Floque – Perkamen 4


Logo Jubilee(resize)

Part Four : Floque

“Maaf,” akhirnya aku memberanikan diriku untuk ikut angkat bicara, karena aku tidak bisa membiarkan kesalah pahaman ini terus berlanjut.

Amanda dan kak Morgan mengalihkan pandangannya ke atas, ke arahku. Mereka tampak terkejut karena mendapatiku berada di atas mereka. Perlahan aku menuruni setiap anak tangga dari rumah pohon tersebut, hingga akhirnya aku sampai pada tanah yang kupijak.

Aku melangkahkan kakiku mendekati Amanda. kemudian aku memeluknya, dia pun membalas memelukku bersama tangisan yang semakin menjadi. Aku ikut merasa sedih dan tanpa terasa air mataku pun ikut jatuh. Ternyata kebersamaan yang kulalui bersama Amanda mengakibatkan aku punya ikatan batin yang kuat dengannya. Seperti ikatan batin saudara kembar. Dan sekarang aku mulai yakin kalau kita kembar, walaupun beda ayah dan ibu.

Aku mengusap rambutnya pelan. Ku alihkan pandanganku ke arah kak Morgan berdiri. Dia menaatap ke arah kami. Dari wajahnya aku bisa melihat raut bersalah sekaligus bingung. Kemudian aku melepaskan pelukan kami, “Sudah nangisnya?” tanyaku pada Amanda. Dia mengusap tetesan air mata yang mengalir di wajahnya kemudian menganggukan kepalanya.

“Boleh aku ngomong sesuatu sama kamu?” yang lagi-lagi hanya di jawab dengan anggukan kepalanya.

“Sebenarnya yang kamu tuduhkan pada kami itu salah. Ini semua tidak seperti yang kamu fikirkan,” Amanda menjauhkan kepalanya dari badanku.

“Maksud kamu?” tanya Amanda bingung.

“Kamu percayakan padaku?” tanyaku sekali lagi.

“Iyah,” jawabnya singkat. “Yasudah biar aku jelasin ke kamu kejadian yang sebenarnya,” kataku, kemudian menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.

***

Malam itu kak Morgan memintaku untuk mengikutinya.Aku mengikuti kemana kak Morgan pergi. Kita mulai menaiki anak tangga menuju atap vila kami. Setelah sampai atap dia melepas gandengan tangannya padaku lalu berjalan menuju sudut atap vila ini. Dia menyuruhku duduk di sampingnya, akupun menurutinya.

“Hmmm sebenarnya ada apa sih Kak?” tanyaku membuka percakapan.

“Oh anu..mmm..ini soal Amanda,” jawab kak Morgan.

“Owh, memangnya ada apa dengan Amanda? Dia marah-marah ke Kakak karena waktu itu Kakak menyelamatkanku dari hukuman itu?”

“Nggak, nggak, bukan itu,” jawabnya. “Lantas kenapa?” lanjutku, lalu menggeser posisi tempat dudukku agar lebih dekat dengannya.

“Kamu tahu kan kalau aku sudah lama suka sama dia?” aku menganggukan kepalaku. “Dan kamu tahukan kenapa aku lebih sering berbicara, menolong maupun jalan bareng sama kamu?” sekali lagi aku menganggukan kepalaku, aku tahu kalau kak Morgan tidak berani melakukan tindakan secara langsung ke Amanda, baik itu cuman sekedar mengobrol maupun membantunya. Itu karena kak Morgan akan selalu merasa gugup apabila dia di dekat Amanda. Maka dari itu dia lebih sering menolongku dan mengajakku ngobrol. Padahal dia sangat ingin melakukakn hal itu pada Amanda.

“Sebenarnya aku ingin mengatakan perasaanku padanya, namun aku merasa takut. Apalagi sikap dia akhir-akhir ini makin berubah. Setiap dia melihatku pasti langsung buang muka, dan dia terlihat sangat membenciku,” kata kak Morgan dengan tatapan sendu.

“Hmmm sebenarnya aku juga gak bisa nyalahin Amanda, soalnya semua orangpun pasti akan berfikiran sama seperti dia. Tapi, Kakak pasti bisa kok. Dia cinta Kakak dan Kakak cinta dia, jadi apa yang perlu di ragukan lagi? Ayolah kak, jangan jadi pengecut, Kakak kan cowok. jadi kakak yang harus lebih dulu menyatakan perasaan kakak padanya. Yah walaupun di luar sana banyak wanita yang menyatakan perasaanya terlebih dahulu kepada lelaki yang di cintainya. Tapi, Amanda bukan tipe cewek seperti itu. Dia itu masuk kategori cewek yang menjunjung harga diri walaupun sebenarnya dia ingin melakukannya. Oleh karena itu aku minta sama Kakak buat menyatakannya terlebih dahulu,” pintaku sambil memegang kedua pundaknya.

“Iya juga sih. Tapi kira-kira kapan waktu yang tepat? Terus aku harus mempersiapkan apa aja?” tanya kak Morgan.

“Hmmm kalau menurutku sih kenapa gak besok aja? Kalau persiapannya sini aku bisikin!” perintahku lalu kak Morgan mendekatkan telinganya ke arahku dan aku membisikinya tentang rencana besok.

