Floque – Perkamen 7


Logo Jubilee(resize)

Chapter Seven : Trip to Queensland.

 

Aku  dan Amanda sedang sibuk mempacking barang yang akan di bawa malam  ini. Yups, sekolah kami memutuskan untuk menggunakan penerbangan malam hari agar kita sampai sana lebih awal dan bisa menikmati indahnya suasana pantai di sana. Aku memasukan semua peralatan yang ku butuhkan. Mulai dari baju-baju yang akan ku kenakan disana, pealatan mandi, Ipadku, kamera DSLR, dan juga peralatan lainnya.

“Aku sudah selesai Dave, kamu masih lama?” aku menganggukan kepalaku lalu menutup koperku dan mendirikannya di samping tempat tidurku.

“Ya sudah kalau begitu, aku  mau mandi dulu,” dia pergi meninggalkan kamarku dan berjalan menuju kamarnya.

Aku pun meregangkan tubuhku  yang terasa lelah. Entah kenapa hari ini aku merasa begitu capek. Padahal aku tidak melakukan hal-hal yang berat, dari pagi aku hanya melakukan aktifitas kecil seperti biasanya. Bahkan tadi siang aku sempat tidur. Tapi, kenapa aku merasa begitu lelah dan malas melakukan aktifitas. Atau mungkin ini ada penyebabnya dengan hal yang terjadi kemarin? Aku rasa mungkin ada benarnya juga.

Jadi, kemarin Steffano mengajakku pulang bareng, tetapi pas di tengah jalan Mamahnya telepon minta supaya dia cepat pulang, alhasil dia membawaku ikut serta ke rumahnya. Namun ternyata di rumahnya itu ada seorang wanita cantik. Yups, dia cantik dengan dengan rmbut panjang yang tergerai dan mata yang bulat. Dia juga memiliki kulit yang putih dan tubuh yang indah. Tipe-tipe wanita idaman para straight pada umumnya. Namun yang lebih membuatku terkejut, ternyata dia adalah mantan Steffano. Pantas saja dia terlihat begitu akrab dengan Mamahnya. Sepertinya aku memang tidak bisa mendapatkan Steffano untuk menjadi kekasihku.

Akupun merasa kalau aku hanya membuang-buang waktu saja dengan menunggu dia yang sedang asik bercengkrama. Akhirnya aku  memutuskan untuk ke taman belakang rumahnya. Aku tahu seluk beluk rumahnya karena aku pernah datang kesini sebelumnya. Ternyata di ayunan taman ada adik Steffano yang bernama Alaric. Akupun menghampirinya.

“Hey,” sapaku padanya. Dia membalikan badan dan tersenyum ke arahku.

“Eh Kak Dave, sini kak!” dia menepuk-nepuk bangku ayunan di sampinya yang kosong. Akupun duduk di sampingnya dan bersandar pada sandaran ayunan tersebut.

“Lagi apa?” tanyaku seraya melirik buku yang sedang di bacanya. Dia lalu menaruh bukunya di pangkuan pahanya. “Baca buku,” jawabnya singkat. Akupun hanya mengangguk-anggukan kepalaku.

“Oh ya, Kakak ngapain disini? Memanya kak Fano kemana?” dia memandang ke arahku. Kalau aku boleh jujur Alaric itu lebih tampan dari Steffano. Baiklah mungkin Steffano memang tampan, tapi tampan yang lebih ke arah maco. Sedangkan Alaric tampan yag lebih ke arah imut. Bahkan ketika dia tersenyum dan menampakan kedua lesung pipinya dia makin terlihat menggemaskan.

“Ehm, gak apa-apa kok. Kakak pengen nyari udara segar aja,” bohongku dan berpura-pura tersenyum padanya.

“Owh, di dalam masih ada kak Luna?” akupun mengernyitkan dahiku.

“Maksud kamu?” aku masih belum mengerti siapa yang dia maksud.

Dia menggeser posisi duduknya agar lebih dekat padaku, “Iyah, itu lho, cewek yang ada di dalam. Namanya Kak Luna. Dia mantannya Kak Fano. Tapi tetap ngejar-ngejar kak Fano. Padahal kak Fano itu sudah malas berurusan dengan dia. Soalnya waktu aku dan kak Fano mau main ke rumahnya, ternyata dia sedang selingkuh dengan cowok lain. Tapi masalahnya Mamah masih belum tahu kalau Kak Fano dan kak Luna sudah putus,” jelas Alaric. Akupun hanya mengangguk-anggukan kepalaku. Padahal aku masih belum tahu kenapa Steffano merahasiakannya dari Mamahnya.

“Oh ya, memangnya kenapa Steffano belum memberi tahu mamahnya?” tanyaku penasaran.

“Ehm, aku sih nggak tahu pasti. Cuman sepertinya kak Steffano nggak tega. Soalnya dari dulu Mamah kepingin anak perempuan. Nah, karena kak Luna anak perempuan pertama yang di bawa oleh kak Fano ke rumah, makanya Mamah langsung senang. Papah juga setuju-setuju saja tuh. Malahan dengar-dengar mereka bakalan di jodohin,” Degh. Perkataan Alaric barusan membuatku terkejut sekaligus down. Sepertinya aku memang tidak punya harapan lagi. Aku memang bukan jodoh Steffano, jadi lebih baik mulai sekarang aku berhenti berharap kepadanya.

“Kak..kak..” Alaric menggoyang-goyangkan pungnggungku dengan tangannya. Akupun menoleh ke arahnya dan berpura-pura kalau aku tidak apa-apa. “Kakak  kok matanya merah?” perkataan Alaric barusan langsung ku tepis dengan mengucek mataku.

“Eng…enggak kok. Kakak cuman kelilipan saja. Oh ya, makasih yah Ric buat penjelasannya. Aku mau pulang dulu,” pamitku padanya, lalu aku berdiri meninggalkannya dan berjalan menuju bagian dalam rumahnya.

