nih,” pamit Cassie pada Belinda.yang di balas dengan anggukan kepala.

“Aku bisa bantu kalian kok. Aku punya hasil karya waktu kelas satu, jadi kalian bisa pakek punya aku,” kata Chloe. Amanda dan Cassie langsung terlihat antusias.

“Mana-mana? Aku mau..” jawab Amanda antusias.

“Iya mana, gue mau.” Lanjut Cassie.

“Eeitss tapi ada syaratnya,” omongan Chloe langsung membuat Cassie dan Amanda memonyongkan bibirnya.

“Kalo di suruh beliin baju Dolce and Gabana gue ogah,” sahut Cassie.

“Iyah, kalau kamu minta syaratnya buat beliin beltnya Louis Vuitton aku nyerah. Bukannya kita gak punya duit, tapi sayang banget kalau harus di tuker sama selembar taplak meja,” lanjut Amanda.

“Oh no. buat apa aku minta itu semua, toh aku udah punya kok. Aku cuman mau,” dia menggoyang-goyangkan telunjuknya agar Amanda dan Cassie mendekat, lalu Chloe membisikan sesuatu kepada mereka, “Gimana? Kalian setuju?” Tanya Chloe.

“Oke,” jawab mereka bersamaan.

“Good. Jangan sampe gagal yah rencana kita,” Amanda dan Cassie mngengguk mantap.

“Eh guys, gue pergi dulu yah, masih ada urusan nih,” pamit Belinda.

“Urusan apaan sih Bel, palingan gak jauh-jauh soal cowok,” kata Chloe.

“Iya donk. Gue sama Dave kan pecinta lelaki sejati,” katanya tersenyum ke arahku. Aku hanya membalas senyumannya dengan senyumanku.

“Yasudah gue pamit yah, bye..” kata Belinda lalu dia menghilang di balik pintu masuk Jiscaf.

Makanan pun datang, kami langsung menyantap pesanan kami. Walaupun aku tidak makan, karena aku hanya memesan minuman saja. “Jadi sebenarnya masalah apa sih yang lagi kamu alami Chloe,” tanyaku menagih janjinya.

Chloe menyesap fresh sitrusnya, “Ehm, jadi identitas gue sebaga transsexual mulai terbongkar,” jawab Chloe yang sontak membuat aku kaget. Untung saja aku sudah menelan grape float ku, jadi aku tidak sampai tersedak.

“Really?” tanyaku tak percaya. Chloe menganggukan kepalanya. “Tapi, siapa yang ngasih tau semuanya?” tanyaku semakin penasaran.

“Tiffany,” jawab Chloe singkat. Oh jadi mantannya Steffano toh, eh tapi mereka kan belum jadian. Ah yasudahlah buat apa ku mengingat kejadian itu lagi.

“Terus darimana dia tahu kalau kamu itu transsexual?”

“Dia nemuin pil hormonku,” jawab Chloe.

“Lagian lo naro hormon sembarangan sih, orang mah lo selipin dimana gitu. Di tete lo kek,” kata Cassie.

“Cass, bisa ngak sih gak usah ngebahas soal itu,”ungkap Amanda.

“Oh iya, gue lupa. Ada yang tersingung gegara gak punya tete,hahah” Cassie dan Chloe tertawa lebar sementara Amanda cemberut dan marah.

“Heh sudah-sudah, kalian itu kalau bercanda jangan kelewatan. Udah Nda, anggep aja omongan mereka angin lalu,” saranku. Dan Amanda hanya melanjutkan makan.

“Iyadeh, sorry yah Nda,” kata mereka bersamaan. Amanda memandang kesal ke arah mereka lalu mengangukan kepalanya yang bisa aku tebak itu karena terpaksa.

“Ok, back to the topic. Terus apa yang akan kamu lakuin? Toh biar bagaimana pun juga anak-anak udah pada tahu kan?”

“Apa yah? Ntar juga kamu tahu kok Dave,” jawab Chloe. “Cass, gimana hubunganmu dengan si Elaine?” Tanya Chloe.

“Elaine? Elaine who?” aku baru pertama kali dengar nama itu. Atau jangan-jangan dia anak baru lagi. Entahlah, yang jelas aku baru dengar nama itu.

“Itu tuh anak baru yang kayaknya suka sama Cassie,” ledek Chloe.

“Oh shut up! Dia belum tentu Lebanese juga keles,” jawab Cassie. “Yah, walaupun gue berharap kalau dia itu Lebanese,”

“Dia anak baru?” tanyaku lagi.