“Kamu yakin?” tanya kak Morgan, setelah aku selesai membisikinya. “Yakin.” jawabku mantap.

“Tapi, aku tidak tahu bunga apa yang di sukai oleh Amanda,” katanya.

“Dia suka mawar putih kak. Waktu ulang tahunnya yang ke lima belas kemarin, semua design dan interior rumah kami penuh mawar putih, bahkan tempat tidurnya pun begitu,”

“Ehm tapi aku pasti akan gugup kalau harus berhadapan langsung sama Amanda. Jadi aku harus gimana donk?” katanya. Aku melihat ke sekitar, barangkali saja ada bunga mawar ataupun sejenisnya. Nah, ada.

“Kakak bisa ambil bunga itu?” tanyaku sambil menunjuk bunga mawar putih yang ada di pot pada sudut ruangan tersebut. Kak Morgan berjalan menghampiri pot tersebut, lalu memetik setangkai bunga mawar putih. Kemudian dia berjalan ke arahku.

“Terus mau di apakan lagi?” tanyanya yang membuatku terkekeh. Dalam hati aku bertanya, memangnya selama ini dia tidak pernah pacaran yah? Tapi yasudahlah, gak baik ngomongin orang.

“Ehm, Amanda kan suka hal-hal yang berbau romantis. Jadi, bagaiman kalau Kakak memberikan bunga itu sambil berlutut di hadapanku. Anggap saja aku ini Amanda. Jadi Kakak bisa sepenuh hati mengungkapkannya,”

Dia terlihat bingung, “Baiklah,” jawabnya. Kemudian dia berlutut di hadapanku, lalu menyerahkan setangkai mawar merah terhadapku. “Maukah kau menjadi milikku?” tanyanya sambil memandang ke arahku. Aku hanya menganggukan kepalaku.

Kak Morganpun bangkit. Namun aku di buat terkejut olehnya karena tiba-tiba dia meraih kepalaku kemudian mencium bibirku. Yup, bibir yang selama ini belum tersentuh oleh siapapun. Namun tak disangka kalau Kak Morgan lah yang akan menciumku untuk pertama kalinya. Jujur saja, rasanya memang nikmat dan penuh sensasi. Tapi, karena dia bukan orang yang aku cinta jadi ciuman itu tidak terlalu memabukan bagiku.

***

“Jadi kamu sempat di cium sama kak Morgan?” tanya Amanda sinis.

“Ehm maaf, waktu itu aku benar-benar seperti melihat sosok kamu Nda. Aku melihat kalau yang berdiri di depanku itu bukan Dave, tapi kamu. Makanya aku reflek langsung menciumnya. Tapi percaya sama aku kalau aku tetap mencintaimu kok,” sergah Kak Morgan.

Aku hanya bisa diam melihat kejadian ini. Mereka itu sebenarnya itu saling cinta, tapi kenapa tidak menyatakan perasaanya. Kalau aku kan memang tidak bisa menyatakan perasaanku pada Steffano karena aku tidak tahu dia itu gay atau bukan. Lagian sepertinya dia memang straight. Nah, kalau mereka kan tidak ada kendala apapun, tapi kenapa mereka seperti punya masalah yang lebih besar sehingga mereka tidak bisa menyatakan perasaannya.

“Lantas, kenapa Kakak tidak berani menyatakan perasan Kakak padaku?” tanya Amanda, dia melipat kedua tangannya kedepan.

“Ehm..anu…ehm.. Dave pernah bilang kalau kamu itu phobia dengan orang yang mempunyai gigi gingsul. Karena gigi geraham depan sebelah kananku gingsul, makanya aku takut kalau kamu akan menolakku,” pernyataan kak Morgan membuat mataku terbelalak. Amanda saja sampai memundurkan badannya. Dia menatap kak Morgan dengan tatapan terkejut. Dalam hati aku berfikir pasti Amanda akan menolak kak Morgan.

“Haaahh masa sih?” kak Morgan hanya menganggukan kepalanya. “Sebenarnya aku takut kalau harus menerima Kakak jadi pacaraku. Tapi, karena Kakak tadi bilang kalau Kakak mencintaiku, maka aku minta Kakak melakuan hal yang bisa membuatku yakin kalau Kakak memang mencintaiku,” tantang Amanda. Kak Dave sepertinya terkejut, karena bisa kulihat dari ekspresi wajahnya. Namun tiba-tiba dia mendekat ke arah Amanda dan hal yang selanjutnya terjadi, yah pasti kalian tahu lah. Yups, mereka berciuman di hadapanku. Benar-benar membuatku iri.

“Gak papa deh kalau aku dapet bekasan dari Dave, kan dia kembaranku,” kata Amanda ketika melepaskan ciuman mereka. Dan mereka tersenyum ke arahku, senyuman yang lebih tepat sebagai ledekan. Mereka membuatku iri. Sangat iri.

—–

Aku berjalan memasuki Jiscaf  kemudian duduk di salah satu sudut ruangan yang ada di Jiscaf. Kulihat Chloe sedang sibuk dengan tatanan rambutnya, yang katanya berantakan. Padahal kalau aku bilang biasa aja kok, gak terlalu berantakan. Tapi, bukan Chloe namanya kalau tidak perfeksionis soal penampilan.

