Floque – Perkamen 9


Logo Jubilee(resize)

Chapter Nine : Unspoken Goodbye.

 

Setelah kejadian terungkapnya fotoku dan Steffano yang sedang berciuman, banyak orang yang berubah. Banyak yang berbisik ketika aku berjalan di depan mereka, dan juga tak sedikit yang memandangku dengan pandangan mengejek ketika aku berlalu di depan wajah mereka. Tapi aku tidak terlalu perduli dengan mereka. Aku mencoba untuk fokus dengan tujuanku bersekolah disini yaitu belajar.

Aku berjalan menyusuri lorong sekolah yang berada di lantai tujuh bagunan sekolah ini. Ini merupakan basis anak kelas XII IPA. Bisa dikatakan semua homeroom disini kebanyakan adalah homeroom yang berhubungan dengan IPA untuk kelas XII. Tapi di sini juga terdapat ruangan Club Teniss, Club Karate dan juga Taekwondo. Aku terus berjalan hingga akhirnya sampai di depan lift. Suasana hari ini sangat sepi. Karena hari ini sudah memasuki awal liburan sekolah. Tapi masih ada beberapa club yang mengadakan pertemuan. Sedangkan aku sendiri berada di dalam rangka pertemuan untuk membahas olimpiade yang akan di mulai lusa. Jadi lusa aku akan pergi ke Wina untuk mengikuti olimpiade sains dan juga matematika.

‘Ting’ pintu lift terbuka. Di dalamnya terdapat segerombolan anak tenis club. Aku tahu karena aku sering melihat mereka bermain bersama Steffano. Sebenarnya aku gugup jika nanti aku melihat wajahnya. Aku masih belum siap setelah apa yang telah dia lakukan terhadapku waktu itu. Satu persatu mereka keluar dari lift. Aku langsung menundukan wajahku. Namun mereka telihat cuek dan tidak mengolok-olokku. Oh ya aku lupa. Kemarin Mamah menelpon pihak sekolah agar aku tidak merasakan diskriminasi selama disini. Oleh karena itu tidak ada yang berani mengolokku. Bahkan dua orang yang waktu itu menonjokku sudah di keluarkan dari sekolah. Itu semua atas permintaan Mamah yang dipengaruhi oleh Amanda. Amanda sangat benci kepada kedua orang itu. Makanya Mamah sebagai salah satu pemegang saham di sekolah ini meminta agar mereka dikeluarkan. Aku sih terserah Mamah saja, aku tidak teralu perduli.

Setelah rombongan itu keluar semua, aku buru-buru masuk ke dalam lift. Ketika sudah berada di dalam lift aku menekan tombol 1. Kemudian pintu lift tertutup. Tiba-tiba ada seseorang yang berdiri disampingku. Karena aku takut aku tidak berani memandang wajah orang tersebut. Aku hanya bisa menunduk. Namun ketika aku mengalihkan pandanganku ke arah kakinya. Ternyata orang tersebut menapakan kakinya di lantai. Itu berarti dia manusia. Akupun bernafas lega. Kemudian kuangkat wajahku namun aku masih belum mau menatapnya.

“Dave,”tanpa diberi tahu pun aku tahu kalau itu suara Steffano. Tapi aku malas menangapinya. Aku masih sakit hati dengan apa yang dia lakukan terhadapaku. Akupun memutuskan untuk tidak menghiraukannya. Aku memasang headset pada kedua telingaku. Ketika aku hendak memutar lagu tiba-tiba dia berkata, “Maafkan aku,” katanya lirih, aku pun urung memutar lagu. “Maafkan atas tindakan bodohku. Mungkin aku memang egois. Tapi aku tidak mau kamu membenciku. Tidak masalah kalau kita tidak bisa bersama lagi, karena..emmm..karena….,” Ting, pintu lift terbuka sebelum Steffano mengatakan kata-kata yang terakhir. Akupun langsung melangkah keluar lift ketika tahu sudah ada Chloe di depan pintu lift. Tadi sebelum aku turun dia sudah menelpon dan menungguku di bawah.

“Jangan bilang kamu sama Steffano abis ngapa-ngaain di dalam,” dia bertanya penuh penasaran. Aku langsung menarik tangannya menjauh dari pintu lift dan tidak menjawab pertanyaanya. Kami terus melangkah hingga kami sampai di parkiran. “Dave, kamu nggak mau jawab pertanyaanku?”

“Nanti aku kasih tau kamu di dalam. Sekarang ayo kita masuk!” lalu kita melangkah mendekat ke mobil mini cooper coupe miliknya. Kemudian kita masuk ke dalam mobil. Dia menekan tombol yang ada di dashboard depan lalu bagian atas mobil tersebut terbuka. “Lho kok dibuka Chloe?”

“Biarin aja. Lagian udara Jakarta hari ini nggak terlalu panas juga kan,” jawabnya singkat, lalu dia memasang seat belt. Akupun melakukan hal yang sama. Tak lama mobil pun melaju keluar dari sekolah.

“Jadi apa yan terjadi diantara kalian selama berada di dalam lift tadi ?” aku sebenarnya malas membahas masalah yang berhubungan dengan Steffano. Tapi kalau sudah Chloe sudah memaksa itu tandanya tidak bisa dibantah.

“Ehm.. sebenarnya gak ada yang terjadi. Karena waktu aku masuk ke dalam lift aku juga tidak melihat dia. Tapi tiba-tiba dia minta maaf sama aku,”

“Terus kamu maafin dia?” dia menepikan mobilnya, “Jangan bilang kamu sudah memafkan dia Dave!” dia makin menjadi.

“Ehm enggak kok. Aku belum sempat menjawabnya. Keburu pintu lift kebuka,” jawabku hati-hati. Chloe malah tersenyum sumringah. Kemudian dia mengangguk-anggukan kepalanya lalu kembali menginjak gas. Mobilpun kembali melaju.

“Good. Kalau sampai kamu dengan gampangnya maafin dia, itu tandanya kamu bodoh Dave!” dia berkata sangat mantap.

“Lho, Tuhan aja mau memaafkan. Masa kita tidak bisa memaafkan sih?” aku mencoba meyakinkannya. Entah kenapa aku merasa kalau aku tidak bisa berlama-lama marah padanya. Terserah kalian mau bilang aku bodoh atau apa. Yang jelas memang aku tidak bisa terus marah padanya.

“Euugghh Dave, kamu itu aktivis gereja yah? Atau anggota majelis ta’lim? Bahasamu udah kaya ustad or pastor tau nggak. Ck, yasudahlah terserah kamu mau memaafkan dia atau tidak. Yang jelas aku masih gak rela aja temanku di hujat,” wajahnya fokus kedepan, namun sesekali dia menoleh ke arahku.

“Aku cuman mencoba untuk memberi contoh saja kok Chloe,” aku memasang senyuman ke arahnya. Namun dia tetap fokus ke depan. “Oh ya jadi nanti pas anak kelas tiga graduate kamu mau berangkat ke prom night sama siapa?” aku mencoba mengganti topik pembicaraan.

“Ehm, aku gak tau juga sih. mungkin aku bakalan diajak sama kak Heksa. Kemarin dia sempet menawarkan diri sih. tapi aku belum mengiyakan,” dia memutar stir ketika kita melewati bundaran H.I.

“Lho kenapa? Bukannya kak Heksa itu ganteng? Kamu kan suka yang ganteng-ganteng Chloe,” mobil yang kami tumpangi masuk ke dalam basement Plaza Indonesia.