Aku mencari keberadaan Steffano namun aku tak kunjung menemukannya. Akhirnya aku bertemu dengan Mamahnya, “Eh Dave, kamu lagi cari siapa?” Tanya Mamahnya Steffano. “Ehm..anu Tante, aku mau pamit, tapi kok aku nggak lihat Steffano yah?” tanyaku.

“Oh, tadi sih mereka lagi di dapur. Coba kamu kesana! Barangkali mereka masih di sana,” jelas Tante Amel.

“Oh begitu, yasudah. Makasih Tante,” Tante Amel hanya menganggukan kepalanya. Akupun akhirnya berjalan menuju dapur yang ada di dekat ruang makan. Setelah sampai di depan dapur tiba-tiba tubuhku mengejang. Aku tidak tahu harus bagaimana dengan hal yang ku lihat sekarang. Steffano dan Luna sedang berciuman. Dan itu benar-benar membuatku kaget sekaligus sakit. Entah kenapa nafasku langsung tercekat melihat adegan tersebut. Tiba-tiba saja mataku terasa perih. Perlahan aku mundur dan berusaha agar tidak menimbulkan suara. Hingga akhirnya aku menjauh dari dapur tersebut.

“Sudah ketemu sama Fano?” Tanya Tante Amel. Aku hanya menganggukan kepalaku, kemudian mencium tangan tante Amel dan langsung pergi.

“Dave, pulang dulu yah Tan,” ucapku setelah mencium tangannya.

“Lho, memangnya gak dianterin Fano?” aku hanya menggelengkan kepalaku, “Yasudah, hati-hati yah nak Dave,” akupun langsung melangkah panjang keluar dari rumahnya. Begitu taksi lewat di depan rumahnya aku langsung menyetopnya dan pulang dengan hati yang entah terasa begitu sakit.

 

Dan mungkin hal itulah yang membuatku merasa begitu malas melakukan apapun. Aku rasa aku sedang badmood. Aku merasa lelah, yang sebenarnya hatikulah yang lelah. Lelah karena mengejar impian kosong. Akupun beranjak menuju kamar Mandi kemudian mengguyur seluruh badanku yang lelah ini dengan shower. Berharap semua lelah itu ikut luntur bersama air yang mengguyur tubuhku.

Setelah selesai aku langsung mengeringkan badanku dan berganti baju. Aku mengenakan T-shirt Fcuk-ku, lalu mengenakan celana denim hitam. Kemudian ku pasang sepatuku pada kedua kakiku. Setelah selesai aku menarik koperku keluar kamar. Ku lihat sekali lagi ke arah kamar barangkali ada barang yang ketinggalan. Ternyata benar, smartphoneku masih tergeletak di meja yang ada di sebelah tempat tidurku. Akupun mengambilnya. Setelah itu aku keluar kamar dan mengunci kamar yang akan aku tinggal selama seminggu.

Aku menuruni anak tangga menuju ruang tengah. Ternyata Amanda dan kak Morgan sudah menunggu di bawah. Aku merapatkan jaketku ketika sudah sampai di bawah. Ternyata Papah dan Mamah juga sudah ada di bawah. Kamipun berpamitan pada Papah dan Mamah. Kemudian kami menuju mobil yang akan mengantar kami menuju bandara.

Kami sengaja tidak berangkat dari sekolah karena Amanda tidak mau kalau harus berangkat dengan anak lainnya. dia memang tidak suka bergaul dengan banyak orang. Karena dia tidak mudah percaya dengan orang lain. Itu sebabnya sampai sekarang dia tidak mempunyai banyak teman. Di dalam mobil aku hanya diam dan memasang headsetku dan memainkan beberapa lagu favoritku. Hingga akhirnya kami sampai di bandara Soetta.

Aku,Amanda dan Kak Morgan menarik koper kami masing masing menuju tempat yang sudah di tentukan oleh pihak sekolah. Ternyata sudah banyak yang datang. Ku lihat Chloe melambai-lambaikan tangannya ke arah kami. Malam ini dia mengenakan blazer berwarna putih dengan rok berwarna pink dan sepatu berwana senada, bahkan kopernya pun berwarna pink. Chloe ini memang benar-benar pink addict.

“Ya ampun kalian itu lama amat sih? Sepuluh menit lagi kita check in,” katanya sambil menarik-narik posisi blazernya agar terlihat lebih rapih.

“Oh ya Cassie mana?” tanyaku.

“Nggak tahu. Tadi sih aku lihat lagi pergi sama cowok barunya, nggak tahu kemana, cuman kayaknya mendesak banget. Pengen quicksex kali,” omongan Chloe membuat kami terkejut dan memalingkan wajah kami ke arahnya. Namun dia malah terlihat santai-santai saja.

“Chloe, bisa nggak sih kamu ngomong yang lebih rasional sedikit!” pinta Amanda.

“Lho, bagian mana yang nggak rasional? Perasaan yang aku omongin bisa saja terjadi. Lagian c’mon masa kalian kayak denger apaan aja lansung kaget. Biasa aja keles,” dia lalu mengeluarkan senjata andalannya yaitu kipas yang selalu dia bawa kemana-mana.

“Yah, tapi kan bisa lebih sopan dikit lah. Nggak usah se-vulgar itu juga ngomongnya,” Amanda makin mendesak Chloe, itu tandanya bakalan ada adu argument lagi.

“Oh boo-hoo. Listen Amanda! Kurang sopan apa coba aku? Aku kan cuman bilang quick sex. Itu termasuk sopan  lho. Daripada aku bilang ngentot singkat, hayo vulgaran mana?” Amanda dan kak Mogan makin terbelalak. Dan kulihat Amanda mendengus kesal namun  Aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja.

“Sorry guys, gue tadi ada urusan sama si Radit,” seru Cassie ketika dia sudah berada di samping kami.

“Radit who?” tanyaku penasaran.

“Cowok ONS-annya si Cassie tuh,” celetuk Chloe yang membuat Cassie meninju lengan Chloe. “Ouch, sakit tau Cass. Kamu ngak sadar apa kalau pukulanmu itu mirip kaya pukulan Agung Hercules,” Chloe mengusap-usap lengannya. Aku dan Amanda hanya bisa tertawa melihat tingkah mereka.