“Iyah, dia anak kelas satu. Tapi bau-baunya si Elaine ini suka sama Cassie,” lanjut Chloe.

“Sok tahu,” timpal Cassie. Tak lama dua orang melintas di depan kami. Satu orang laki-laki dengan tampang yang lumayan dan yang satu lagi wanita berparas sangat cantik. Mungkin dia ini versi ceweknya Revie. Kulitnya putih, matanya bulat, bulu matanya lentik, rambutnya tergerai panjang, tingginya semampai, tubuhnya sexy, dan senyumnya menawan. Terbukti dari hal yang barusan dia lakukan kepada kami. Dia tersenyum kepada kami eh ralat mungkin hanya untuk Cassie.

“Cass, dia senyum ke kamu tuh,” kata Chloe. Aku melihat ke arah Cassie dan dia sekarang sedang terpana. Tampangnya seperti orang bloon. Hingga akhirnya mereka sudah tak terlihat lagi.

“Oh holy crap. My heart skip a beat. Senyumnya bikin gue terlena,” kata Cassie sambil memegangi dadanya.

“Apa aku bilang, dia itu naksir kamu tau,” lanjut Chloe.

“Iyah, tapi kok gue gak nyadar yah. Perasaan gue gak bodoh deh,” Cassie mengetuk-ngetuk kepalanya dengan jari telunjuknya.

“No, you are not stupid. Just Dumb,” perkataan Amanda langsung di sambut tawa oleh Chloe.

“Agree,” jawab Chloe. Cassie mendengus kesal ke arah mereka berdua.

“Terserah kalian deh mau ngomong apa, yang jelas hari ini gue harus nanya langsung ke dia. Gue gak mau kayak Dave yang di PHPin terus,hehe” aku hanya tersenyum menanggapi perkataanya. Karena memang perkataan Cassie ada benarnya juga.

“Yasudah sana kamu tembak! Jangan sampai keduluan sama laki-laki lain,” kataku memberi semangat.

“Aku heran deh. Kenapa cowok ganteng di dunia ini banyak yang gay. Sedangkan wanita yang cantik ternyata lesbian. Terus jatahnya para straight tinggal yang biasa-biasa saja donk,” kata Amanda.

“Yah mungkin karena Tuhan memang adil,” jawabku. Tapi yang di katakan Amanda ada benarnya juga. Banyak pria tampan yang ternyata gay. Gak semua gay itu tampan juga sih, tapi kebanyakan dari mereka lebih merawat diri di banding cowok straight. Itulah yang membuat para pria gay lebih terlihat terawat. Kalau untuk lesbian aku nggak tahu pasti. Yang jelas kalau memang Elaine itu benar lesbian maka mungkin banyak lesbian yang tampil lebih cantik dari wanita pada umumnya.

“Jadi apa yang bakal kamu lakuin Cass?” Tanya Chloe.

“Yang jelas gue harus nanya ke dia dulu,” Jawab Cassie, lalu  dia kembali berkutat dengan makanannya.

***

Aku baru saja turun dari mobil. Hari ini aku berangkat agak siang karena aku harus mengurus beberapa urusan di kementrian pendidikan. Aku mengenakan jasku dan mengancingnya. Setelah itu aku menggendong tas ku dan berjalan menuju lift. Namun tiba-tiba tanganku di tarik seseorang. Ternyata itu kak Panca. Dia menarikku hingga kami berada di dekat lapangan basket.

“Ada apa sih Kak?” tanyaku lalu melepaskan pegangan tangannya.

Dia malah makin menguatkan pegangan tangannya. Tiba-tiba dia menyandarkan tubuhku dan menahanku di situ. Hal yang pernah dia lakukan ketika di vila dulu. Tapi dia kini melakukannya di sini. Di sekolah kami. Dan sepertinya dia tidak memikirkan akibatnya kalau ada orang yang melihatnya. “Apaan lagi sih Kak?” kataku jengah.

“Ssshhh,” katanya, dia menaruh jari telunjuknya di bibirku. “Kamu bisa nggak sih jangan berisik Dave. Aku cuman mau nanya sesuatu sama kamu,” katanya lalu menarik jari telunjuknya dari bibirku.

“Oke, Kakak mau nanya apa?” tanyaku kesal, kali ini dia melepaskan pegangan tanganku. Tapi tangannya malah dia sandarkan ke tembok diantara kedua sisi kepalaku.

“Kemarin kamu ngasih ucapan sama Steffano?” dia memandang wajahku lekat, seakan-akan aku ini buruannya.