“Amanda sama Cassie kemana ya Dave? Kok mereka belum dateng sih?” tanya Chloe sambil merapikan poni di depan dahinya.

“Ehm tadi sih, Amanda bilang kalau ada ulangan geografi. Jadi mungkin mereka masih mengerjakannya,” jelasku yang di jawab anggukan oleh Chloe.

Oh ya aku belum memberitahu kalian kalau kami berbeda jurusan. Sekolah kami memang sudah memberikan penjurusan dari awal. Jadi, anak-anak grade 10 sudah mempunyai jurusannya masing-masing. Kebetulan aku dan Chloe masuk IPA. Sedangkan Amanda dan Cassie masuk IPS. Kami bisa masuk penjurusan lebih awal karena melalui seleksi beberapa tahapan. Pertama di tinjau dari nilai ijazah, kemudian psikotes, tes bakat dan tes penjurusan. Amanda tidak bisa masuk IPA karena ketika tes penjurusan nilainya minus. Jadi dia masuk IPS. Sedangkan Cassie gagal di psikotes.

Asal kalian tahu saja, setelah Amanda tahu kalau dia tidak sekelas denganku dia langsung histeris dan menangis seperti anak perawan yang habis di perkosa. Karena memang sejak kecil kita selalu bersama, dan baru sekarang kita terpisah. Dan itu membuat Amanda frustasi. Untung saja ada Cassie. Walaupun baru beberapa bulan belakangan ini kami kenal, tapi setidaknya ada yang bisa membantu Amanda ketika kesusahan.

“Mau pesan apa Dave?” tanya Chloe yang sedang asik membolak-balikkan menu book.

“Ehm aku pesan froyo, toppingnya strawberry jam yah. Oh ya jangan lupa di tambahin saus lemon di atasnya,” jawabku.

“Dave. Kamu itu suka yang asem-asem yah?” Chloe menatapku heran, “Iya,” jawabku singkat.

“Ckckck kamu tahukan strawberry jam aja sudah asam, lah ini masih di tambah saus lemon. Benar-benar yah kamu itu ajaib,” katanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Lah kan aku sudah manis Chloe, jadi buat apa aku pesan yang manis-manis. Aku hanya mencoba menyeimbangkan kadar glukosa dalam tubuhku,” kilahku. Chloe memutar bola matanya dan pura-pura menatap sebal ke arahku.

Tak lama Amanda dan Cassie datang menghampiri kami, “Heeeehhhhh,” desah mereka bersamaan ketika pantat mereka mendarat di sofa yang kami duduki.

“Kalian lama banget sih, memangnya kalian habis ngapain?” tanya Chloe. Cassie meraih kipas tangan Chloe yang tergeletak di meja kemudian mengipas-ngipaskan di depan wajahnya.

“Kita habis ulangan. Dan asal kalian tahu, ulangan tadi tuh bener-bener nguras otak. Bayangkan saja kita di suruh mengerjakan 50 soal essay dalam waktu 60 menit. Memangnya essay gak susah apa? Lebih baik mengerjakan soal pilihan ganda deh,” kata Amanda, dia mengambil kipas dari tangan Cassie.

“Dan yang lebih gilanya lagi, kita cuman dikasih waktu 5 menit buat persiapan ulangan. Memangnya Mr.DJ gak tahu apa kalo gue semalem gak belajar,” lanjut Cassie.

“DJ?” tanya Chloe heran, “Iya, itu Mr.Dalijan guru geografi yang punya kumis tebal itu,” jawab Cassie. Chloe hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja.

“Terus gimana? Kalian bisa?” tanyaku pada mereka. “Gue ngerjain cuman 45 itu aja udah bersyukur, walaupun gue gak tahu bener semua atau nggak. Selebihnya gue kosongin,” jawab Cassie.

“Klau aku ngerjain 47 soal. Sisanya nggak aku isi,” jawab Amanda. Aku hanya mengangguk-anggukan kepalaku.

“Yasudah, kalian mau pesan apa?” tanya Chloe. “Gue mau hot dog tapi yang double deluxe yah sama minumnya blue ocean,” jawab Cassie.

“Kalau aku mau lasagna sama minumnya moccafrio,” jawab Amanda. “Oke,” balas Chloe.

“Mas..Mas,” panggil Chloe pada seorang pelayan. Ketika pelayan itu datang Chloe langsung meminta pesanannya. “Froyo topping strawberry jam plus saus lemon satu, salad buah tapi sausnya aku minta yang less sugar, sama lasagna satu, hot dog double deluxenya satu terus blue ocean dan moccafrio masing-masing satu. Itu saja, yang lainnya kalau kurang nanti saya tambahkan,” Chloe mengalihkan pandangannya pada si pelayan tadi. “OMHD, Mas ganteng banget,” kata Chloe yang hanya direspon dengan senyum oleh si pelayan tadi, “Kenapa jadi pelayan sih Mas? Ikut casting aja! Pasti lolos deh. Dan ya ampun, lengan Mas itu keras lagi. Pasti rajin ke fitness deh. Fitness dimana kalau boleh tahu?” tangan Chloe sudah mulai menyentuh lengan pelayan tadi.

“Sudah mas jangan dengerin. Mending mas cepetan pergi sebelum teman saya ini menelan Mas,” perintah Cassie yang langsung di turuti oleh pelayan tadi.