“Iya juga sih. tadinya aku mau ngajak kamu Dave. Eh kamu malah pergi Olimpiade,” setelah mengambil karcis parkir, Chloe mencari posisi parkir yang pas.

“Iya juga sih. Sorry deh, ini kan juga demi nama baik sekolah Chloe,hehe” aku mencoba berkilah. Padahal seandainya aku tidak pergi pun aku tidak akan mau ke prom night. Aku masih malas, entahlah, mungkin aku akan pergi kalau Steffano mengajakku. Tapi itu sepertinya mustahil.

“Ya-ya-ya… yasudah ayo kita turun!” ajak Chloe.

Setelah berkeliling hampir satu jam, akhirnya kami menemukan dress yang cocok untuk Chloe. Dia memilih dress tanpa lengan berwarna putih bercampur gold dengan bagian bawah yang agak mengembang. Dan ternyata itu dress karya Monique Lhuiller, salah satu designer favoritenya. Kalau aku boleh menilai, selera Chloe memang sangat baik. Bahkan dress yang nanti akan dia pakai pasti akan memancarkan kecantikan yang dia miliki.

Setelah dia membayar dia menghampiriku yang sedang duduk dan asik bermain smartphone. “Ayo Dave. Kamu mau makan dulu atau langsung pulang?” Tanya Chloe.

“Ehm, aku mau langsung pulang aja deh. Aku kan musti jaga kesehatan. Takutnya kalau kelamaan di luar nanti aku sakit lagi,” aku tersenyum lebar ke arahnya.

“Lebay. Yasudah ayo kita pulang!” dia menarikku keluar dari butik tersebut. Kami jalan beriringan. Aku masih belum percaya kalau Chloe ini transgender. Dia terlalu cantik untuk jadi seorang pria. Bahkan secara fisik dia sama sekali tidak terlihat seperti laki-laki. Kakinya jenjang, tubuhnya langsing, wajahnya cantik bahkan suaranya pun halus. Yah, walaupun kemarin dia sempat berteriak menyerupai laki-laki. Tapi kalau dia berbicara seperti biasa suaranya akan tampak seperti perempuan tulen.

Ketika sudah berada di parkiran kita berdua masuk ke dalam mobil. Kemudian kami melaju menuju rumahku terlebih dahulu. “Dave. Nanti kalau misalnya pas kamu di Wina ketemu cowok ganteng, jangan lupa buat minta nomer hapenya atau whatsapp, we chat, line, kakao talk atau mungkin akun facebooknya. Tapi sayaratnya dia harus ganteng yah,” dia tersenyum nakal kepadaku.

“Ya-ya-ya. Kamu mau yang blonde atau yang berambut hitam?” tanyaku.

“Apa aja. Yang jelas dia harus ganteng,hehe” jawabnya dengan senyumn mengembang. Akupun hanya mengangguk-angukan kepalaku, tanda bahwa aku setuju. Yah, walaupun aku tidak yakin kalau aku akan melakukannya. Karena aku tipe orang yang agak pemalu.

“Sudah sampai Dave,” katanya ketika kami sudah berada di depan rumahku.

“Kamu mau masuk atau nggak?” aku membuka seat belt lalu mendorong pintu keluar.

“Ngak usah. Aku mau pergi lagi soalnya,” jawabnya.

“Okedeh. Yasudah aku masuk yah.” Dia menganggukan kepalanya. Aku keluar dari mobilnya lalu melambaikan tanganku ketika mobinya berlalu meninggalkan rumahku.

Aku berjalan masuk kedalam rumah. Suasana rumah sangat sepi. Hanya ada pembantu dan sopir yang sedang duduk di teras. Mamah dan Papah sedang pergi ke New York. Sedang mengunjungi kak Jane. Aku menaiki anak tangga menuju kamarku. tapi sebelum itu aku memutuskan untuk masuk kedalam kamar Amanda terlebih dahulu. Barangkali saja dia sudah pulang, soalnya tadi sebelum aku pergi, dia sudah pergi terlebih dahulu bersama kak Morgan. Aku memegang knop pintunya lalu memutarnya kemudian mendorong pintunya.ketika sudah terbuka aku langsung beringsut masuk. Kemudian menutup pintu kembali. Ketika aku membalikan badanku aku terkejut dengan apa yang aku lihat.

“Huaaaaaaaaa” teriakku yang membuat mereka berdua ikut berteriak. Ternyata mereka sedang having sex. Sumpah aku sangat kaget. Aku tidak mengira kalau Amanda bisa sejauh itu. I mean, Amanda itukan kaku. Aku kira gaya pacaran mereka akan sangat membosankan, khas anak-anak old school. Tapi dengan kejadian yang terpampang di depanku aku semakin yakin kalau Amanda memang sudah berubah. Dia tumbuh menjadi wanita yang lebih dewasa. Dewasa dalam artian yeah, you know what I mean.

“Kamu ngapain disini Dave?” tanyanya panik. Dia menarik selimut menutupi tubuhnya dan kak Morgan.

“Aku cuman mau main aja kok. Gak boleh yah?” aku bertanya dengan nada gugup, dan menundukan wajah.

“Boleh sih. tapi kenapa gak mengetuk pintu terlebih dahulu?”

“Bukannya kita memang sudah sepakat untuk tidak melakukannya yah? Sejak kapan kita saling mengetuk pintu ketika masuk kamar?” tanyaku.

“Oh iya. Yasudah deh kalau gitu. Kamu berbalik! Aku mau pakai baju dulu,” aku langsung membalikan badanku. Jujur saja yah, badan kak Morgan itu lumayan indah lho. Aku melihatnya jelas tadi. Tapi aku masih belum percaya dengan apa yang mereka lakukan. Dalam bayanganku, Amanda itu gadis polos dan juga kaku. Tapi ternyata, dia tidak jauh berbeda dengan Chloe dan Cassie. Tapi yasudahlah, itu terserah mereka saja. Itukan hidup mereka.

“Oke Dave. Kamu boleh berbalik. Kita sudah selesai,” kata kak Morgan. Akupun perlahan membalikan badanku. Mereka sudah berpakaian lengkap. Aku berjalan ke arah sofa yang ada di dekat tempat tidur Amanda lalu duduk disana. Tak lama Amanda melakukan hal yang sama, dia menyandarkan kepalanya di pundakku. Hal yang sering dia lakukan ketika kita sedang berdua.

“Maaf yah Nda. Aku ganggu acara kalian,” kataku padanya. Namun dia hanya menggelengkan kepalanya.

“Nggak kok. Oh ya kamu kesini mau ngapain?” dia memandang wajahku lekat. Sebenarnya aku tadi ingin menanyakan pendapatnya atas permintaan maaf Steffano padaku. Tapi aku ragu.

“Nggak apa-apa Dave. Toh kita memang sudah selesai tadi. Iya nggak sayang,” Amanda menganggukan kepalanya.  kak Morgan duduk di sebelah kananku lalu merangkulku seperti adiknya. Aku suka ketika aku dirangkul seperti ini. Aku merasa kalau aku dilindungi. Aku merasa kalau aku di cintai dan di sayangi. Kak Morgan memang selalu memperlakukanku seperti adiknya. Itu sebabnya aku begitu sayang kepadanya.

“Sebenarnya aku kesini ingin meminta pendapat soal…” aku mengatur nafasku sebentar, namun tiba-tiba Amanda menyela pembicaraanku.