“Eh…uhmm iya, memangnya kenapa Kak?”

“Enggak apa-apa. Cuman mau mastiin aja. Kalian nggak balikan kan?” dia terlihat bingung dengan perkataan yang barusan dia lontarkan.

“Enggak kok. Tapi memangnya kenapa kalau kita balikan lagi?” tanyaku penasaran. Dia terlihat semakin bingung dan salah tingkah.

“Eh..anu..emmm aku gak rela,” katanya cepat.

Aku mengerutkan dahiku, “Gak rela? Gak rela kenapa? Kan kita gak ada hubungan apa-apa Kak?”

“Kamu lupa yah kalau kita ini pacaran?” katanya dengan seringaian yang menghiasi bibirnya.

“Pacaran? Sejak kapan?” tanyaku makin bingung. Maksud perkataannya itu apa sih, ucapku dalam hati.

“Kamu lupa yah? Kamu kan dulu pernah nembak aku Dave. Dan waktu itu aku belum mengutarakan jawabanku,” katanya, kali ini tangannya beralih ke leherku. Aku menjadi risih kalau di pegang seperti ini.

“Oh maksud Kakak waktu MOPDB itu?” tanyaku sambil berusaha menghindari dari sentuhan yang dia berikan pada leherku.

Dia mengangguk lalu makin merapatkan tubuhnya pada tubuhku. Ku lihat ke sekeliling ternyata suasananya sepi. Perlahan aku mendorong tubuhnya. Tanpa sengaja aku menyentuh bagian perutnya yang rata itu. Dan itu memberikan sensasi tersendiri bagiku.

“Kakak bisa nggak munduran. Aku sempit nih,” kata ku sambil terus mencoba menghindar darinya. Tapi dia makin tidak mau mengalah. Dia makin mendekatkan badannya ke tubuhku. “Kakak tau nggak. Waktu itu kan dalam keadaan bercanda, tidak dalam kondisi serius. Lagian kan Kakak sendiri yang memintanya, jadi itu terjadi bukan atas kehendakku. Sekarang Kakak mundur atau aku bakalan dorong Kakak!” ancamku. Lalu dia mengendurkan himpitan badannya terhadapku.

“Oke. Bagi kamu mungkin itu bercanda, tapi bagi aku enggak,” lalu dia melepaskan pegangan tangannya di tanganku dan berbalik. Aku pun mengibas-ngibaskan tanganku karena merasa kaku. Namun tiba-tiba kak Panca berbalik dan hendak mencium aku,  aku buru-buru menutupi kedua pipiku. Tapi tiba-tiba dia malah mencium keningku lalu pergi dan menyeringai ke arahku.

Aku mengejarnya, namun dia makin mempercepat langkahnya. Tapi aku tidak mau kalah, waktu pertandingan kasti saja aku bisa mengalahkannya. Aku pun mempercepat lariku. Namun tiba-tiba kak Panca berhenti dan berbalik. Aku tidak bisa menahan laju lariku akhirnya aku menubruk tubuhnya dan terjatuh bersama. Aku mendengar degup jantungnya yang berpacu cepat dan merasakan dadanya yang naik turun di bawah dadaku. Aku buru-buru bangkit sebelum ada yang melihat kami.

“Bangunin aku!” perintahnya sambil mengacungkan tangan kirinya ke arahku.

“Enak saja, Kakak bangun sendiri aja,” jawabku. Lalu aku pergi meninggalkannya yang sedang terbaring. Tiba-tiba kaki ku di pegangi oleh edua tangannya.

“Bangunin aku atau kamu aku buat jatuh?” acamnya. Akhirnya aku mengulurkan tanganku dan dia buru-buru menyambut kemudian dia berhasil bangkit, “Thanks,” ucapnya sambil membenarkan posisi jasnya.

“Dasar Manja. Jatuh sedikit aja minta ditolongin.” Kataku lalu mengeloyor pergi dari hadapannya. Namun dia mengikutiku dan berjalan di sampingku. “Sebenarnya Kakak mau apa sih?” tanyaku kesal.

“Aku mau ngasih kamu jawaban. Dan jawabanku I love you too,” dia tersenyum ke arahku. Namun aku membalasnya dengan bibirku yang kunaikan sebelah. Lalu aku berjalan meninggalkannya. Dia masih saja mengikutiku dan berjalan di sampingku.