“Cass. Kamu itu jahat banget sih, aku kan cuman mau kenalan sama dia. Ya tuhan kamu lihat deh, mukanya itu manly terus bodynya itu aduhay, di tambah bisepnya yang super kencang itu. Benar-benar pria idamanku deh,” kata Chloe antusias.

“Chloe, please deh gak usah kegatelan gitu. Setiap ada cowok ganteng pasti kamu taksir. Kamu tuh jadi wanita harusnya bisa jaga tingkahmu donk. Tindakan kamu barusan itu malah ngebuat kamu kaya wanita penggoda tau nggak,” timpal Amanda yang di balas dengan ledekan bibir Chloe.

“Oke then, thanks udah perhatian sama aku, tapi sorry kalo gue gak bisa ngejalaninnya. This my life and this is what I want to do,” jawab Chloe yang membuat Amanda dan Cassie geram.

“Sudah deh. Kalian ini gak usah ribut. mendingan kita bahas yang lain aja!” saranku untuk meredam ketegangan diantara kami.

“Oh ya. Kita kan sudah tiga bulan berasama. Gimana kalau kita bikin geng?” saran Amanda.

“Bener juga tuh. Tapi kalau kita bikin clique di geng kita ada cowoknya nah kalo kita bikin flocks di geng kita ada ceweknya,” lanjut Cassie.

“Kan geng yang terdiri dari cewek dan cowok namanya beavy,” jawabku.

Pesanan kami pun datang. Namun yang mengantar bukan pelayan yang tadi, melainkan pelayan wanita. “Mba, Mas yang tadi memangnya kemana?” tanya Chloe.

“Ehm, dia lagi break mba. Jadi saya yang mengantarkan pesanan ke meja ini. Memangnya kenapa Mba?” tanya pelayan tersebut.

“Owh gak apa-apa kok. Oh ya, dia anak baru yah? Soalnya aku baru lihat selama disini,” pelayan itu menaruh satu persatu pesanan di atas meja, “Iya mba,” jawab pelayan tersebut.

“Chloe,” tegurku sambil menggeleng-gelengkan kepalaku kalau aku tidak setuju apabila dia bertanya terlalu detail. “Oke mba. Makasih yah,” kata Chloe. Kemudian pelayan tersebut meninggalkan kami.

“Lo itu beneran kepo deh Chloe,” kata Cassie. “Iya, udah gitu yang di kepoin pelayan lagi,hahaha” ledek Amanda yang di sambut tawa oleh Cassie.

“Biarin, memangnya kenapa?” tanya Chloe. Amanda dan Cassie tidak mau menjawabnya karena dia tahu pasti akan panjang apabila di teruskan.

“Sudah-sudah, lebih baik kamu makan tuh salad kamu. Nanti kering lho,” saranku, dan kami mulai menyantap makanan kami.

“Jadi, gimana nih soal geng kita tadi?” tanya Amanda.

“Kalau kita pakai beavy kayaknya terlalu mainstream deh. Kita tuh butuh sesuatu yang baru. Sesuatu yang tidak ada pada geng yang laiinya. We need something fresh, something new but not mainstream,” lanjut Chloe.

“Terus apa donk?” tanya Cassie. Kami semua diam memikirkan nama geng kami. Kulihat Amanda dengan wajah seriusnya, sedangkan Cassie berfikir sambil mengunyah hot dognya, dan Chloe terlihat menutup matanya. Mungkin dia bisa mendapatkan ide kalau sambil menutup mata.

Akupun ikut berfikir untuk mendapat sebutan yang cocok. “Gimana kalau Gengges,” saran Amanda.

“Apaan tuh gengges?” tanya Cassie. “Geng ngegemesin, kan bagus tuh,” jawab Amanda.

“Kampungan,” jawab Chloe singkat yang membuat Amanda mencibir. “Gimana kalau J.A? tanya Cassie.

“Apaan tuh J.A?” tanya Chloe. “Jubilee’s Army,” jawab Cassie.

“Ya ampun, kita tuh jadi serasa kaya tentara deh,” jawab Amanda. “Bagus donk. Itu tandanya kalau kita itu geng yang kuat,” balas Cassie.

“Nggak mau. Apaan, memang kamu kira kita cewek berbadan kekar apa. Aku tuh wanita feminim gak kaya kamu yang mendekati kaya wanita atlet angkat besi,” timpal Chloe. Memang sih sebagai wanita badan Cassie itu lumayan berotot, mungkin karena dia itu tomboy makanya dia lebih suka berolah raga dan melakukan aktifitas yang sangat kelelakian.

“Terus apa? Jangan bisanya protes doank donk lo,” protes Cassie.

Aha, akhirnya aku dapat ide, “Girls, gimana kalau Floque?” tanyaku. Mereka semua memalingkan pandangan ke arahku.

“Floque?” tanya mereka bersamaan.

“Iya. Kan kalau geng yang terdiri dari beberapa cowok itu Flocks, nah kalau yang terdiri dari beberapa cewek itu Clique. Jadi kenapa kita gak bikin yang simple-simple aja. Floque itu gabungan dari kata Flocks dan Clique. Kebetulan kan geng kita terdiri dari wanita dan laki-laki. Jadi kita namain Floque aja, gimana?” tanyanku. Aku menyuap kembali froyo kedalam mulutku.