“Let me guess. Pasti ini soal Steffano, yak an?” dia menatap wajahku dengan tatapan sangat tajam. Aku merasa seperti sedang di interogasi. Aku hanya menganggukan kepalaku saja.Amanda mengangkat kepalanya dari pundaku. “Dia ngapain kamu lagi? Dia ngolok kamu? Atau dia ngehina kamu?” pertanyaannya itu seperti menganngap kalau Steffano itu orang jahat. Padahal dia itu baik. Hanya sedikit pengecut saja. Menurutku sih.

“Sabar sayang, kamu jangan marah dulu!” kak Morgan berusaha menenangkan Amanda.

“Nggak kok Nda. Dia hanya meminta maaf padaku,” Amanda memegang lenganku erat, lalu mendekatkan wajahnya ke arahku.

“Terus kamu nggak maafin dia kan?” tatapannya makin menjadi. Dia seakan sedang menunggu kalau jawaban dari mulutku akan memuaskannya.

“Belum. Tadi keburu ada Chloe, jadi kita langsung pergi,” jawabku gugup. Semoga saja jawabanku memuaskannya.

“Bagus deh. Pokoknya aku gak mau kamu maafin dia begitu aja. Enak saja dia sudah mempermalukan orang lain di depan orang banyak. Memangnya dia siapa? Untung saja namanya gak masuk daftar orang-orang yang dikeluarkan. Dan untung saja waktu itu dia tidak ikut memukulimu. Kalau sampai dia ikutan, pasti dia sekarang sudah resmi menanggalkan seragam JIS-nya.” Amada berkata dengan nada yang sangat mengerikan.

“Sayang. Kamu nggak boleh sejahat itu sama orang. Memang Steffano salah. Tapi paling nggak dia sudah minta maaf kan?” kak Morgan menatap Amanda, lalu tangannya menggenggam tangan kekasihnya.

“Iya Nda. Kayaknya aku gak bisa deh terus menyalahkan dia. Toh dengan adanya kasus ini dia juga mendapat image sebagai gay kan?” aku mencoba meyakinkannya.

“Iyah, tapi dia menyalahkanmu Dave. Orang-orag jadi berfikir kalau dia jadi gay gara-gara kamu,” dia melipat kedua tangan di depan dadanya lalu memanyunkan bibirnya.

“Memang benarkan? Dia memang tadinya straight, tapi karena aku terus memberi perhatian lebih padanya itu membuat dia mencintaiku. Bukankah itu berarti aku yang membuatnya menjadi gay?”

“No..no..no” dia menggoyang-goyangkan telunjuknya di depan mataku. “Dia straight yang punya bakat menjadi gay. Jadi dia bisa mencintai laki-laki. Hanya saja dulu dia belum menemukan laki-laki yang pas. Nah, ketika bertemu kamu baru deh rasa suka terhadap sesama jenisnya muncul. Tapi dengan bodohnya dia menyia-nyiakan orang yang mencintainya sepenuh hati. Ck, dasar bodoh,” jelas Amanda dengan nada sinis.

“Sudahlah. Paling tidak dia kan hanya meminta maaf. Bukan berarti dia ingin balikan lagi kan sama Dave. Lagian kita gak boleh lho marah sama orang terlal lama,” kak Morgan berusaha menjadi penengah dalam masalah ini. Aku berharap Amanda mau menurutinya. Memang selain aku, Amanda hanya bisa luluh dengan kak Morgan.

“Iya Nda. Aku gak tega membuatnya terus merasa bersalah. Aku hanya ingin memaafkannya, tidak lebih,” aku memegang kedua pundaknya dan menatap wajahnya yang menunjukan sikap malas.

“Oke..oke. terserah kamu. Tapi kalau sekali lagi dia bikin kamu sakit hati, berarti dia mau keluar dari sekolah,” Amanda beranjak pergi keluar kamar. Dia mungkin ingin ke dapur.

“Makasih yah Kak,” aku memalingkan pandanganku ke kak Morgan.

“Sama-sama. Buat kembaran pacarku apa sih yang enggak,hehe” lalu dia memelukku. Pelukan seorang kakak pada adiknya. Aku sangat suka dipeluk. Entah oleh siapapun. Yang jelas aku merasa hangat dan terlindungi ketika aku dipeluk. Tapi pelukan yang paling kurindukan saat ini adalah pelukan Steffano. Ya, dialah orang yang pelukannya selalu membuatku mabuk dan mencandu.

Kami melepas pelukan kami. Kemudian aku beranjak keluar menuju kamarku. Aku langsung menghempaskan badaku yang cukup lelah ini karena persiapan olimpiade ke atas kasur. Aku tidak berarap menang, karena aku tahu kalau aku sedang dalam masalah. Tapi aku akan berusaha memberikan yang terbaik untuk sekolahku. Perlahan aku memejamkan mataku dan tertidur.

***

“Kamu disana berapa lama Dave?” Tanya Kak Edgar sambil memilih-milih baju yang ada di hanger. Hari ini dia sedang mengambil cuti, jadi dia bisa mengajakku berjalan-jalan dan membeli baju untuk aku pakai disana. Dan sekarang kami sedang berada di dalam store Emporio Armani.

“Ehm yang jelas kan aku harus ikut karantina dulu paling tidak selama 1 bulan atau kurang. Tapi kalau olimpiadenya sih hanya berjalan selama lima hari. Plus wisata setelah olimpiade yaitu sekitar tiga hari. Mungkin aku disana satu bulan seminggu Kak,” Kak Edgar hanya menganggukkan kepalanya. Dia mengambil salah satu baju lalu menempelkannya ke badanku. Namun, karena menurutnya kurang cocok dia menaruhnya kembali.

“Nanti pas disana jaga diri baik-baik yah. Jangan sampai sakit. Soalnya kalau bulan juli seperti ini disana kan masih musim panas, nah cuaca disana bisa mencapai empat puluh derajat celcius lho. Pokoknya kamu gak boleh telat makan. Kakak nggak mau kamu pulang dari sana jadi kurus atau sakit,” dia menempelkan baju ke arahku lagi. Dan kurasa dia merasa kalau aku cocok, mengenakan baju tersebut, “Kamu mau yang ini?” aku hanya menganggukan kepalaku saja. Lalu dia memberikannya kepada shop keeper yang mendampingi kami membawa tas belanjaan. Kak Edgar itu mirip Mamah tapi versi cowok. Bukan berarti dia kewanita-wanitaaan yah. Hanya saja sikapnya selalu berlebihan kepadaku. Itu yang membuat Amanda iri. Dulu waktu masih ada kak Jane di rumah, pasti kalau Amanda iri pada kedekatanku dan kak Edgar dia akan lari ke kak Jane. Tapi sekarang kak Jane sudah menikah dan ikut suaminya ke New York.

“Habis ini kita makan di Jun Njan yah. Kakak kangen sama tofunya, sama mau makan sapi lada hitamnya,” dia mengeluarkan debit card dari dompetnya lalu membayar belanjaan kami. Aku menganggukan kepalaku tanda bahwa aku setuju.

“Kak,” panggilku ketika kami sedang berjalan menuju restorant tersebut.  Kak Edgar berhenti lalu menolehkan kepalanya.

“Ada apa?” tanyanya.

“Gak apa-apa,hehe yaudah ayo kita masuk!” aku menarik tangannya masuk ke dalam restoran tersebut.

Setelah kami memesan beberapa menu masakan dan minuman kami pun menunggu. Aku mengecek smartphoneku. Aku berharap kalau ada chat ataupun telepon dari Steffano. Tapi malah tidak ada satupun. Sepertinya dia sudah melupakanku.