“Abis mulut lo busuk banget sih,” bela Cassie.

“Oh boo-yaa, kamu tingal ngaku aja apa susahnya sih. lagian kita udah nggak asing lagi kok soal status playermu,” belum sempat Cassie menjawab ternyata ada pemberitahuan kalau kami semua harus segera check in.

“Guys, sudah waktunya check in. ayo kita masuk!” perintah kak Morgan. Kamipun mengekor di belakangnya. Cassie ada di sebelah kiriku sementara Chloe ada di sebelah kananku. Aku seperti penengah diantara mereka. Karena akalau tidak begini pasti mereka akan semakin menjadi.

Setelah menunggu satu jam lebih, akhirnya kita semua di persilahkan naik ke dalam pesawat. Ternyata aku mendapat kursi yang bersebelahan dengan Chloe. Sementara Amanda dengan Cassie. Mungkin itu semua berdasarkan request dari masing-masing peserta. Jadilah kami duduk dengan sahabat kami.

Setelah pramugari menjelaskan beberapa hal mengenai cara memakai peralatan keselamatan jiwa yang di berikan oleh  maskapai penerbangan, akhirnya pesawat kami take off menuju kota Brisbane.

Setelah kupasang flight mode pada smartphoneku aku memasang headphone yang ku bawa di telingaku dan memutar beberapa lagu favoritku. Ku lihat Chloe sedang asik menghias kuku indahnya dengan kutek yang baru di belinya via online di ebay. Akupun menikmati musik yang mengalun di telingaku, kemudian secara perlahan memejamkan mataku.

Aku terbangun ketika mendengar suara agak berisik dari kursi sebelah kananku. Ternyata penyebabnya adalah Cassie dan Amanda yang ingin bertukar tempat dengan dua murid kelas IPA 2 yang ada di sebelah kananku. Entah apa yang mereka bicarakan sehingga kedua anak tersebut mau berpindah tempat dengan mereka. Dan setelah proses perpindahan tersebut selesai, Amanda dan Chloe duduk di sebelahku.

“Heeehhhh akhirnya bisa pindah juga,” desah Amanda ketika mendaratkan pantatnya di kursi sebelahku.

“Memangnya kenapa kamu pindah?” tanyaku sambil melepas headphone di telingaku dan membenarkan posisi duduku.

“Disana nggak enak. Getarannya kerasa banget kayak di angkot,” jawab Amanda.

“Iyah, udah gitu di samping kita ada anak IPS 3 yang jelek banget itu, siapa namanya?” Cassie bertanya pada Amanda. “Edric,” jawa Amanda singkat. “Iyah, si anak albino yang tampangnya kayak orang bloon itu,  eeuugghh, mana dia tidurnya ngorok lagi, bikin kuping gue congekan aja,” gerutu Cassie, dia melebarkan selimut dan menutupi kedua kakinya hingga perut.

“Bukannya kamu emang udah congekan yah Cass?” celetuk Chloe yang sontak membuat Cassie ingin membalasnya, namun aku dan Amanda menghalangi mereka.

“Suda deh, kalian itu pada berantem aja. Mending kalian tidur! Katanya besok mau nikmatin sunrise di Moreton Island,” perintahku pada mereka.

“Oh iya aku lupa. Besok aku mau nyari bule Australia yang kece ah, siapa tau mereka kepincut sama kecantikan aku,” sahut Chloe sambil mengedip-ngedipkan matanya dan menampakan gesture genitnya.

“Bitch!” celetuk Cassie.

“Biarin. Ngapain pura-pura innocent kalau pada kenyataanya emang lebih jalang, kaya..eemmm” Chloe tidak meneruskan kata-katanya, hanya mengarahkan matanya ke arah Cassie.

“Maksud  lo?” Tanya Cassie dengan nada sinis.

“Udah deh, kalian itu bisa nggak sih semenit aja nggak berantem. Aku mau tidur, kalau kalian masih mau berisik mending kalian sana gih ke belakang! Kebagian ekor pesawat, biar kalau ada yang kalah langsung di masukin ke bagasi,” perintah Amanda yang membuat mereka bungkam.

Akhirnya percek-cokan antara Chloe dan Cassie berhenti, karena mereka sibuk dengan urusan masing-masing. Ku lihat Amanda sudah memejamkan matanya. Akupun mengikutinya dengan memejamkan kedua mataku, tak lupa kupasang penutup mata agar aku tidak silau. Karena biasanya aku susah tidur kalau dalam keadaan lampu yang tidak temaram.

Sekitar pukul tiga pagi. Kami sampai di kota Brisbane. Kami semua turun dari pesawat dan berkumpul di bagian keimigrasian untuk mengecek paspor kami masing-masing. Ternyata udara di sini tidak sepanas Jakarta. Walaupun ini bulan Desember, tapi disini sudah memasuki musim panas atau summer. Tidak seperti kota pada Negara sub tropis lainnya yang masih dalam musim dingin.

Aku merapatkan posisi jaketku, dan  berdiri di antrian pengecekan paspor. Aku menyetel smartphone ke profil general, dan tak lama masuklah beberapa chat dari teman-temanku. Ada dari Jeremy yang minta oleh-oleh di bawakan bayi kangoroo, sahabatku yang satu itu memang aneh-aneh saja. Ada juga dari beberapa teman dunia mayaku, dan yang terakhir dari Steffano. Dia masih terus bertanya kenapa aku waktu itu pulang tidak memberitahunya dan tidak membalas chattingannya serta tidak mengangkat telepon darinya.

Aku akui, sepertinya tindakanku terlalu kekanak-kanakan, tapi aku rasa aku masih belum bisa untuk berbicara dengannya, meskipun lewat telepon. Jadi lebih baik aku tidak menghubunginya sekarang ini, sampai aku siap.

Setelah proses ke imigrasian dan juga boarding pass selesai, kami semua berkumpul untuk di absen oleh Mr. Andrew. Kemudian kami masuk ke dalam bus yang sudah di tentukan oleh pihak Tour. Karena tempat duduk dan bus tidak diatur berdasarkan kelas, melainkan berdasarkan request dari masing-masing murid, akhirnya aku dan ketiga sahabatku bisa satu bus.