“Jadi kita sudah resmi pacaran?” aku tidak memperdulikan ocehannya, aku terus berjalan hingga mendekati loker murid-murid. Kak Panca masih mengikutiku, kali ini dia menarik-narik bagian belakang tasku.

“Kakak,” umpatku kesal.

“Dave,” dia balik memanggil namaku dengan ekspresi yang di buat gemas. Ck, benar-benar memalukan. Ku lihat ada Amanda yang sedang berdiri bersama Cassie di dekat ruang loker. Aku buru-buru menghampirinya agar aku terbebas dari gangguan kak Panca.

“Hey kalian ngapain?” tanyaku. Namun mereka malah mendesis dan menyuruhku diam. Akhirnya aku hanya menurutinya.

“Gimana? Sudah beres?” Tanya Chloe yang tiba-tiba datang di belakangku. Amanda dan Cassie menganggukan kepala mereka.

Tak lama segerombolan anak kelas XII IPA 1 datang setelah mereka berolah raga, mereka menghampiri loker mereka masing-masing.

“Let the show beggin,” ucap Chloe sambil menyeringai. Dan ketika Tiffany membuka lokernya tiba-tiba berbagai macam dildo jatuh dari dalam lokernya dengan jumlah yang sangat banyak, sebagian malah ada yang hidup eh ralat maksudku bergetar. Anak-anak kelas XII langsung tertawa dan beberapa dari mereka mengabadikan momen tersebut dengan handphone mereka. Inilah jeleknya sekolah kami, ketika seseorang sedang di bully maka tidak sedikit dari mereka yang tertawa bahkan ikut membully. Tapi aku tidak habis fikir kalau itu semua ulah ketiga sahabatku.

Chloe maju menghampiri Tiffany, dia membungkukkan badannya dan mengambil salah satu dildo yang bergetar. Dia menaruhnya di depan wajah Tiffany, “Oh jadi ternyata lo bukan cuman ketua pelacuran yah, tapi lo juga Bandar dildo. Ck, gue gak habis fikir kalau obsesi lo bener-bener liar sampe-sampe lo musti ngoleksi berbagai macam dildo,” Chloe melemparan dildo itu ke dada Tiffany.

Tiffany hendak melawan Chloe, namun sebelum Tiffany angkat bicara Chloe menaruh jarinya di depan biir Tiffany, “Ssssshhhh shut your fucking slutty mouth! Mending lo diem aja deh, dari pada lo ngomong tapi yang lo omongin cuman sampah dan gak guna. Gezz, jari gue nempel di bibir lo, itu tandanya setelah ini gue musti ngebasuh jari gue pakai pasir, karena menurut gossip yang beredar, air liur lo itu lebih najis dari air liur anjing,” sarkas Chloe, lalu dia buru-buru mengelap jarinya dengan tisu, dan tisunya dia lemparkan ke arah Tiffany.

Tiffany mendengus kesal ketika Chloe berjalan ke arah kami. Namun tiba-tiba dia membuka mulutnya, “Asal lo tau yah Dave, orang yang nyebarin foto lo sama Steffano ciuman dan menguploadnya ke website sekolah itu dia,” dia menunjuk ke arah Chloe, “Lo boleh nggak percaya, tapi gue punya buktinya kalau dialahyang udah ngebuat lo dan Steffano malu,” perkataan Tiffany membuatku terkejut. Aku masih tidak percaya dengan apa yang dikatakannya. Tapi sepertinya dia tidak berbohong. Bahkan aku bisa melihat raut kecemasan di wajah Chloe. Amanda dan Cassie pun terlihat terkejut. Apalagi aku. Benar-benar tak menyangka.

 

 

-To be Continued to perkamen Tweleve-

Hola…

Okay, kali ini Onew mau cuap-cuap agak panjang. boleh donk? ya kan?hehe

Pertama aku mau terima kasih buat semua komentator yang udah ngasih kritikan buat chapter 10. thanks buat My best Friend Rendi, Tio, Grawl, Mario, Zack, dan juga Farhad. thanks buat semua masukan dari kalian, semoga itu bisa membantu agar aku bisa nulis lebih baik lagi.

Tapi aku agak kecewa juga sih sama beberapa readers yang baca tapi gak komen. jangan di kira aku nggak tau, aku barusan ngecek  stats readers ku ternyata banyak yang udah baca, (aku gak bisa nyebutin) tapi gak mau komen. mungkin karena ceritanya terlalu membosankan kali yah, jadi kalian ga mau komen? hehe

Setelah aku baca lagi memang sih ceritanya agak membosankan. aku juga minta pendapat Rendi dimana letak kebosanan itu. dia bilang karena kisah cintanya sedikit. soalnya readers itu suka baca cerpen yang cinta-cintaan. well, thanks beyb buat masukannya,hehe

Aku sih lebih baik di beri masukkan dari pada di cuekin, jadi aku cuman punya satu pesan buat kalian. don’t be SR please!