“Jadi apa yang di bilang Amanda benar, kalau kamu dan Steffano sudah putus?” Tanya kak Edgar. Dia memang sudah mengetahui hubunganku dan Steffano. Semua orang di rumah sudah tahu, tadinya mereka mensupport. Tapi setelah kejadian ini mereka malah kecewa dengan sikap Steffano.

“Ehm..belum resmi sih Kak. Tapi memang sepertinya kami sudah putus,” jawabku pelan.

“Oh..let me guess. Pasti kalian belum membicarakan hubungan kalian karena kalian masih belum siap untuk saling bertatap muka kan? Atau kalian masih mencintai satu sama lain, jadi kalian merasa dengan menggantung hubungan kalian maka kalian bisa balikan lagi?” aku menanggukan kepalaku.

“Kalau untuk yan pertama mungkin iya. Tapi untuk yang kedua aku rasa nggak deh Kak,” jawabku. Pelayan datang mengantarkan makanan yang kami pesan beserta minumannya juga.

Kak Edgar langsung memotong tofu khas jun njan dengan pisau yang ada di tangan kananya, lalu menusuk tofu denan garpu yang ada di tangan kirinya kemudian memasukannya kedalam mulutnya. “Owh jadi kalian belum resmi putus. Kalau kamu masih cinta sama dia?” Tanya kak Edgar di sela-sela ia mengunyah makanan.

“Kalau cinta, jujur aku masih mencintainya. Tapi dia sudah membuatku terluka Kak. Aku tidak mau menjalin hubungan dengan orang yang tidak bisa menjadi diri sendiri. Jadi lebih baik kita berpisah saja,” ungkapku dengan perasaan sedih.

Kak Edgar mengacungkan garpunya ke arahku, “Good. Kalau begitu kenapa gak kalian bicarakan saja masalah ini. Gak enak lho punya hubungan yang ngegantung. Lebih baik kamu bicarakan saja masalah hubungan kalian berdua. Yang jelas aku mendukung apapun keputusanmu Dave. Yah, selama itu terbaik buatmu,” kak Edgar memasukan kembali potongan tofu kedalam mulutnya.

“Sepertinya memang harus di bicarakan. Aku juga tidak mau menyiksanya dengan perasaan bersalah. Aku ingin dia bebas, dan mencari penggantiku,” kata-kata yang barusan kulontarkan sebenarnya begitu sakit. Tapi kalau itu memang yang terbaik kenapa tidak.

“Iyah. Kamu harus membicarakannya! Supaya kamu juga bisa move on. Memangnya kamu mau apa terus-terusan seperti ini? Gak kan. Sana kamu cari cowok yang lain!” perintah kak Edgar, dia menyendok sapi lada hitam lalu memasukannya ke dalam mulut.

Aku melakkan halyang sama, “Iyah-iyah. Kak Edgar sendiri kenapa belum punya pacar? Ka Edgar nggak seperti aku kan?” tanyaku hati-hati. Aku takut kalau kak Edgar juga gay.

“Maksud kamu?” dia mengerutkan alisnya. Aku hanya mengangkat pundakku. “Owh,hahaha kamu kira aku gay?” aku mengangguk. “Kamu itu ada-ada saja. Aku straight kok. Yah walaupun dulu aku pernah di tembak sama cowok. Tapi aku yakin kalau aku straight. Karena sejauh ini aku selalu pacaran dengan wanita. Tapi aku juga nggak menampik kalau pesona para gay memang cukup mempesona. Dan rayuan mereka memang cukup bisa membuat kita terperangah,hehehe” dia kembali menyendok sapi lada hitamya.

“Owh. Memang sih banyak gay yang bisa berpacaran dengan straight. Tapi tergantung orangnya juga. Kata Amanda, kalau dia gak punya bakat gay maka dia tidak akan tergoda. Masalahnya Kakak punya bakat gay atau tidak?” aku menyesap orange float yang tadi kupesan.

“Entahlah. Maybe yes, maybe no. tapi kalau misalnya aku gay kayaknya gak seru deh. Masa anak laki-laki Mamah dan Papah dua-duanya gay. Yah walaupun mungkin mereka tidak akan masalah. Tapi tetap saja aku nggak mau. Aku mau mencari wanita saja lah. Hanya saja memang aku belum menemukan yang pas,” diamenaruh sendoknya, lalu meminum mocca floatnya.

“Iya juga sih. yasudah makanya Kak Edgar jangan kerja terus. Pikirin tuh umur kak Edgar sudah berapa. Sudah waktunya menikah tau!” aku menyikut lengannya.

“Iya-iya bawel,” dia mencubit kedua pipiku, “Eh tau nggak Dave, kayaknya Kakak suka sama kamu,haha” aku langsung melepaskan kedua tangannya. Dan memonyongkan bibirku. Dia memang suka menggodaku dengan berpura-pura mencintaiku. Padahal aku tahu dia itu straight. Bahkan dia pernah dengan jahilnya meremas kemaluanku ketika aku tidur dengannya. Dasar kak Edgar gila.

***

Aku terbangun dari tidurku. Ku lihat jam menunjukan pukul delapan pagi. Aku lalu bangkit dari tempat tidur lalu berjalan menuju kamar mandi. Setibanya di kamar mandi aku langsung mandi. Karena hari ini aku memutuskan untuk pergi ke rumah Steffano. Aku ingin mengikuti saran kak Edgar, membicarakan mengenai hubungan kami.

Setelah aku selesai mandi, aku langsung bergegas keluar kamar madi hanya dengan lilitan handuk. Lalu aku berlari kecil menuju lemari pakaianku. Kupilih-pilih baju yang akan kupakai. Akhirnya aku memutuskan untuk memakai T-shirt warna putih dengan bentuk kerah V dan celana jeans biru pendek.

 Ketika aku hendak memakai celana tiba-tiba pintu kamarku di ketuk. “Siapa?” tanyaku.

“Ini Mamah Dave,” jawab suara di balik pintu tersebut.

“Oh Mamah. Ada apa Mah?” tanyaku sambil memakai celanaku.

“Di bawah ada tamu. Katanya pengen ketemu sama kamu,” jawab Mamah.

“Siapa?” tanyaku, namun Mamah tidak menyahut. Sepertinya Mamah sudah pergi dari balik pintu kamarku. Akupun bergegas memakai celanaku. Setelah itu aku merapikan rambutku. Lalu aku keluar kamar ingin menemui tamu yang mencariku.

Aku menuruni anak tangga dan langsung menuju ruang tamu. Aku melangkah panjang hingga akhirnya aku sampai di ruang tamu. Dan ternyata tamunya adalah, “Alaric,” seruku tak percaya.

Alaric menoleh ke arahku, “Eh Kakak. Sudah selesai mandinya?” aku hanya menganggukan kepalaku.

“Kamu kesini sama siapa?” tanyaku, dia hanya menunjuk ke teras. Ternyata di depan ada kak Edgar dan Steffano yang sedang berbincang. Dalam hati aku bertanya, sebenarnya mau apa dia kemari?

“Oh ya, kamu mau minum apa?” tanyaku pada Alaric.

“Sudah kok. Tadi sudah di pesankan sama Kakak yang di depan,” Alaric tersenyum ke arahku, memperlihatkan deretan giginya yang putih dan kecil-kecil.