Bus membawa kami berkeliling kota Brisbane, mulai dari The Windmill, Botanic Garden, Parliament House dan juga beberapa tempat lainnya. Hingga rombongan kami sampai di Conrad Treasury Hotel. Kami semua turun dari bus. Dan memasuki gedung hotel yang megah  ini.

Ternyata aku mendapat kamar di lantai 19, dan aku sekamar dengan Nick dan juga George. Aku mengenal mereka, karena kami memang satu kelas. Hanya saja kami tidak terlalu akrab. Kita bertiga masuk ke dalam kamar untuk menaruh koper dan barang kami masing-masing. Di dalam terdapat tiga tempat tidur, satu buah LCD TV, kamar mandi super elit, lemari pendingin dan juga fasilitas lainnya.

Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur yang di tengah, lalu memejamkan sejenak mataku. “Dave, lo nggak siap-siap?” Tanya sebuah suara yang ternyata itu suara Nick. Aku mengalihkan pandangan ke arah mereka dan ternyata mereka sedang asik melepas bajunya dan berganti di depan mataku. Bahkan mereka dengan pedenya mempertontonkan badanya yang hanya berbalut celana dalam saja. Memangnya mereka kira aku sama saperti mereka apa? Daripada aku khilaf, lebih baik  aku memalingkan pandanganku.

“Iya aku ikut kok. Kalian duluan saja, nanti aku  nyusul,” jawabku gugup. Setelah mereka berdua keluar dari kamar, aku langsung buru-buru ganti pakaian. Aku mengenakan celana pendek dan baju pantai pada umunya. Tak lupa aku membawa kamera DSLR-ku.

Ternyata di lobby hotel anak-anak sudah berkumpul dengan mengenakan baju pantai, karena hari ini rencananya kami akan berkunjung di Moreton Island. Kamipun di beri briefing mengenai tempat-tempat mana saja yang akan kami kunjungi. Setelah briefing selesai, kami masuk kedalam bus yang akan membawa kami ke Tangalooma Wharf.

Setelah kami sampai di Moreton Island, anak-anak antusias berlarian menuju pantai, karena sebentar lagi memasuki waktu sunrise. Anak-anakpun sibuk berfoto ria.

Aku memfoto ketiga sahabatku dengan berbagai macam gaya. “Dave, masa kamu nggak ikutan foto sih? minta tolong gih sama siapa gitu biar kita bisa foto berempat,” perintah Chloe.

Akupun mencari-cari kira-kira siapa yang bisa kuintai tolong, akan tetapi semua temanku sepertinya sibuk. Aku masih terus mencari kira-kira siapa yang bisa kumintai tolong. Lalu tiba-tiba seorang pemuda yang cukup tampan melewati kami. Akupun berinisiatif untuk meminta tolong padanya.

“Scuse me,” tegurku pada pemuda tadi, “Can you help us?” lanjutku.

“Yeah, ofcourse. What can I do for you?” jawabnya, sambil menatap ke arahku. Sepertinya dia orang Indonesia juga, karena wajahnya itu khas wajah asia pada umumnya. Dia memiliki badan yang lumayan kekar dan dada yang sangat bidang, dengan rambut spike dan alis yang tebal.

“Apakah anda orang Indonesia?” tanyaku hati-hati.

“Yep, kamu juga yah?” dia bertanya balik kepadaku, aku hanya menganggukan kepalaku.

“Ayo donk Dave, bentar lagi sunrise nih,” Chloe mengingatkanku yang sedang asik ngobrol dengan cowok Indonesia ini. Akupun memberikan kamera DSLR ku kepadanya, dan aku mendekat kebarisan sahabat-sahabatku.

Setelah berpose beberapa gaya dengan latar sunrise akhirnya kami memutuskan untuk menyudahi prosesi pemotretan kami. Aku menghampiri pemuda tadi, kemudian dia menyerahkan kamera padaku. “Thanks,” ucapku padanya.

“Anytime,” balasnya, kemudian dia berjalan pergi meninggalkanku. Sebenarnya aku ingin mengenal namanya, hanya saja aku tidak tahu karena aku tidak bertanya kepadanya.

“Kamu bisaan aja deh, minta tolongnya sama yang ganteng gitu. Kekar pula,” bisik Chloe di samping telingaku. Aku hanya mengakat kedua bahuku.

“Oh ya, kita harus berkumpul, karena sebentar lagi kita harus pergi ke Tangalooma Dolphin Resort menggunakan kapal Ferry,” kata Amanda, kemudian dia berlari ke arah Kak Morgan yang sedang asik bergurau bersama teman-temanya.

Dan kami semua secara antri memasuki kapal ferry yang akan membawa kami menuju Resort lumba-lumba tersebut. Setelah kami sampai, kami semua di beri kebebasan untuk mencoba beberapa fasilitas resort. Mulai dari snorkeling, scuba diving, parasailing, jet ski, whale watching cruise dan beberapa optional lainnya. karena aku tidak tertarik, aku memutuskan untuk berjalan berkeliling resort dan mengambil beberapa foto.

Ternyata waktu sudah siang, dan kami memutuskan untuk beristirahat di resort tersebut. Aku dan ketiga sahabatku memutuskan untuk beristirahat di area selatan resort yang berdekatan dengan laut yang banyak lumba-lumbanya. Ternyata ketika menjelang sore banyak wisatawan yang hadir, bukan hanya dari pihak sekolah kita, tapi juga banyak wisatawan umum lainnya.

Ketika sore tiba, ada sebuah acara yang diselenggarakan oleh pihak resort. Yaitu pemberian makan pada lumba-lumba dan pelikan. Aku mengabadikan momen-momen tersebut ke dalam kamera DSLRku. Dan tanpa sengaja aku memotret cowok tadi. Cowok yang tadi kumintai tolong untuk memotretku dan sahabatku. Di layar kamera kulihat dia sedang tertawa dengan  salah seorang cowok lainnya. mungkin itu sahabatnya. Akupun lalu mengabadikan beberapa hal menarik lainnya ke dalam kamera.