Sorry kalau ceritaku masih membosankan, maklum namanya juga authors abal-abal,haha

Sorry for typo and everything. sekali lagi aku minta di tunjukin dimana letak typonya. kalo soal penempatan di,ke-pun or everything itu aku masih angkat tangan deh, aku belum mengerti betul. tapi aku janji mau belajar kok,HEHEHE

Oh ya minggu depan aku gak bisa tepat waktu ngepostnya, soalnya besok aku mau liburan Natal, palingan aku bisa mulai ngetik tanggal 27an. jadi, maaf kalau part selanjutnya agak telat,hehe

Oke deh, aku mau ngucapin Merry christmas bagi yang merayakannya. hope we all have a great christmas,hehe

Happy hanukkah buat yang beragama yahudi,ehhehe. aku mau minta kado dari kalian donk, yah,yah,yah, ditunggu lho,hehe

Yours truly

Onew Feuerriegel

41 thoughts on “Floque – Perkamen 11

  1. let me be the first comment on your amazing story. Jujur ini cerita makin kurang greget ke sini, kaya pasif gitu ya cinta nya, tapi jujur tetep bagus kom, masalah di,ke,pun ga terlalu merhatiin sih, soalnya juga ga terlalu ngerti xDD
    Semangat lanjut ya Onew, merry christmas, GBU :3

    • Horreee…
      komen pertama dapet indomie rasa bulgogi lho,haha

      Pasif disini di bagian apa.a yah? apa dari segi karakter? alur? atau apa.a? aku masih belum jelas,hehe

      Oke.. merry christmas too!hehe

      • alur nya jelas kok, karakter nya juga jelas, cuman kaya kesan romantic nya ngga greget gitu, ya walaupun pas di bagian akhir ada lagi tuh adegan antara panca ama dave yang buat cerita jadi menarik pake banget😀

    • Owh gtu. di tunggu aja deh! tapi kayaknya nggak sampe dapet pacar nanti deh Davenya. kan ceritanya mereka kecelakaan terus metong deh,hahaha

      horree TAMAT,wkwkwk

  2. hoala new maaf deh kmaren F.P 10 gue kgak berkutut,
    lagian mau komen apaan udah setumpukan gtu komenan dari rendi.a jga. ya itung itung udah diwakilin 😀
    gue bngung deh klw harus komen soal tata bhasa atau apalah itu ( sebenernya gak berani komen sih *so so.n komen org gue sendiri jga blum tentu bsa bikin sebuah cerita hahaa) trus klw typo udah keduluan mulu sama org :3
    klw masalah boring menurut gue sih ngga. buktinya tiap minggu masih antusias buat baca cerita ini. ya klw boring udah ogah kli liat ini blog. malahan gue seneng new dikasih cerita gratis pula hahaha thankyu kakak ONEW ka RENDI dan semua penulis yang baik hati :* hehe
    dan Merry christmas juga buat onew yang nanti bakal merayakan *inget kadonya ya😀

    • Haadduuhh sudah berapa kali aku bilang, JANGAN panggil aku Kakak! kesannya aku tua banget. aku kan baru 13 Tahun,haha

      jadi mulai besok panggil aku Adek aja yah! oke..oke?wkwkwk

      kamu mau kado? kamu dateng aja ke rumahku. nanti tak kasih kado deh. tapi isinya kondom bekas, mau?hahaha