Hari ini aku berangkat ke bandara diantar oleh kak Edgar. Aku berangkat lebih awal karana memang ada hal yang harus kulakukan. Aku harus menyaksikan kepergian Steffano. Dia memutuskan untuk menghabiskan tahun terakhirnya di bali. Setelah kejadian itu, keluarganya merasa malu. Padahal dia sudah berkali-kali meyakinkan orang tuanya, tapi orang tuanya tetap menginginkan agar dia pindah. Aku saja sempat kaget ketika dia memberi tahuku . jadi kemarin dia main kerumahku niatnya ingin berpamitan. Tapi ternyata hari keberangkatannya sama dengan hari keberangkatanku ke Wina. Hanya saja beda waktu. Dia berangkat jam Sembilan, sementara aku beangkat jam dua belas lewat lima menit.

Ketika sampai di bandara, ternyata waktu menunjukan pukul tujuh lewat. Aku bergegas menuju terminal keberangkatan tempat Steffano akan lepas landas. Aku berlari, karena aku tahu pasti sebentar lagi dia akan check-in. kini aku sudah melihatnya. Dia mengenakan celana blue jeans dan polo shirt warna biru dengan tas yang menggantung di punggungnya dan sweater di tangan kananya. Dia terlihat tampan. Yah, dia akan selalu terlihat tampan di mataku.

“Akhirnya kamu sampai juga Dave, sebentar lagi aku mau check in,” katanya. Dia berjalan mendekatiku lalu memelukku. Mungkin ini pelukan perpisahan, karena dia sendiri tidak tahu akan kembali lagi kapan. Lama dia memelukku. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya menerpa rambutku karena memang aku lebih pendek darinya. Aku menghirup dalam-dalam aroma dari tubuhnya, wangi cypress menyeruak dan langsung masuk kedalam hidungku. Aku akan selalu mengingatnya, aroma cypress ini akan selalu membuatku ingat padanya.

Kami melepas pelukan kami. Hari ini kami berjanji untuk tidak mengeluarkan air mata. Karena kemarin kami sudah saling memaafkan dengan derai air mata. Kalau kalian aku ceritakan pasti akan sangat bosan, bahkan mungkin kalian akan muak. Jadi lebih baik tidak usah kuceritakan.

Terdengar suara dari operator, bahwa semua penumpang dengan tujuan bali harus check in. akhirnya tibalah perpisahan kita. Sebenanya aku masih belum bisa merelakannya.tapi ini mungkin waktu yang tepat untuk melepaskannya. Dia masih menggenggam tanganku erat, dia memejamkan matanya. Mungkin dia ingin merasakan tekstur tanganku sebelum kita berpisah. Lalu dia membuka matanya, “Here I go,” katanya. Aku mengangguk pelan.

Dia menjabat tanganku dan menaruh tangan kirinya diatas punggung tanganku, “Dave. Terima kasih untuk semua kenangan yang kau berikan kepadaku. Terima kasih untuk cinta yang kau berikan padaku dan terima kasih untuk segalanya. Maafkan aku untuk semua kesalahan dan kebodohan yang pernah kubuat. Mungkin kita tidak akan bisa bersatu lagi. And maybe I have to gone for now, but I promise to back someday,” dia lalu melepas genggaman tangannya.

Yeah, gone for now, back someday. Itulah kata-kata terakhirnya sebelum dia berbalik menarik kopernya dan pergi meninggalkanku. Dia meninggalkanku untuk waktu yang tidak aku tahu sampai kapan. Semua akses komunikasi yang dia miliki akan di batasi. Karena disekolahan yang baru dia tinggal di asrama. Jadi, dia tidak bisa leluasa berkomunikasi.

Aku memasang headset di telingaku dan memutar sembarang lagu, dan sialnya yang terputar adalah lagu Stay dari Rihanna, lagu itu menjadi soundtrack ketika Dia berjalan makin menjauh hingga akhirnya punggungnya menghilang dari pandanganku.

Not really sure how to feel about it
Something in the way you move
Makes me feel like I can’t live without you
It takes me all the way
I want you to stay… Stay…
I want you to stay, oooooooooooh

Aku sebenarnya sudah tidak tahan menahan air mataku, tapi aku berusaha agar tidak menangis.dia meninggalkanku tanpa mengucapkan kata-kata perpisahan, namun tanpa diucapkan aku sudah tahu, karena itu merupakan unspoken goodbye. Kurasakan kak Edgar merangkulku, di membawaku masuk ke mobil dan pergi menuju terminal keberangkatan international.

***

Setelah melakukan perjalanan selama delapan belas jam yaitu Sembilan jam perjalanan dari Jakarta menuju Dubai, lalu transit di Bandara international Dubai selama tiga jam, kemudian perjalanan menuju Wina dari Dubai memakan waktu kurang lebih enam jam dengan menggunakan pesawat Emirates, akhirnya kami sampai di Wina.

Kami disambut oleh paitia penyelenggara olimpiade untuk selanjutnya di antar menuju hotel tempat kami menginap. Setelah berkonsultasi dengan pembimbingku mengenai hal-hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan selama di sini akhirnya aku berjalan menuju kamar yang sudah di persiapkan oleh pihak penyelenggara.

Ternyata aku tidak sekamar dengan perwakilan dari sekolahku yang lainnya. melainkan kita semua terpisah. Aku dan kelima teman dari sekolahku di pisah. Dan aku harus berbagi kamar dengan salah satu anak dari sekolah lain. Entah darimana, yang jelas aku masih belum tahu. Aku berjalan menuju kamar 408. Ternyata terkunci, itu tandanya anak dari sekolah lain tersebut sudah ada di dalam. Akupun memencet bel. Tak lama muncul seorang anak laki-laki berbadan agak kecil dengan wajah yang sangat tampan.

Aku berfikir anak laki-laki yang berdiri di depanku adalah malaikat. Karena jujur saja wajahnya itu sangat-sangat tampan, manis dan memukau. Dia sedang asik menjilat es krim ditangannya. Aku masih tak bergeming dari tempatku berdiri. Anak itu tersenyum kepadaku dan makin membuat wajah malaikatnya terekspos.

Dia mengulurkan tangannya ke arahku, “Revie, aku dari DIS,” untuk sesaat aku hanya terdiam. Aku merasa kalau aku sedang berhadapan dengan malaikat. Tangannya mungil dan sangat halus. Hingga akhirnya aku tersadar ketika mendengar cekikikannya. “Kamu kok malah bengong, ayo sini masuk!” dia menarik tanganku masuk, akupun hanya bisa mengikutnya.

-To be Continued to Perkamen Ten-

Sorry kalau kalian lama banget nunggunya, maklum aku sibuk banget soalnya,ahaha *pede dikit boleh lah*

Thanks buat semua Reader yang sudah baca, dan juga komen. buat yang belum komen, ayo donk komen, yah yah yah!!!

Buat Rendi beybeh, gue minta lo komen donk di cerita gue. gue males ah bales sms ata chat lo kalo lo gak komen. gue kan selalu komen di cerita lo. dan sekarang saatnya gue minta di komen. mau kan?

kita kan udah sepakat jadi sepasang sahabat dalam film “Cacing Aer”. gue Onew Melaar, dan Lo Rendi Sardeen. pokoknya gue mau lo komen di cerita ini, atau gue gak lanjutin nih cerita,hahaha *maksa*

oke deh guys, segitu aja cuap-cuapnya. sorry for typo and everything. JANGAN LUPA KOMEN!!!

