Senior Year


Untitled

Senior Year

By. onewarchiesta

SENIOR YEAR

Aku sedang berjalan menyusuri lorong sekolahku, memandang setiap sudut ruangan sekolah itu. Tak lupa kupasang hands free ku dan memutar lagu-lagu kesukaanku yaitu beberapa lagu yang dicover oleh Glee cast, entah kenapa aku lebih suka lagu cover nya daripada penyanyi aslinya.

Aku berjalan cepat menuju auditorium tempat kami akan berlatih pentas seni dalam rangka memeriahkan acara kelulusan yang akan diselenggarakan besok. Ketika aku hampir sampai di ruang auditorium tiba-tiba seseorang memanggilku.

“Dav… Davy…” teriak orang itu sambil berlari kecil ke arahku. Aku pun menghentikan langkahku dan menunggunya.

“Ada apa Dan?” tanyaku pada Daniel.

“Ehm, selepas rehearsal bisa nggak kita bicara? Aku ingin bicara berdua denganmu,” katanya.

“Mmm, gimana ya Dan, aku kan nanti rehearsal sampe jam 5 sore karena hari ini adalah hari terakhir untuk GR, jadi pasti akan sangat melelahkan. Memangnya kamu mau ngomong apaan sih?” tanyaku padanya.

“Oh gitu ya sudah gak apa-apa, hehe. Lain kali saja kalau begitu.”

“Oke deh, thanks untuk pengertiannya. Oh ya, nanti kamu jadi perform kan untuk acara pensi besok?”

“Iya Dav, kata Miss Erin aku dapet urutan terakhir perform,” jawabnya antusias.

“Oh ya? Memangnya kamu nanti mau perform lagu apa?” tanyaku.

“Ada deh, yang jelas aku persembahkan lagu itu untuk orang yang sangat aku cintai,” jawabnya.

“Waah siapa tuh cewek yang beruntung itu?”

“Ehm, dia itu bukan…”

“Davyy…  kamu ditunggu Miss Erin segera!” teriak Edith memotong pembicaraan kami.

“Ya udah Dan kita lanjutin nanti yah, see you,” kataku sambil melambaikan tanganku padanya dan berjalan memasuki ruang auditorium.

Aku pun langsung menuju ke tempat dimana Miss Erin duduk. “Ada apa Miss?” tanyaku.

“Begini loh Dav, bukannya aku mau meremehkanmu tapi apa kamu yakin kalau kamu memilih Logan untuk menyanyi berduet dengan Katrina, tapi sepanjang kita latihan aku lihat Logan tidak tampil maksimal malah terlihat makin memburuk, aku khawatir nantinya pensi ini tidak akan berjalan mulus,” kata Miss Erin.

“Oh ya? Kalau begitu aku akan coba berbicara pada Logan tentang masalah ini,”

“Baiklah semoga saja dia bisa tampil maksimal, terima kasih atas bantuannya yah.” Kata Miss Erin.

Aku pun pergi dari tempat Miss Erin untuk menuju ke sudut ruangan dimana Logan tengah duduk termangu.

“Hey…” sapaku sambil memegang pundaknya.

“Oh kamu Dav… bikin kaget saja, hehe.”

“Masa sih? Lagian kamu ngelamunin apaan sih emangnya?” tanyaku.

“Mmmm aku bingung Dav, aku bingung karena sampai sekarang aku belum menguasai koreografi untuk pementasan besok, itu semua terjadi karena teman duetku adalah Katrina yang notabene my crush,” jawabnya.

“Kalau begitu mari kita coba latihan!” ajakku.

“Maksudmu, berdansa denganmu?”

“Iya, memang kenapa? Inget ya Gan aku nggak mau pensi yang udah aku rancang berantakan hanya karena rasa cintamu pada teman duetmu itu.”

“Baiklah, tapi apakah tidak akan terlihat aneh? Kamu kan laki-laki dan aku juga laki-laki. Masa iya kita akan dansa?”

“Ya ampun Logan, kita kan di sini dansa dalam konteks latihan, percaya deh sama aku, orang yang melihat juga tau kok kalau kita lagi latihan.”

“Oh gitu tapi tetep aja aku ngerasa aneh, gimana kalo kita latihanya di atap ruang auditorium aja? Di situ kan juga luas tempatnya,” sarannya.

“Baiklah kalau begitu,” kataku lalu kami menaiki tangga menuju bagian atas ruang auditorium yang terdapat sebuah pelataran dengan di kelilingi tanaman dan juga beberapa kursi, tempat biasa bersantai untuk anak-anak teather.