  3. ,untuk partikel di- , ke- , pun- menurutku sudah sedikit rapi semenjak kak Onew diberikan komentar hebat bak Tsunami Aceh 2004(?) ama kak Rendi..
    ,aku sih gatau yah komen nya harus gimana .. soalnya aku gabisa komen se-perfect kak Rendi.
    ,cuman mungkin masalah typo itu harusnya kak Onew sendiri yg cek .. kan org skripsi aja harus revisi beberapa kali .. sama halnya dg menulis cerita ..
    ,kayanya ngetiknya buru2 deh sampe bisa ada typo nya .. menurut aku yah, jangan trpaku sama yg selalu minta lanjutin ..
    ,kalo kita trlalu trpaku sama yg minta lanjutin .. ntar yg ada typo yg muncul bukan 1 atau 2 .. tapi bisa belasan ..
    ,sebelum post harusnya dilihat dlu kan .. cermat! itu yg harus kak Onew terapkan. lebih cermat lagi! bukan hanya dalam huruf, tapi juga dalam penempatan koma dan titik, dan setelah tanda baca titik itu harusnya huruf kapital. sehabis titik itu dikasih jarak 1 spasi agar huruf kapitalnya lebih jelas. Jangan didempet. Kecuali titiknya banyak. Ngrti kan gimana maksudnya ??
    ,itu aja deh soal koreksi tulisan. Kalo cerita, hmm ngga semua readers suka hal2 yg berbau cinta. Coba konflik antar-temannya lebih di ekspos, tadi aku sempet baca di ending mulai ada konflik. Tapi, entah chapter berikutnya .. dan kalo konflik antar teman itu bisa sedikit lebih dilarut-larutkan menjadi beberapa chapter itu mungkin bisa lebih menegangkan .. jangan hanya kisah cinta G nya saja yg selalu eksposed .. tapi, pertikaian sahabat pun itu bisa menjadi hal lebih menarik drpd kisah cintanya.
    ,hmm, sudah dulu deh, apa cerita skrg lebih oke?? I think just usual.. masih belum ada yg wow menurut aku ..
    ,oke ! Segitu dlu komentar dri Ruka Minazuki. Kalo ada yg salah mohon dimaafkan. Hehe🙂

    • Kayaknya aku expert di bidang typo deh. aku aja heran sama diriku sendiri, expert kok di bidang typo. orang mah expert di bidang apa kek yang guna. lah ini mah gak guna banget,hahaha

      Oke-oke, makasih Luna eh Ruka buat masukannya,hehe. semoga next tulisanku bisa lebih baik lagi.

      Oke-oke. nanti aku bikin Dave dan Chloe jenggut-jenggutan biar gereget gitu,wkwkwk

      Iyah, cerita ini nggak oke kok. yang oke kan penulisnya,hahaha

      Makasih Ruka buat komennya. selalu komen yang panjang yah! soalnya aku suka sama yang panjang2,eeh hehehe

  4. ehmmmmmmm,nice.kamu dah balik ke kamu yang sebenernya lagi.fun banget baca yang ini,di akhir ada big surprais lagi.aku suka ama gaya menulis kamu.salut ya.semangat and tetap menulis buat pembaca kamu.

    • Makasih Mar, aku jadi terharu baca komentar kamu,hiks hiks *lap ingus

      iyah, kamu juga selalu semangat yah buat komen tulisan2ku,hehe

  5. Hai onew salam kenal yah……
    Mau coba komen nih, kali ini cerita kamu sudah lebih bagus, cuma masih kurang gregetnya, utk dialog dgn sohib2 jg kurang hangat.
    Kisah cinta si dave dibikin lebih romantis donk biar yg baca bisa ikut hanyut #mumpung lg musim banjir hehehe…:)
    But so far so good lah…

    • Hay juga Joleony…
      salam kenal dari cowok terkece se-antero blog,haha

      Owh, nanti aku bikin dialognya di atas kompor deh. biar hangat,wkwkwk

      iyah nanti aku bikin ceritanya Dave lebih romantis. biar kamu ikutan hanyut kayak eek di kali,oops sowwyy,hehehe

      Makasih yah Jo. tetep komen yah di cerita selanjutnya!hehe

    • Waadduhh.. tapi sekarang udah sembuh kan jaringannya?

      sesuanu apa yah di?
      eehhmm di tunggu aja deh kelanjutannya, kira-kira dia atau bukan yang nyebarin foto itu,hehehe

    • Iyah, soalnya kemaren chara.a abis pada kecelakaan. jadi lagi dalam situasi genting nih. kalo chara.a mati semua berarti cerita ini Tamat,haha

    • Enak aja kamu ngatain aku Ooon, dasar!haha

      iyah, udah aku post tuh lanjutannya,hehe

      Fb yah? kamu komen dulu di chapter selanjutnya yah!hehehe

  6. – Maaf baru komen –

    Wih ada nickname aku disitu :” *gaadayangpeduli*

    btw , cerita nya makin bagus loh kak , tambah seru dan menegangkan – biarpun dialog nya masih sedikit kaku tapi keseluruhan nya bagus banget .. ++++ deh buat Kak Onew .

  7. sbg org awam yg ga ngerti ttg tulis menulis dan crita mncrita, over all critanya bagus, cuma konflik nya kurang, kayak nya itu aja sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s