Yours Truly

Onew Feuerriegel

 

 

58 thoughts on “Floque – Perkamen 9

  1. Keren cerita nya😀
    Typo nya juga udah agak ngurang , tapi yang bikin kecewa itu waktu si Steffano sama Edgar ngobrol . Disitu ada tulisan ” Kemarin ” kenapa gak di ceritain kejadian ” Kemarin ” – nya itu ? Sama yang terakhir buat karakter dari WS nya gak nyambung , kenapa ? Karena di WS gak ada cerita Revie ikut olimpiade ke Dubai😀

    Itu aja deh , keseluruhan nya bagus kok kak Onew😀 Maaf ya banyak kritikan , belum tentu aku bisa buat cerita sebagus kakak😀 Thanks ya kk atas bacaan nya😀

    • Bukan nggak ada cerita Revie yang ikut olimpiade ke Dubai, tapi memang nggak kubuat. Jadi, Onew punya hak veto–halah!–buat milih si Dave dan Revie ketemuan di mana. Kayak bikin FF, jadi terserah penulis mau mempertemukan benang merah karakter itu di mana. Gitu, lho. Masa Onew terlalu mengikuti cerita WS, inikan ceritanya Grawl. Gitu lho.

      Hahaha… ntar deh ya gue komen cerita lo New.
      Masih blm sempet mau baca nih, soalnya gue dihadang sama Distrik 2 dan 1. Mereka mengepung gue di sekitaran Cornucopia. Untung si Cinna buatin gue baju kayak burung Tweety, jadi gue bisa menyamar jadi kayak burung Twitter–ini makin nggak nyambung! Jadi, tunggu gue lolos dulu ya.

      Dari orang distrik 1 dan 2.
      Distrik 1: Jeung Mamo Vulala Nana dan Esa Trilili Kasihan Deh Lho
      Distrik 2: Putri Keparat

      LOL😛

      • Ketahuan banget sih Lo gak baca. Dasar! hahaha

        Owh gtu. gue lagi berdiri nih di pinggir pantai, brdua sama si Finnick. Oh my gay, si Finnick itu bner2 RAWR deh badan.a. gue aja sampe melelh lho,hahaha

        ceperan lo lari ksini, abis ini kita mau naik kapal geteknic, gue mau adegan kaya jack and rose ahh sama si Finnick,haha

        lagian lo kan bisa berubah jadi kotoran Ren. berubah donk! biar mrk gak bisa ngenalin lo. trus lo kabur deh,hahaha

      • Aduh , ada tamu gak di undang *dilemparsendal
        Hehe , iya deh yang penting ceritanya bagus😀
        Oh ya kak Rendi , aku udah baca semua cerita kak Ren , tinggal tunggu New Day (2) nya aja😀

    • Makasih. ..makasih..makasih..,hehehe

      Wah adegan kemarin yah? Steffano gak bisa ceritain, soal.a dia gak sempet nguping waktu itu,hahaha

      Olimpiade gak di dubai lho. kamu kurang teliti tuh. di Dubai hanya transit aja, tapi olimpiade.a di Wina-Austria,hehe

      Ih aku malah suka kok di kritik, asal kritikan yg membangun dan juga masih flm konteks yg wajar,hahaha

      Kamu bisa aja kok. coba aja latihan buat nulis! Sama2. makasih udh baca n komen juga,hehehe🙂

      • Sama – sama😀

        Wah kurang ajar nih ceritanya , minta di gantung kak onew nya

        Oh iya , kesalahan teknis tuh . Terlalu cepet bacanya soalnya ga sabar ada adegan xxx Revie x Dave *kenagampar

        Iya deh kapan kapan aku kritik terus , maaf ya kalo kritikan aku gak membangun😀

        Waktu nulisnya kurang pede , akhirnya kehabisan ide -,- .sekarang yang aku tunggu di blog ini cmn cerita kak Onew loh ! Stormy Day dari kak Rendi udah gak menarik *kenagamparlagi – maksudnya udah tamat – Cepetin ya kak Onew part 10 nya😀 Ganbatte Kudasai !!!

        • Digantung dimana? kalo digantung dihatimu aku mau,hahaha

          Maka.a jgn buru2 yah. stauku yg buru2 hasil.a kurang memuaskan, kayak quick sex aja,haha

          Harus pede donk!hehe

          iyah nanti aku nyoba nulis deh, soal.a aku masih sibuk,hahaha

  2. buat komen2 di chapter sebelumnya jadiin satu di sini aja ya, On
    ngebut baca semaleman, gak lerasa udah chap 9
    waaah ada karakter revie yg ‘aku banget’ jadi chap 9 ini chap favorit ak. hahha
    gk kebayang 1 bulan di karantina jadinya si Dave kayak mana. trs masalahnya sama so stepano?
    dari awal ak dah tau klo stepano itu brengsek. huh. gk ak restuin Dev sama Stepano. titik
    itu si Cessie macho bgt yak. jadi ngebayanginnya si mput😛
    klo jeremy itu Rendi banget yak?
    masukin karakter ak dong, On. yg unyu *ehm, tpi revie itu udah karakter ak banget* *jadi mumet* *halah*
    ok babay ciao

    -mmnto-

    • Ciieeee Eyang. akhir.a selsesai juga baca.a *lemparin bunga melati* hahaha

      Nanti Dave main cari2an kutu sama si Revie,hahaha

      Masalah.a sama Steffano masih berlanjut gak yah? tggu aja nanti, :-p

      Iyah, restu eyang emang perlu, maka.a mrk putus. pasti gegara gak direstuin eyang deh,hahaha

      Hahay eyang mah bukan Revie, eyang itu si Chloe. eyang kan transgender,hahaha

      eh Revie itu aku banget tau, jadi mending eyang gak usah ngaku2 deh, shoo shoo!

      makasih yah yang udh komen,hehe

  3. kakak Onew….
    aku gak setuju si Steffano dimaafin semudah itu!!!!
    harusnya dia direndem di air es selama tujuh hari tujuh malam, digantung bolak-balik barat-utara-timur-selatan, dikeramasin pake deterjen, terus dibilas pake molto ultra sekali bilas biar sifat pengecut and munafucknya hilaaaaaaaang “forever gone’!!!

    #sorry_kebanyakan_komen😀

      • tapii kann namanya broken heart and rasa dikhianatin ituu gak mungkin hilang gituu ajaaa kak…..
        kasiiiaann aja, Dave gak cuma korban perasaan doank, korban waktu juga segala macem,,,,
        Steffano tuh mank gak tau diuntung!!!!
        sinii” Dave samaa kakak.Q ajaaa,,,, (ooopppss!!)
        hahaha….😛

  4. iuwh masa gw di distrik 1 ma eyang , gw di distrik 3 jadi ni 3 angle kepungan, nu km di distrik 4 ya biar ni makhlu dr planet vulala ketangkep dan kita paksa buat nerusan chaptnya zavan, gw komen crt lo tar siang ya blum bca soalnya hehe . . . #senyum elegan

    • Iyah.. tar kan pas kalian lari eyang nggak bisa lari tuh, nah nanti eyang lo gendong deh,hahaha

      Mana? sampe skrg lo gak komen2 tuh,haha

  5. “Cacing Aer” Onew
    Melaar, dan Rendi
    Sardeen.?
    oh my gawd banget yak..
    Gue ngakak bacanya..

    Eh, ada revie deng.. Tapi ga bakal sukasukaan kan.. Revie kan udah punya bagas u.u

    sipp.. Seme nya dave kapan dateng?