Setelah menikmati sunset, kita semua berkumpul untuk menaiki kapal ferry yang akan membawa kami menuju Moreton Island untuk kemudian kembali ke hotel tempat kami menginap. Dalam perjalanan pulang aku melihat beberapa hasil jepretanku yang ternyata lumayan bagus.

Setelah sampai hotel, kami semua membersihkan badan kami untuk kemudian menikmati santap malam. Hal yang membuatku canggung pun terjadi untuk yang kedua kalinya. Yaitu ketika Nick dan George mempertontonkan tubuh bugilnya dihadapanku. Bahkan mereka mengajakku untuk mandi bareng. Mungkin bagi mereka itu hal yang lumrah. Tapi bagiku, itu adalah beban tersendiri. Akhirnya aku menolak ajakannya dengan beralasan masih ingin istirahat.

Kami berkumpul di restoran hotel untuk menikmati santap malam. Kemudian kami dianjurkan untuk istirahat, karena besok masih banyak serangkaian acara lainnya.

Tak terasa sudah memasuki hari kelima. Beberapa rangkaian acara pun telah kami lakukan. Mulai dari melihat pertunjukan ala Hollywood  di Movie World, mengunjungi Dream World yang ternyata menyerupai Trans Studio, dan menikmati indahnya kota Gold Coast dari Skypoint Observation Deck dari ketinggian lantai 78.

Sore ini acaranya bebas, karena besok malam kita sudah harus kembali ke Indonesia. Ketiga sahabatku mengajakku ke Anzac Square untuk membeli oleh-oleh. Namun aku menolaknya, karena aku ingin pergi ke Queens Street Mall. Akhirnya kami berpisah.

Aku memasuki bangunan Mall yang besar ini untuk membeli beberapa hal. Aku membelikan Mamah dan Papah baju, jam Tangan untuk kak Edgar, dan Blazer Gucci untuk Jeremy. Aku tidak jadi membawakannya bayi kangaroo karena tidak boleh oleh pemerintah Australia. Lagian kurasa permintaan Jeremy terlalu tak masak masuk diakal. Setelah selesai berbelanja aku memutuskan untuk pulang. Tapi ternyata di luar sedang ada badai, jadi semua akses keluar dari Mall ini di tutup.

Akupun tidak jadi pulang, dan terperangkap di dalam Mall ini dengan ratusan bahkan ribuan pengunjung lainnya. “Hey,” kurasakan pundakku di tepuk. Akupun memutuskan untuk memutar tubuhku . ternyata yang menepukku adalah cowok yang waktu itu kumintai tolong.

“Dan,” ucapnya seraya menyodorkan tangannya ke arahku. “Dave,” balasku singkat dan meyambut uluran tangannya.

“Sendirian aja?” tanyanya.

“Iyah, Teman-temanku sedang berbelanja di Anzac Square. Jadi aku sendirian deh,” jawabku sambil menaruh belanjaanku di lantai, karena aku capek kalau terus menentengnya.

“Owh. Oh ya kamu disini masih berapa lama?” lanjutya.

“Ehm besok malam sudah harus pulang ke Indonesia kok,” jawabku. Kuamati lagi wajah tegasnya. Dia memang tidak terlalu tampan. Tetapi dia punya ajah yang sangat maco. Di tambah badannya yang kekar.

“Kirain masih lama. Kan bisa aku ajak keliling Queensland,hehe” dia tersenyum simpul ke arahku.

“Iyah, sayang sekali. Oh ya kamu disini kuliah?” tanyaku penasaran.

“Iyah, aku kuliah di sini. Kamu sendiri sekolah dimana?” dia menatap ke arahku. Kurasa dia bukan gay. Dia straight, hanya saja dia mempunyai sikap yang ramah. Jadi lebih baik aku menghormatinya.

“Aku sekolah di JIS. Sekarang aku sudah masuk semester 2,” jawabku. Kemudian aku duduk di kursi yang tak jauh dari tempatku berdiri. Diapun melakukan hal yang sama.

“Oh ya? Deket sama DIS donk?”  dia tampak terkejut.

“DIS? Dominiquert maksudnya?” tanyaku ragu, karena takutnya aku salah.

“Iyah. Adikku namanya And dan juga adik kesayanganku yang bernama Revie sekolah disana,” jawabnya antusias.

“Owh gitu, mereka kelas berapa?” lanjutku.

“Sama kaya kamu. Mereka baru akan masuk semester 2,” jawabnya, aku hanya mengangguk-angukan kepalaku saja.

Lalu obrolanpun bergulir kesana-kemari. Ternyata dia adalah salah satu atlet rugby di kampusnya. Pantas saja tubuhnya sangat kekar. Dan dia juga bercerita tentang betapa sayangnya dia dengan adik-adiknya. Terutama yang bernama Revie walaupun dia bukan adik kandungnya. Dia bilang Revie itu sangat imut dan lucu. Bahkan dia bilang kalau si Revie ini mungkin reinkarnasi dari Alejandro.

Ternyata badai sudah berhenti. Dan kami memutuskan untuk pulang. “Mau aku antar?” tawarnya.

“Nggak usah. Biar aku jalan saja. Lagian hotelku dekat kok dari sini,” jawabku, diapun hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.

“Oke then, see you!’” katanya lalu beranjak pergi meninggalkanku.

“See you,” jawabku. Akupun keluar dari Mall tersebut. Namun kurasakan Smartphoneku bergetar. Ternyata itu dari Steffano. Panggilan yang entah untuk ke berapa ratus kali selama lima hari ini. Sepertinya sudah waktunya aku menjawabnya. Aku harusnya bisa bersikap lebih dewasa daripada seperti sekarang ini. Mungkin dia tidak bisa jadi kekasihku, tapi paling tidak dia bisa menjadi sahabatku.

“Halo,” sapaku.

“Halo, oh thanks God, akhirnya kamu mengangkat teleponku,” jawabnya dengan penuh kelegaan.

“Sorry kalau belakangan ini aku tak mengacuhkanmu,” lanjutku.