“Oke, gue setuju,” jawab Cassie. “Agree,” jawab Amanda.

“Oke then, deal?” tanya Cassie. “Deal,” jawab kami bersamaan.

Kami pun kembali berkutat dengan makanan kami masing-masing. Ku lihat Chloe sedang menikmati salad buahnya, Amanda sedang menikmati potongan terakhir lasagna miliknya sedang Cassie sedang menenggak blue ocean miliknya.

Tiba-tiba gerombolan anak grade 11 pun datang. Kak Morgan pun menghampiri kami dan duduk di sebelah Amanda.

“Makan apa say?” tanya Kak Morgan pada Amanda.

“Lasagna. Kamu mau? Tapi tinggal sisa segini, nih,” kata Amanda lalu menyuapkannya ke mulut kak Morgan.

Aku iri melihat kemesraan mereka. Iri di sini dalam artian kalau aku ingin melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan. Tetapi sepertinya harapanku tidak akan pernah terwujud.

“Ehem-ehem, inget yah masih ada kita di sini. Jadi jangan bikin kami envy,” sela Chloe di tengah kemesraan mereka.

“Iya, sorry. Maaf yah kalau bikin kalian iri,” jawab kak Morgan.

“Ihh siapa juga yang iri, kalo Chloe sama Dave mungkin iya. Tapi kalau gue mah, nehi yah,” bantah Cassie.

“Tau deh yang lagi deket sama Alex,” ledek kak Morgan. Cassie terlihat terkejut dengan omongan kak Morgan.

“Alex who?” tanya Chloe curiga.

“Ya ampun Chloe, itu tuh anak IPA grade 11. Masa kamu nggak tahu?” jawab Amanda.

“Oh yang jadi anggota basket sekolah yah? Yang tinggi dan badanya berbulu itu?” tanya Chloe.

“Yups. Dan bau-baunya sih kayaknya mereka sebentar lagi jadian,” lanjut kak Morgan.

“Apaan sih kalian ini? Sudah deh, gak usah nyebar gossip yang enggak-enggak,” kilah Cassie. “Enggak salah lagi,” timpal kak Morgan.

“Ternyata selera Cassie tuh yang berbulu-bulu gitu yah? A hairy boy, rawr..” ledek Chloe.

“Ihh kalian ini makin ngaco aja deh. Sudah lebih baik kalian nggak usah ngomongin itu lagi deh,” pinta Cassie. Akhirnya kami menurutinya daripada nanti dia malah marah-marah. Asal kalian tahu saja yah, diantara kami berempat yang tempramennya tinggi itu Cassie. Kalau di marah bisa-bisa kursi dan meja kelas di ballik-balikan olehnya. Bahkan bisa-bisa Jiscaf akan hancur lebur.

“Oh ya sebentar lagi kan Halloween party, dan sekolah ini mau nyelenggarain. Kalian bakalan ikutan kan?” tanya kak Morgan.

“Really? That sounds good. Aku pasti bakalan ngikut karena dari tahun ke tahun pasti aku ikut,” jawab Cassie.

“Gue juga. Gue mau ikut, karena pasti banyak hal menarik di sana,” jawab Cassie, dia meminum sisa ocean bluenya hinga habis.

“Kamu ikut kan say?” tanya kak Morgan pada Amanda. “Iya donk. Kita nanti bakalan jadi pasangan teromantis di Halloween party,” jawab Amanda yang di timpali dengan tatapan muak dari Cassie dan Chloe.

“Kalau kamu Dave?”tanya kak Morgan padaku.

Aduh, aku bingung mau bilang apa. Karena jujur saja, dari tahun ke tahun aku selalu tidak mau di ajak ke Halloween party karena aku takut dengan hal-hal yang berbau horror. Yah memang sih gak semua peserta Halloween party itu menggunakan dandanan seram, sebagian malah ada yang menggunakan kostum princess dan tokoh unik lainnya. Tapi tetap saja aku tidak mau. Karena aku paling tidak bisa kalau melihat yang seram-seram. Sebab, malamnya pasti aku tidak akan bisa tidur. Jadi lebih baik aku tidak usah hadir saja di acara tersebut.

“Dave,” tegur kak Morgan sekali lagi yang membuatku sadar dari lamunanku.

“Eh i..iya Kak?” jawabku gagap. “Kamu ikut kan?” tanya kak Morgan.

“Ehm, anu..eengg.. aku..mmm,”

“Sudahlah Dave, gak usah takut lagi. Dari tahun ke tahun kamu pasti nolak buat dateng ke acara Halloween party. Jadi aku minta kali ini kamu datang yah!” pinta Amanda.

“Lho memangnya kenapa?” tanya Chloe.

“Dave itu takut hal-hal yang berbau horror,” jawab Amanda yang membuatku malu.

“Hahaha,” tawa Chloe menggelegar, sumpah deh kalau dia tertawa seperti itu paras cantiknya langsung hilang. Malah terdengar seperti ketawa setan yang membuatku merinding. Dan ternyata Cassie dan kak Morgan pun ikut tertawa.

“Stop that, both of you. Memangnya ada yang lucu apa sampai kalian tertawa seperti itu, huh?” tanyaku dengan nada yang kubuat meninggi.