    • Rendiiii.. kita diketawain sama si didu,fufufu

      Gak donk. Dave kan uke Revie juga uke, kalo mrk jadian jadi kaya pasangan lesbian donk?hahahha

  6. ,skrg udah lebih baik…
    ,kak Onew bisa membuat ceritanya jadi gak ketebak ..
    ,aku jga sempet deg degan bacanya .. haha ..
    ,tpi krn udh dikasih bocoran ama kak Esa jadi gk terlalu penasaran kedepannya gmana .. walau blm tentu benar ..
    ,oh iya , 8 typos .. atau kurang .. soalnya tadi aku itung ada 8 ..
    ,jadi lebih baik .. itu aja menurutku .. mungkin sarannya bisa lebih diperhatikan lagi kalau nulis ?? jdi, ntar gak bakalan ada typo apa2 ..
    ,udah .. segitu aja ..
    ,mau nanya soal Revie , tpi ntar aja deh .. takut ga dibales ama kak Rendi nya .. -___________-“

    • Kamu dikasih bocoran apa sama esa?
      jangan percaya dia, nanti kamu musrik lho,hahaha

      masih banyak yah typo.a? sorry deh, aku emang langganan typo kayak.a,hahaha
      kalo abis selesai nulis aku suka males baca lagi sih, sekali.a baca lagi masih aja kecolongan,haha

  7. ish.. geregetan ma stepanoh >:O , buang ke laut ajeh dy
    ehh ada si revie, gemes bgt ma revie ni, suka bgt ma icecream.
    eh ya klo Rendi kan bikin 12 chapter, klo Onew mau brp chapter ni?sama juga kah?

    • Jangan di buang donk. Steffano itu buat aku aja deh,wkwkwk

      Blom tau. pengen.a sih beratus2 chapter biar ngalahin sinetron tukang bubur naik banci, tapi kayak.a nanti malah ngebosenin deh, jadi dtggu aja sampe brp chapter yah,hahaha

  8. Ah, lo mah new. Sebenernya yg buat bagus crita ini itu adalah conversation permintamaafan si fano ke si dave. Tp kok g ada sii, jdnya gw sedih nih. Gw pengen tau seberapa regretnya si fano atas perlakuan yg dia buat ke dave.

    • Ihh ada Bagas. Gas kamu bkn bagas.a Revie kan?hahaha

      Aku sebener.a pengen bikinin, tapi takut.a malah bikin boring n muak jatoh.a,hahha
      jadi gak aku bikinin deh,wkwkwk

      maaf yah, and thanks udh komen,🙂

      • Bukan, bukan bagasnya revie. Tp kalo iya juga gpp, siapa yg g mau sama revie 

        Harus percaya bisa dan jadi bagus new, gw percaya kok lo itu penulis handal. Masalah ngeboringin ato nggak kan itu tergantung org yg bacanya new.

        Eh btw new jgn terlalu lama update dong, karena cerita yg “on-going” di blok rendi ini cmn FP sama WS dan kalian updatenya sama sama lama. Takutnya reader setianya jd kecewa dan minggat. Bilangin ke rendi yakkk lebih di tambah banyakkan cerita cerita di bloknya. Makasih

        • Aq juga pengen kayak Revie,haha

          Gini lho gas, masalaha.a part mohon memohon itukan udh mainstream, nah kmren itu aku nyoba buat biar gak mainstream. tapi malah gagal, akhir.a aku rombak ulang deh,fufufu

          Aku coba deh biar lebih cepet. tapi my RL so fucking busy. jadi dimohon maklum aja deh, tapi nanti klo ada bnyak waktu, aku nyoba biar crita.a cepet update,hehe

          • Hahaha, brrti kita jodoh new.

            Hmpftt oke la. Tp yg penting cerita slanjutnya hrus lebih greget lg.

            Thank you so much new buat mau dengerin dan bls my comment

  9. komen apa ya nu ? Mikir dulu #pegangpantat, apa ya ? Mikir dulu #peganglutut, apa sih . . . #pegangapaya? Hahaha . . .
    Ok gw mulai ya . . .
    1.Btw kak edgar kok fine2 aja ya adikx jd “u know what” scr realita biasax banyak kontranya.
    2.Part bertamux stef kok di skip ga cip ah , kan pgn tahu apa aja yg terjadi ma alaric #eh brondong ganteng mubazir kalo ga dpke wkwk
    3.Part amanda ma morgan jga knape diskip iuwh ga bitch ah . . .
    4.Soal cross story yah gw setubuh ma rendi, maybe rendi ga buat scene itu biar scene itu muncul di floque hehe
    5.last pd part terakhir td gw aga ngeri aja ma revie kok main tarik heh ingeed Rev , B.A.G.A.S , ok i watch u . . .
    Berikt presentasi saya eh komen saya, ada kurangnya di ikhlaskan ada lebihnya ya dikembalikan #emang jualan _ _ ”
    next chapt , stef back street ma revie yak wkwk #thinking tar jadinya saling nungging dunk wakakaka #plak udah ah cpek tau ngetik mlu . . . Next chapt harus lbh jdar ya nu . . .
    Dommo Arigatto, Ganbatte . . .

    • 1. Yah begitulah prinsip keluarga yg open minded. gak kaya kluarga lo sa,hahaha itusih setahu gue yah, soal.a kluarga gue nerima aja kok dgn kondisi gue.
      2.Inget calon istri sa! lo mah kata.a mau nikah, tapi masih mikirin brondong. dasar bisek abal2.:-/
      3.Lah kan cerita.a si Dave cuman memergoki. gak sengaja nonton, ck, dasar lo omes!
      4.*manggut2 aja*
      5.kan cuman narik doank. emang bkalan ada yg trjadi apa2 diantara mrk, kan enggak. huuuh dasar esa nih suka ngarep yg jauh2.haha
      next part Steff sama Revie??? maksud lo apaan coba,ck. udahlah daripada lo mikir yg ngaco2 mnding dtggu aja next part.a!

      *lempar kondom bekas*

  10. Akhirnya keluar jugaa😀 yesss akhirnya mrk steffano pergi dari hidup dave tapi sayang juga sih ya hehehe *labil*. Akhirnya bagus ga ketebak kalo bakal ketemu revie tapi jangan sampe akhirnya revie sm dave lho kak. nanti bagas sama siapa? apa bagas sm aku aja :* *pasang wajah binal zavan* hahahaha🙂
    lanjutin ya kak dan jangan KELAMAAN.!!

    • Gak donk dek. Dave itu kan uke, Revie juga uke. kalau mrk jadian brarti mrk jadi pasangan lesbian donk?hahaha

      kalo bagas sama kamu nanti bkn Rainy day lagi. tapi disaster movie jadi.a,hahahaja

  11. Tuhkan gw bil apa ? Gw anak alim jd ad yg pcy ma gw wkwkwk #kibas.pantat_senyum.elegan

    gw spoiler lage ya ? Plg dr olympiade, dave dpt juara 2 tp itu uda ckp bgus krn dia bru galau krn kepergian stef, n u know what, diacra ucpan selamat dave dpt kiss hawt dr kak panca, n timbul benih2 cinta both, tapi dave msh dilema antara move on atau menanti stef back, another day dave got accident dia mau dimachoist ma anak2 yg dikeluarin dr school ma ibunya stef, but jreng jreng kak panca become hero walo harus kena luka tusuk n dirawat di RS, Slama perawatan dia dijaga dave, more and more amore act, cinta panca ke dave stronger day to day, n finaly panca shoot him ( onu ) pake bazooka #eh, i mean dia shoot dave, n love talking, they to be one, when they love come deeper, vulala stef back . . . To be continue . . . Hakhakhakhak dilempar kapak ma onu #kabur . . .