“Is everything alright?” Tanyanya dengan penuh kecemasan.

“Yeah,” bohongku, namun sepertinya aku sudah tidak bisa berbohong. Aku harus jujur dan mengatakan semua kepadanya. “No. everything is not Ok. Steff I miss you. Aku kira dengan tidak berkomunikasi denganmu maka aku bisa melupakanmu. Tapi kenyataannya aku tidak bisa. Aku malah semakin kangen sama kamu. Steff I miss you like crazy. I love you,” aku berkata sejujur-jujurnya karena memang aku tidak bisa membohongi perasaanku.

“I love you too,” jawabnya yang membuatku tercengang.

“Are you serious?” tanyaku penasaran.

“Oke then. Turn around!” perintahnya. Akupun masih belum tau maksudnya apa. Akhirnya aku memutuskan untuk membalikan badanku dan ternyata di seberang air mancur ada Steffano yang berdiri sambil menempelkan handphone pada telinganya. Akupun menatap tak percaya. Dia tersenyum ke arahku dan berlari kecil ke tempatku berdiri. Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan hal yang sama. Aku berlari ke arahnya, hingga kami mendekat kemudian kami berpelukan.

Aku masih tidak percaya kalau sekarang Steffano berada di sampingku. Kami berdua tidur bersebelahan. Dia membawaku  ke kamar hotel yang sudah dia pesan. Ternyata dia memutuskan untuk menyusul kesini setelah dia selesai bertanding tenis. Dan dia memenangkan pertandingan tersebut.

Dia memesan di hotel yang sama, karena itu sudah di fasilitasi oleh sekolah. Jadi besok dia juga akan ikut pulang bersama kami. Aku menyandarkan kepalaku di dadanya. Diapun mengusap-usap rambutku, membuatku merasa nyaman.

“Kenapa kamu baru bilang sekarang kalau kamu cinta sama aku?” tanyanya, aku mengangkat kepalaku dari dadanya. Dia tersenyum ke arahku. Akupun kembali merebahkan kepalaku di dadanya.

“Aku takut kalau nanti kamu akan membenciku. Kamu sendiri kenapa cinta kepadaku? Bukannya kamu itu straight yah?” aku mengusap-usap dadanya dengan jemariku.

“Iyah, tadinya. Kemudian aku berpindah haluan ketika kamu datang. Tetapi aku masih ragu dan mencoba untuk menampik perasaanku kepadamu. Akan tetapi aku semakin sadar kalau aku memang mencintaimu,” jawabnya, dia menaruh dagunya diatas kepalaku dan mencium rambutku.

“Kalau cinta kenapa kamu kemarin ciuman sama Luna?” pertanyaanku membuat dia terhenyak.

“Kamu  melihat aku dan Luna ciuman?” aku hanya mengangukan kepalaku. “Percaya atau tidak, aku tidak menginginkan ciuman itu, kemarin Luna yang menciumku. Aku tidak membalas ciumannya, karena memang aku rasa hubunganku dan Luna memang sudah selesai. Jadi itu yang membuat kamu marah kepadaku?” aku hanya menganggukan kepalaku.

“Dasar!” dia miringkan posisi tubuhnya, dan memeluk tubuhku. Dia mendekatkan wajahnya ke wajahku. Perlahan dia mendekatkan bibirnya ke bibirku. Jantungku terasa berdetak lebih kencang dari biasanya. Aku merasa gugup. Hingga akhirnya bibirnya menyentuh bibirku. Dia menarik-narik bagian bawah bibir ku, kemudain dia memposisikan tubuhnya diatas tubuhku. Aku menarik-narik rambut belakangnya, sambil membalas ciumannya yang semakin menggairahkan.

Dia memasukan lidahnya ke dalam mulutku, aku menyambut lidahnya dengan melakukan hal yang sama. Ciumannya semakin liar. Akupun mulai membuka satu persatu kancing kemejanya. Namun tiba-tiba dia melepaskan ciuman kami. “Not, this time,” katanya. Akupun mengangukan kepalaku, dan kembali merebahkan kepalaku di atas dadanya setelah dia berbarin disampingku.

Dia memeluk tubuhku erat. Aku bisa merasakan hembusan nafasnya menerpa rambutku. Akhirnya aku memejamkan mataku sambil menikmati degupan jantungnya yan mulai melambat karena tadi sempat terdengar lebih kencang. Malam ini kami memang tidur bersama, tapi tidak melakukan hal apapun kecuali hanya tidur bersama dan menghabiskan malam terakhir kami di Queensland dengan kenangan indah.

 

 

-To be Continued to Perkamen Eight-

Okedeh Gays, aku gak mau cuap-cuap banyak kali ini. cuman mau terima kasih buat semua reader yang masih terus mengikuti ceritaku dan juga komen.

makasih banyak yah,hehe. buat yang masih baca tapi gak komen, ayo donk komen! aku butuh saran kalian untuk membuat ceritaku lebih enak untuk di baca.hehehe

okedeh, Sorry for typo and everything,hehehe. sampai jumpa di kolom komen.

Yours Truly

One Feuerriegel

 

49 thoughts on “Floque – Perkamen 7

    • Mario… nama kamu mengingatkanku dengan seseorang….
      arrgghh kenapa jadi keinget sama dia lagi.. ignore..ignore..ignore!

      oke, thanks ya udah komen ceritaku,hehehe

          • wah,susah dong.kan harus be your self.my name MARIO, and aku nggak bisa ganti nama itu.hahahahahah.rasain kamu yang jadi ingat ama mantan kamu.emang enak?kwkwkwkwkwkwkwkwkkw

              • nyantai beb,pasti entar lupa kok.jujur ya,bacain cerita yang kamu buat,aku jd ngerasa muda lagi kayak dulu,jd ngerasa gimana jadian ama pacar pertama,semua kejadiannya mirip dgn cerita kamu.thanks for it.berbahagialah semua orang yg bisa menuliskan sebuah cerita,termasuk kamu.karena menulis cerita itu sasah banget.jadi T O P buat kamu and tetap asah kemampuan kamu ya.senang bisa baca semua tulisan kamu and rendi,walapun kalian masih muda and bau kencur.kwkwkwkwkwkwkwkwkw