“Nggak juga sih. Tapi lucu aja kalau ada anak segede kamu tapi takut setan,hahaha” jawab kak Morgan.

Kali ini aku benar-benar di buat sangat malu. Dan sekarang Amanda pun ikut tertawa bersama mereka. Benar-benar membuatku kesal.

“Oke-oke, kalau kalian nggak berhenti tertawa aku nggak bakal ikut ke Halloween party,” ancamku. Dan seketika tawa mereka berhenti.

“Jadi. Kamu mau ikut?” tanya kak Morgan sekali lagi. “Oke,” jawabku singkat. Daripada nanti mereka makin meledekku, lebih baik aku mengiyakan saja tawaran mereka. Walaupun aku nggak yakin kalau nantinya aku bakalan sanggup atau tidak.

“Oke kalo gitu, kalian mau pakai kostum apa?” tanya kak Morgan lagi. “Gue mau dandan ala zombie,” jawab Cassie.

“Kalau aku mau dandan ala Cinderella,” jawab Cassie. “Kalau aku kayaknya mau dandan jadi beautiful ghost,” jawab Amanda.

“Oke, nanti aku mau jadi Vampire, biar aku bisa menghisap darah kamu,” ledek kak Morgan pada Amanda. Yang di timpali dengan tatapan manja dari Amanda.

“Kalau kamu Dave?” tanya Amanda. “Ehm, aku..aku mau pake kostum witches aja deh, kebetulan aku punya wand, terus jubah penyihir plus topinya. Tapi sayangnya aku nggak punya broomstick. Ada sih, tapi cuman miniaturnya saja,hehehe,”

“Halah nggak usah bawa-bawa broomstick segala. Memangnya kamu mau nyapu jalanan apa,” ledek Chloe yang membuat kami semua tertawa.

Dan tiba-tiba bel sekolah berbunyi. Tanda kalau kita harus masuk ke kelas masing-masing. Kami pun bersia-siap menuju ke kelas kami masing-masing. Di lorong kelas akhirnya kami berpisah. Aku dan Chloe menuju ke homeroom Physic sementara Cassie dan Amanda menuju ke homeroom bahasa.

Aku sedang menunggu kedatangan pak Pur sopir kami, di dekat jalan pintu keluar sekolah. Amanda tadi bilang kalau di pulang bareng kak Morgan. Kalau Chloe, dia bilang kalau dia mau mapir ke salon buat creambath, sedangkan Cassie harus mengikuti latihan club balet. Akhirnya tinggal aku sendiri di sini. Sudah setengah jam lebih tapi pak Pur belum sampai juga.

Tiba-tiba mobil mini cooper yang ku tahu itu milik Steffano menghampiriku. Dalam hati aku bertanya, mau apa dia? Ketika aku hendak bangkit dan meninggalkan tempat itu Steffano membuka kaca mobilnya.

“Mau pulang? Ayo bareng,” ajakknya. Namun aku tidak mau menghiraukannya lagi. Aku takut kalau nanti aku malah makin mencintainya. Jadi lebih baik aku menghindar saja.

“Dave..Dave.. Tunggu!” perintahnya, namun aku malah makin mempercepat langkahku untuk meninggalkannya.

Sepertinya dia mengikuti dan benar saja tiba-tiba ada tangan yang menarik tangan kiriku, “Dave, kamu kenapa sih?” tanya Steffano.

“Ehm, aku nggak apa-apa kok,” bohongku.

“Oke. Aku mau ngomong sama kamu. Sekarang kamu ikut aku!” pintanya. Tangannya menggenggam tanganku, bahakan jari-jarinya masuk ke dalam sela-sela jariku. Sebenarnya dia mau ngomong apa sih? Apa dia mau nembak aku? Kayaknya gak mungkin deh, tapi yasudahlah lebih baik aku menurutinya saja. Dari pada aku harus berpura-pura menjauhinya karena jujur saja itu membuatku cukup tersiksa.

“Oke, kamu mau ngomong apa?” tanyaku, ketika kami sudah berada di dalam mobil milik Steffano.

“Ehm..aku..aku..” dia terlihat gugup. Dalam hati aku makin penasaran sebenarnya dia mau ngomong apa sih? Yasudah lebih baik aku tunggu saja. Hingga akhirnya dia mulai menguakkan mulutnya untuk berbicara sesuatu dan yang keluar adalah..

-To be continued to Perkamen Five-

Holaaaa….
Onew hadir nih, bawa Floque perkamen four. mudah-mudahan kalian terhibur yah.

selamat buat orang-orang yang bisa menebak dengan benar tentang hubungan Dave dan kak Morgan. memang sih di part sebelumnya aku sudah memberikan sedikit clue tentang hubungan mereka,hehehe

thanks buat kalian yang sudah mau ngikutin ceritaku dari awal dan komen juga. buat yang masih jadi SR semoga kalian tergugah buat komen. kalau masih pingsan juga nanti aku sumpahin jadi jomblo foeva,hahaha

and last but not least, for my best bitchy frien Rendi weleh weleh Febrian karena selalu support dan masih ngijinin buat ngepost nih cerita abal-abal.

sorry for typo and everything. see you gays, or fujo or bisex di kolom komen. pokoknya HARUS KOMEN yah!!!hahaha