  12. haii Onew i’m back.. (*ga ada yg perduli woyy) hhaha😦
    baru sempet komen lagi soal.a (*Onew said: alahh sok sibuk lo)😉
    menurut gue yah New, cerita lo tuh feel nya masih flat New, emosi.a belom kluar gitu New.. yah itu sih pendapat gue ga tau deh yg laen..

    eh iya New di part keberapa gitu ya gue pernah baca kalo DIS kata nya deket JIS. Emang DIS beneran ada yaa!
    Itu aja deh cuap” nya. Keep spirit ye buat cerbung.a. Ganbattteeee..🙂

    • Kemana aja Far?
      Sibuk ngepet atau cari pesugihan?hahaha

      Masih Flat yah? coba kamu baca ceritaku sambil makan chitato. dijamin gak bakal flat lagi. kan slogan.a chitato life is never flat,eehh gak nyambung,hahhaa

      DIS itu cuman fiksi keles, dan crita.a DIS itu deketan, mungkin DIS itu gandhi memorial. kan deket tuh sama JIS,hahaha

  13. ,wahaha .. aku kan gabilang percaya .. aku cmn bilang krn udah dikasih tau kak Esa .. ada tambahan dibelakangnya walau belum tentu benar ..
    ,jangan di spoiler terus dong kak Esa ..
    ,ntar kli kak Onew gamau nerusin nahyoo gmna …
    ,ntar kan reader digantung ceritanya .. dan aku gasuka yg digantung gantung .. hahah😀

    • Owh kirain kamu percaya, pokok.a jgn percaya spoiler abal2.a esa yah. soal.a dia kan bisex abal2, jadi spoiler.a jga pasti abal2,haha

      Aku malah suka yg ngegantung2… misalnya kaya biji gantung, eehh keceplosan,hahah

  14. aduh new gak kasian apa sama Stef bntran lgi jga ujian maen pindah2.n aja (klw gak salah dia kan kls XII mau sem 2 dan jgan jga salah.n mamahnya hahaha yang boleh timpuk penulisnya horee) nanti lah udah ujian ke sekalian pura2 kuliah dibali gtu, jdi kan masih ada bercikan2 antara dave dan stefano hahah* bkan berarti gue dukung Stef ya
    oh ya new sebenarnya kdang gue suka bngung sma ketuker dah sama karakter Chloe dan Cassie gak tau knapa tpinya😀
    oke makin seru JIS ketemu DIS makin diperdalam *ada apakah gerangan hahaha
    kya kayanya udah WS sama FP selesai harus ada kolaborasi penulis kaum pelangi ini deh he. *tpi gak ngejamin bkal seru deh🙂 peace

    • Aduh pasti Adsen ini gak nyimak baik2 deh.
      nih aku kasih tau yah, Steffano itu baru naik kelas XII. ini kan setting.a masih bln juli, jadi masil awal semester pertama donk? ya kan? jadi dia ke bali untuk menghabiskan kelas XII.a,hehehe

      Kalo Chloe itu cewek genit n cerewet, nah kalo Cassie itu cewek macho,hahaha tapi persamaan.a mrk suka adu mulut gegara hal sepele,hahaha

      kita udh bikin kolaborasi kok. bkn cerita sih, tapi film. udh nnton film terbaru gak yg judul.a “Cacing Aer”? dstu ada Onew Melaar n Rendi Sardeen lho. kita dstu jadi sepsang sahabat yg sedang mencari kondom berbentuk cacing aer,hahahha

  15. ops sorry kk😀
    semalem bacanya gak begitu menghayati *jiah
    harapa maklum ya abis cape new plang dari bandung pas di kamar cek internet eh ada FP 9, tdinya mau skrang baca tpi gak tahan malem kpingin baca tpi yang ada agak ngelantur hehe *curhat
    mana film hyo ? sini ta tonton
    aduh udah makin absurd aja nih onew Melaar tuh apaan ?
    ckck cari kondom bentuk cacing aer, trus klw cacing aernya bengkok2 kondomnya jga bengkok2 donk hahahaha

    • Isshh si Adsen ini suka gak bisa nahan deh, ditahan donk biar kluar.a banyak.. *apaansih* hahaha

      Nanti film aku kirim deh, mana alamtmu???
      tapi abis itu uang.a ditransfer yah!haha

      klo cacing bengkok yah harus bengkok donk, klo lurus nanti gak bisa masuk,hahaha

  16. @kak Onew : hmm .. ga percaya sih boleh .. tapi kalo sampe membuktikan apa yg kak Esa omongin-eh, ketikin bener .. let me think aja yaaa .. :p mungkin ntar bakalan minta spoil teruss .. haha *ups keceplosan .. #kibas pantat_kedip genit ..

    @kak Esa : wahahaha .. ntar kak Onew beneran merajuk kan bisa cilaka12 .. ntar gada yg mau nerusin cerita unik ini .. haha #lebay -_- .. kalo kak Esa spoil lagi tak tembak mulutnya pake bazooka .. biar mingkem sekalian .. wakwakwak #pasang muka setan .. haha :p

    pokoknya semangat buat kak Onew .. lanjutin terus .. anggap aja omongan-eh ketikan maksud aku-kak Esa hanya angin lalu #kentut doong ?? hahah ;D

    udah ah .. ntar dicipokin ama kedua kakak kece nan abal2 ini .. wks~

  17. wahahaha,,,
    aku baru bisa coment, mangap mangap😀

    Cuma mau kasih semangat sama cepetan dilanjut hehehe,,,
    yang ditunggu2 itu Side by Side, pliss lanjutin ntu cerita. oke😉

    makasih buat karya karyanya😀

    • Waduh klo side by side punya Rendi tuh, bukan punya aku. tapi nanti tak bilangin deh ke si Rendi.a…

      makasih udh komen,hehe

    • Zack alpenlible .. bikin cerita baru doonggg ..
      Zack kmu tuh karyanya bagus lohh .. aku paling suka ama yg Karnaval ..
      eh, krn one shot dan akhirnya kurang greget-padahal udh greget tapi gamau ngaku-jadi agak mengecewein-eh, mengecewakan ..
      aku suka mampir looh ke blog kmu .. bagus beudd deh ..😀

      • wah wah Ruka suka mampir toh?
        cihui,,, (goyang morokpok)
        jujur aku seneng bngt pas kmu blng bgtu, emang bner kata seseorang kalo penulis akan bahagia jika karyanya dibaca dan dihargai,,,
        thanks Ruka,, ntar kpn2 aku buat lg deh,,🙂
        #kirim paket alpenliebe

        • ,ya lah aku suka .. cmn syang aja knp karyanya cmn ada dua ..
          ,aku mau request dong .. kalo boleh dan bisa nih ya ..
          ,yg Karnaval jadiin cerbung aja ..
          ,aku mau tau, nasib kamu-Zack-yg ada di dlm cerita mendapatkan cintanya ..
          ,itu aja deh .. aku jga masih belajar dalam sastra soalnya ..
          ,dan dalam ilmu sastra, tulisan apapun itu, baik yg G Themed ataupun bukan .. selama ada nilai positif yg bisa diambil .. pasti akan menjadi nilai plus ..
          ,yg mungkin akhirnya-khususnya pada tulisan yg ber-G Themed-akan dipandang lain oleh khalayak yg membacanya .. gtulohh🙂

  18. ketemu ma nak DIS ea..hahaha
    steffano goblok…hahaha
    fuck you steff…!!
    buuat onew updeatnya cptan ea biar si mpok rendy updeat jg…dh bosen nunggu dia gak updeat2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s