  1. ,awalnya sih bikin aku penasaran .. eh , tapi2nya endingnya malah kaya gini ..
    ,bukannya aku gk suka .. cmn .. coba aja pas wktu bagian “coba deh kamu turn around” itu bersambung .. baru deh kesan kurang ajarnya dapet .. hehehe😀
    ,aku suka ceritanya skrg .. krn lebih rapih , dan bahasanya lebih teratur .. jadi aku gak terlalu binging ngebacanya .
    ,and kali boleh tau nih ya .. kira2 sinopsis cerita ini gmna sih ? jadi biat ada bayangan gtu ntar tamatnya bakalan kaya gmna .. walau sangat samar utk mengetahuinya ..
    ,okedeh .. segitu dlu .. aku harap ini termasuk masukan atau kritik mungkin ?? terserah mau menganggapnya apa .
    ,thanksiie :*

    • hahaha Ruka ini emang komentator paling kompleks yah, aku suka deh,hehehe

      endingnya emang nggak aku bikin kurang ajar, biar readers gak nyumpah2in aku lagi,hahaha

      iyah, aku juga suka komenanmu yg sekarang, karena nggak keliatan flamboyan kayak di part ke enam,hehehe

      tuh kan minta nambah lagi. iya nanti aku kasih penjelasan tentang semua hal mengenai Floque di thread yang akan aku bikin. jadi kamu kira-kira bisa tau kemana cerita ini akan berakhir,hehehe

      masukan iya, kritik iya, tapi masuk kategori celamitan jga,hahaha
      tapi gpp aku suka kok. *peluk ruka*

      urwel..😉

    • Ya ampun, hapenya jangan di lempar donk, buat aku aja sini,wkwkwk!

      ehm nanti Steffano bakalan jadian sama Panca ngak yah? soal.a panca itu kan kakak kelas idolaku waktu SMA dulu,wkkwkwk

      sabar Tio, cerita ini masih berlanjut kok,hehehe

  2. Bagus banget ceritanya kak Onew
    Cmn mau kasih saran , gimana kalo cerita cerita berikutnya di ganti tata bahasanya jadi lebih gaul . Aku-Kamu terlalu gimana gitu😀
    Sama sebelum di post ceritanya , di baca ulang lagi kk jadi bisa di perbaikin typo nya😀
    Yah intinya ini cerita top deh😀 Terusin ya kak😀

    • Ya ampun aku di panggil kakak, berasa udah tua deh, aku kan masih 7 tahun,hahaha

      iyah, nanti soal penggunaaan tata bahsanya aku pikirin gimana enaknya, soalnya kalau aku tiba-tiba ganti elo gue nanti pada kaget lagi,haha jadi di tunggu aja yah,hehehe

      iyah, ya ampun aku baru sadar kalau typo-nya banyak banget. nanti aku perbaiki deh, tapi nggak bisa sekarang soal.a nggak tahu kenapa page edit postingannya nggak bisa di akses, mungkin besok kali aku updatenya,hehehe

      makasih udah komen yah Riox..🙂

  3. fine diluar grup chat gw mau serius ni on komen.a tp jgn nangis yah #eeh . . .

    1.Nenek metal nyanyi dangdut jg tahu bnyk typo yang nungil2 ky up*l
    2.Part ciuman stef ma luna dah ktbk ma gw lok cm ciuman sepihak . . .
    3.Kok perasaan cerita.a berasa kcepetan ya new ?
    4.Good Newsnya suppresss aja tny yg keluar si Dan toh kirain dri flocknya Sid
    5.Nape distop part stef ma dave.a
    6. Dilarang protes ma komen gw wkwk
    7.Dilarang ngambek
    8.Buruan dilanjud chap selanjutnya
    9. Tokoh WS.A ditmbhlah . . .
    10. Terakhir jgn lupa hadiah.a wkwk
    11. Cukup sekian dan trm ksh wkwk

    • Komen buat esa si bisex abal2,eehhh hahaha

      1. iya sa, gue baru sadar kalau typo.a bejibun,hahaha tar deh gue edit.
      2.ahh itumah emang lo udh gue kasih tau,hahaha
      3.nggak kok, kan cerita ini masih panjang, kisah cinta Dave juga bukan hanya sama Steffano, jadi just wait and see!hahaha
      4.iyah, nanti bakalan ada part Dave ketemu sama Revie lho. mau tau kapan? di tunggu aja yah!,hahaha
      5. yeeee dasar esa mesum, nggak di whatsaap nggak di blog, pengen.a yg vulgar2 deh,hahaha
      6. gue ga protes kok sa.
      7. gue juga nggak ngambek :p.
      8. iya baweeelll, palingan sebulan lagi,hahah
      9. iyah nanti di tambah kok, di tambah sama si leyla cewek yg mau di jodohin sama Adam,haha
      10. hadiah mulu lo, emang lo kira gue santa klaus apa?
      11. oke, sana gih pergi, *tendang pantat esa*😀

      • Heh onet eh berasa kaya daging kaleng gtu #upz sory . . .
        Hi gays gw spoiler.in ye crita onew , jd tar tuh ada mslh antara stef, dave ma panca and then dave falin loph ma panca, trus dave dilema pilih stef pa panca, eh ternyata dia dijodohkan ma Layla calonnya Adam WS , #HAPPY SID then, tak sengaja dijalan dave kt Revie dichap 9 nanti, and mrk shbtan scr mereka sama2 bottie so ga mgkn saling nunggingkan, next revie jd tmn curhat dave dlm menentukan pilihan, n lucky dave Layla wassalam kelindas truk tronton #poor poor Layla, finaly dave memilih bersatu ma stef krn apa ? Tnyt panca mantan stef dan berusaha menghancurkan kebahagian stef, but krn kekuatan sailormoon #eh cinta maksudnya, cinta dave ma stef bertahan, dan panca mlh ktm ma Dan a.k.a kk And WS, yah finally happy end them . . . Wakakaka #lead onew keluar taring ma tanduk , kabur aja ah . . . (^_*)7