Yours Trully

Onew Clazziquay

23 thoughts on “Floque – Perkamen 4

  1. hmm!! so..i’m right!…mana hadiahku ONEW!.. gwe kan udah nebak dgn sgt tepatnisasi. jadi lo haru beri hadianisasi ke gue. if not nati gw kudeta kamar lu!…hehehehe……..

    dave & stefano such a confusing couple..#wait there not couple yet
    onew boleh ngak kamu ciptain krakter di cerita lanjutannya yang bakal jadi lawanya chloe or cassie..(bitches battle) like that!..

    thanks onew..#wait for the next story

    • hooorreeee….
      selamat kamu dapat pop mie,hehe

      mau hadiah apa hayooo dari aku???

      iya, tak fikirin dllu deh, semoga di kasih pencerahan,hahaha

      thanks buat usulan.a. yah and also your comment,hehe

      • hadiahh apa yaa??..emmm gwe lagi bayangin. gwe pegang pipi ONEW trus gwe jauhin sedikit tangan kana gwe trus dengan perlahan tangan kiri gwe megang tangan kanan onew trus tangan kanan gwe dengankecepatan penuh langsung GAMPAR onew. hahahahaahahaha #sorry bcanda

        hadiahnya posting aja lanutan ceritanya!..& gak usak pke syarat ngak jelas kayak si rendi yang mesti 40 koment!..-_-…

  2. tuhkan bener tebakannya! tapi kok sampe dicium segala sih? bonus banget itu namanya.
    eeerrrrrr!!! onew kayak bikin sinetron ya. motong ceritanya selalu disaat kayak gini. jangan suka yang nanggung2 dong New. kan yang serba nanggung gak enak #ehh

  3. Note to Onew
    (Mumpung ada waktu buat komen)

    I like this story …. really
    Tapi …..
    Ada dua hal yang pengen aku komen :

    1.
    Karakter mereka disini belum kuat, belum ada sign mark tersendiri dari Dave, Amanda, Morgan SM*SH sama si Steano yang buat orang akhirnya ngerasa “ohhhhh ini loh si dave , ooohhhh ini lho si Amanda”
    Karena sejauh ini aku ngelihat mereka punya sifat yang standar, belum ada penanda khusus atau sisi unik dari mereka. Oke, sori kalau kamu agak tersinggung, contohnya tokoh-tokohnya si Rendi atau kalo nggak gitu blog tetangga yang peradabannya udah musnah, wait … siapa, Reno yah ?? ya itu. Smw punya penanda, jadi karakter tokoh kamu makin kuat.

    2.
    For God sake, aku udah enjoy baca cerita kamu dan langsung mengernyit pas baca ada kata-kata “jiscaf” ….. and suddenly I feel somekind of plagiarism. Ya mungkin bukan maksud kamu melakukan plagiarisme, toh Rendi fine-fine aja. Tapi ini berhubungan langsung dengan feel pas baca. It’s so ewh you know pas lagi enjoy baca tahu-tahu disuguhi kata yang malah membuat kamu kaya baca cerita orang lain. feel-ku langsung hancur. Beneran deh.
    Try another name, Jiscaf – Discaf … ewwwwww, even the pronounciation makes me feel awkward. Walaupun maybe you took Jiscaf from Jubilee International School Cafe -> Tapi kok ya general sekali. Kesan akhirnya jadi gak kreatif dan cenderung maksa.
    Kalau boleh usul sih, cafetaria atau bahkan kantin looks better.

    Udah ya New, moga-moga nggak ada semburan api keluar dari telinga kamu pas baca komen ini, hahahahahaha
    Jeongmal mianhae …. saranghaeyo bbuing bbuing
    *sori atas kalimat Korea gue*😀

    • Lal.. where have you been? timbul tenggelam udah kaya ikan pesut aja, eeehhh hahaha

      thank you dahling…

      oke let me answer your quest.

      untuk komen pertama aku setuju. memang sih karakter disini belum semuanya kebangun, tapi aku harap seiring berjalan.a waktu karakter mereka bisa muncul jadi mereka punya sign mark tersendiri…hehe

      and buat yang kedua… oh my god, i think that’s topic make me feel so sensitive. i think ‘plagiarsm’ is so mean for me.
      yeah i know maybe kelihatan.a kaya gak kreatif gimana gtu, tapi itulah realita.a…
      dan berhubung setting tempat ini nyata, semua (kebanyakan) murid jubilee memang nyebutnya Jiscaf, kalo gak percaya coba deh tanya alumnus.a! karena aku juga.. eerrrr *nevermind*.
      jadi jangan salahin aku. salahin noh yg bikin singkatan,hahaha
      tapi memang sih, mungkin karena si Rendi yg pertama kali mempopulerkan kata2 Discaf itu Rendi jadi kesan.a kaya aku nyontek gtu deh, but it’s okay, karena itu semua berdasarkan realita dan ciri khas untuk sebuah cerita.

      oh ya soal usul. aku malah ngerasa kalau pake kata cafetaria kesan.a kaya cafe2 diluaran yah, bkn yg di dalem sekolah.
      dan untuk kata kantin, oh my holly god. sekolah ini malah gak terkesan international school yah? i mean, biasa.a kantin itu udah banyak di pake di cerita2 anak sekolahan pada umunya, jadi malah kesan.a lebih main stream. soal.a anak2 sekolah negeri atau sekolah reguler kan biasa.a pake sebutan kantin buat tempat makan mereka.

      thanks Lal for your comment. i appreciate it but somehow when i read ‘plagiarism’ make me sick.hehehe

      oh ya ngomong2 soal plagiarism kamu sendiri gak nyadar yah kalau cara penulisan komen kamu itu mirip sama tulisan Rendi?
      oke. maybe semua orang udah terpengaruh sama gaya menulis dan kata2 kotor dari.a,wakakakakak termasuk juga aku,hahaha.

      oke Lal, all i just wanna say just, this is the storie and this is what i’m using,hehehe

      again i just wanna thanks, thanks a lot, hehe

      gak kok, yg keluar bkn semburan api tapi malah semburan sperma,eeehhh hahaha
      gomapda. jeongmalo…hehe
      calja!
      jangan lupa terus komen di ceritaku yah!hehehe

  4. cerita ini banyak ceweknya ya? apa akan ada pov mereka? bagi homo kyk gue, akan lbh menarik kalo ceweknya gak byk2 (ato mlh tdk ada sama sekali,tp kyknya gak mungkin mengingat judulnya ‘floque’) dan gak ada pov cewek, TAPI itu menurut selera gue yaa #hanya mengemukakan apa yg ada di fikiran gue

  5. Iya nih, maklum, frash graduate. Jadi lagi rempong di kerjaan. Hahahaha, dari kapan hari selalu gak sempat komen, lagian males komen dr smartphone.
    ehhhhmmmm

    Masalah karakter, iya banget harus kudu kamu kuatin. Harus ada sifat dominan kalau g gitu penanda khusus dr tiap tokoh karakter kamu.

    Eeehhhh, jadi Jubilee itu nyata ??
    Aku pikir cuma rekaan ngelihat lambang sekolahnya yg so gross and pathetic, (peace ya New)
    Hahahaha
    Dan jadi disini yg plagiat istilah Discaf si Rendi ???
    Ah well, I don’t wanna know the truth. Udah terlanjur. Of course aku ngerasa better pake cafetaria, ya cuma gara2 feel plagiarism dr kata Discaf tadi Onew o’on -____-

    Dan mslah gaya ngomong yg mirip Rendi, emng sengaja ding. Kangen aja Rendi ngomen model kaya gitu. Kkk
    Eh, but sorry to say. Personality gua emang mirip Rendi kok, kalo ngomong sarkas banget sama sinis. Makanya gua tahu banget rasanya pas Rendi ciptain Revie karena sering disindir sbg orang sinis. But I love sarcasm so much, jijik banget pura2 rendah hati, bah, itu malah kesombongan paling tnggi.
    Eh, gua jd curcol gini,whatsoever laaahh
    Oke then big bro, keep your good work.

    Onew hwaiting😀

  6. Iya nih, maklum, fresh graduate. Jadi lagi rempong di kerjaan. Hahahaha, dari kapan hari selalu gak sempat komen, lagian males komen dr smartphone.
    ehhhhmmmm

    Masalah karakter, iya banget harus kudu kamu kuatin. Harus ada sifat dominan kalau g gitu penanda khusus dr tiap tokoh karakter kamu.

    Eeehhhh, jadi Jubilee itu nyata ??
    Aku pikir cuma rekaan ngelihat lambang sekolahnya yg so gross and pathetic, (peace ya New)
    Hahahaha
    Dan jadi disini yg plagiat istilah Discaf si Rendi ???
    Ah well, I don’t wanna know the truth. Udah terlanjur. Of course aku ngerasa better pake cafetaria, ya cuma gara2 feel plagiarism dr kata Discaf tadi Onew o’on -____-

    Dan mslah gaya ngomong yg mirip Rendi, emng sengaja ding. Kangen aja Rendi ngomen model kaya gitu. Kkk
    Eh, but sorry to say. Personality gua emang mirip Rendi kok, kalo ngomong sarkas banget sama sinis. Makanya gua tahu banget rasanya pas Rendi ciptain Revie karena sering disindir sbg orang sinis. But I love sarcasm so much, jijik banget pura2 rendah hati, bah, itu malah kesombongan paling tnggi.
    Eh, gua jd curcol gini,whatsoever laaahh
    Oke then big bro, keep your good work.

    Onew hwaiting😀

  7. owh cerita.a pegawai baru nih yeeee….

    oke nanti aq coba,hehehe

    iyah nyata…
    issshhh ngatain lambang sekolah jubilee nih, jadi pengen tahu lambang sekolahmu sebagus apa, yah semoga aja gak disgusting yah,wkwkwkwk

    gak juga kok. kebanyakan anak international school emang gtu kok. gak tau deh siapa yg duluan nyiptain singkatan.a,hahaha kamu gak tahu yah?
    oh mungkin krn kamu sekolah di sekolah negeri kaleee yah,hehehe

    ehm sorry to say juga, I don’t wanna know the truth. but. Udah terlanjur. <~ mengutip kata2mu sndiri…

    oke then, thanks for comment by the way. jangan bosen baca ceritaku n komen yah,😉

    calja….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s