        • Percaya sama tulisan esa ini berarti menduakan Tuhan dalam cerita ini. jadi lebih baik jgn di percaya deh,hahaha

          *tendang pantat esa*

          • seriusan beneran kayak gitu ceritanya???
            OMG, kompleks ssiiih…
            kak Esa, bocorannya ditambahiin donk….
            biar kakak Onew nangis” sambil guling” di pasir…..😛

    • Ihhh Mas Sudiro pasti ngira.a kalau Dave jadian sama Steffano terus nggak ada masalah lagi yah?

      tenang mas, perjalanan kisah cinta Dave masih panjang, masih banyak hal yang harus mereka hadapi, jadi, just wait and see!,hehehe

      makasih mas udah komen,heheh

    • Iyah, hati Dave berbunga-bunga kayak taman suropati,eehhh OOT,wkwwk

      tuh kan aku di panggil kakak lagi, aku kan masih 7 tahun tau,hahaha

      iyah, makasih yah buat semangatnya,hehehe😀

  4. Congrats buat dave yg akhirnya kesampean cintanya. Ditunggu deh selanjutnya tp jgn lama-lama ya udh ga sabar nih. Oh ya kak aku mau crita nih. Sebenarnya aku pnu pengalaman kaya dave dan skrng ak msh di posisi dave yg lagi brokenheart krn orng itu blm ksh respon apa” alias PHP jd episode ini critain aku banget. Thanks kak semoga aku juga happy kaya mrk🙂

    • Iyah makasih. kata Dave dia terharu sama ucapan kamu,hahaha

      di tunggu aja yah kelanjutan.a,hehe

      Ya ampun, kalo gitu kita senaib donk Dean, #TOSS
      aku juga masih dalam kondisi brokenheart gegara cowok yg aku taksir lagi deket sama cewek lain,fufufu *poor me,hahaha

      tapi kamu nggak usah berkecil hati, kalo kamu cinta kamu bilang aja ke dia. kalau dia nolak dan benci sama kamu, aku punya banyak kok stock voodoo di rumah, kalau kamu mau ambil aja satu,hahaha

      okedeh, semoga kisah cinta kamu bisa kayak Dave yah,hehhe😀

      • Hahaha thanks kak onew. Btw ak panggil kak aj ya biar sopan hehehe. Iya iya sama” lagi brokenheart and kl masalah ngomong ke dia aku blm berani kak soalnya aku blm tau dia straight apa bukan nnt aku malu lagi😦 . Tapi nnt aku pikirin lg deh soalnya udh ga tahan pingin
        ngomong ke dia biar lega ni perasaan🙂 . Oh ya kak btw dia anak basket loo jd mirip bgt kan sm critanya dave hahaha😀

        thanks for the advice

        • Iyah semoga sukses n lancar. dan semoga cintamu berbalas yah!hehehe

          wah Steff itu anak tenis bukan basket lho,hehehe

          oh ya, aq harap sebelum kamu C.O ke dia, kamu fikirin semua.a matang2. jgn nanti.a malah nyesel, ‘kay?heheh

          • siap kak aku bakal pikirin mateng” dulu soalnya aku gamau dia malah ngejauhin aku gara” aku CO🙂 . oh ya kak onew punya line atau WeChat? aku boleh mnt accountnya kak? soalnya aku pingin sharing nih sm kak onew yg udh berpengalaman hehehe😀 . thanks before dan jgn kelamaan kak chapter selanjutnya udh ga sabar nih bacanya🙂

            • Iya, bagus! good luck yah..

              punya donk. kamu berani ngasih aku hadiah apa kalau aku kasih kamu? tapi plis jangan dildo yah. aku udah punya banyak,hahaha

              yaudah nih aku kasih. nih Line ku. namanya justonew, di add yah,hehe

              di tunggu sharingannya dan juga hadiahnya,eehhh hahahaa

              iya udah aku post kok. komen yah!hehee

  5. makin keren, gue suka dave stef jadian, hmm boleh jujur? dialog dave ma sobat2 ceweknya gue skip, beneran gue gak tertarik blas wkwkwkwk btw kita lagi musuhan sama australia lho, jangan kesana lagi :p

    • Hahay gpp kok ray. mngkin kamu tipe2 org yg males baca dialog cewek2,hahaha

      iyatuh, tapi nggak berlaku buat aku ray. aku kan bkn org Indonesia, jadi aku nggak musuhan sama Australia,hahaha

    • Ini bang rhoeds yg waktu itu email aku bukan? kalo iya, sorry yah bang. waktu itu gak boleh ngasih tau soal.a,hahaha

      thanks udah komen,hehehe

    • wah kasian..sini aku puk-puk..heheh

      dilapin dulu yah air matanya. sama itu juga tuh ingusnya ikutan meler,hahaha

      iyah udah aku post kok. jangan lupa komen!haha

  6. hahaha . . . Hehehe onet jgn sembrangan tendang pantat ane ya , ni pantat sexsi tau , gw mau malming ma zavan dlu see u dahlin #eh , Niesz_fujo . . . Mau tau lage ? Oke lanjut ternyata Layla bangkit dr kubur dan datang minta dinikahin ma dave , dave ga mau nikah ma kunti a.k.a Layla , kunti marah nyekek Dave ampe metong and End #poor2 him . . .

  7. ye… seneng akhirnya mereka jadian… *gigit onew* semoga mereka langgeng.. gak apa apa banyak liku cintanya.. wajar bumbu hidup…
    o iya emang onew orang mana..???jangan bilang orang korea…trus kamu biasnya onew shinee ya… kalau ya untung bukan jonghyun … kalau jonghyun his mine…🙂

    • Horreeeee…..iya semoga. tapi kayaknya nggak deh. di part selanjutnya aja mereka putus,hahaha

      kalo kamu mau tau aku orang mana. coba kamu liat di thread authors. di situ ada biodataku lho. di cek yah,hehehe

      sebenarnya aku biasnya KSH sama SJK, tapi baru bulan kemaren kita putus,eehhh hahaha *ngaco wkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s