Setelah kami sampai aku langsung memulainya. “Tenang aja Gan, anggap saja kita sedang berdansa dengan pasangan kita masing-masing, oke?” tanyaku. Namun dia hanya menganggukan kepalanya saja tanda kalau dia menyetujuinya.

Take my hand, take a breath. Pull me close and take one step. Kataku sambil menarik tubuhnya.

Keep your eyes locked on mine, and let the music be your guide.

Dan salah satu tangannya kini memegang pinggangku, dan tangan lainnya memegang tanganku. Lalu acara dansa pun dimulai dan dia mulai menyanyi.

Won’t you promise me (now won’t you promise me, that you’ll never forget).

We’ll keep dancing (to keep dancing) wherever we go next.

Dan tubuhku kini tengah berputar dan ketika memasuki bagian reff aku kaget karena kedua tangan Dan memegang pinggangku dan mengangkatnya

(chorus)

It’s like catching lightening, the chances of finding Someone like you It’s one in a million, the chances of feeling The way we do…
And with every step together We just keep on getting better So can I have this dance? (Can I have this dance?) Can I have this dance?

Di tengah-tengah dansa kami tiba-tiba aku teringat memoriku bersama Logan.

#Flashback

Waktu itu aku masih berumur 6 tahun. Tiba-tiba kedua orang tuaku memperkenalkanku dengan seorang anak laki-laki bernama Logan yang ternyata anak dari pembantu rumah tanggaku. Dia dibawa kemari lantaran nenek yang biasa mengurusinya telah meninggal, sedangkan ayahnya telah meninggalkan mereka semenjak Logan masih dalam kandungan. karena Papah dan Mamah prihatin melihat keadaan keluarga Bi lina, maka Papah dan Mamah menuruh Bi lina Untuk membawa serta anaknya ke rumah kami.Kita tumbuh bersama karena aku merupakan anak tunggal dan sebelum Logan datang, kehidupanku terasa sepi.

Ketika Logan datang aku jadi kelihatan lebih ceria dan mempunyai teman bermain. Papah dan Mamah pun akhirnya menganggap Logan seperti anak sendiri, kita bersekolah bersama dan tidur bersama.

“Dasar kau orang miskin. Bisa-bisanya kamu memanfaatkan kekayaan keluarga Davy!” ejek Andrew teman SMP kami ketika dia mengetahui kalau Logan bukanlah sepupuku melainkan anak pembantu rumah tangga di rumahku.

Well, let me tell you. Di sekolahanku memang terkenal dengan geng atau istilah kerennya adalah Flocks. Dan kebanyakan dari mereka lebih mengutamakan untuk merekrut orang yang menurut mereka se-level. Misalkan dia masuk kategori RR (Ridiculous Rich) maka pastilah anggota dari geng tersebut adalah orang-orang kaya, sedangkan kalau dia masuk kategori RG (Ridiculous Genius) maka anggota tersebut kebanyakan orang-orang dengan otak yang mendekati otak Einstein. Dan untuk kategori orang-orang tampan kami menyebutnya FG (Fucking Gorgeous). Apabila ada anak yang tidak masuk ke dalam tiga kategori tersebut maka kami akan menjulukinya RJ a.k.a Rakyat Jelata.

Stop Andrew! Berhenti menghujat Logan atau kamu ingin aku keluarkan dari sekolah ini hah?” tantangku sambil membantu Logan berdiri.

“Sudahlah Vy, bukannya kamu biang kalau kamu tidak ingin berteman dengan rakyat jelata seperti dia?”

“Oke memang aku pernah berkata seperti itu, tapi itu untuk rakyat jelata yang sok dan belagu, kalau dia anak orang miskin tapi tau diri aku malah tidak masalah. Lagian Logan itu kan pintar jadi dia masuk ke dalam tiga kategori orang terpandang di sekolah ini. Memangnya kamu apa yang sok padahal kamu juga gak kaya-kaya amat.”

Andrew hanya diam membisu sambil menatap sebal ke arahku. “Berhenti membully Logan atau kau ingin aku keluarkan dari sekolah ini!” ancamku.

“Memangnya kamu bisa apa?” katanya sambil berkacak pinggang.

“Oh, jadi kamu meremehkan aku? Lihat saja kalau sampai besok kamu masih berada di sini aku sendiri yang akan keluarkan dari sekolah ini,” kataku. “Ayo Logan kita pergi!” ajakku dan pergi dari kerumunan anak-anak yang melihat pertengkaran ini.

Dan keesokan harinya ternyata Andrew benar-benar tidak sekolah lagi di sekolah kami, mau tau kenapa? Karena semalam aku meminta Papah untuk menyuruh Om Evan (ayah Andrew) yang notabene adalah anak buah Papah untuk memindahkannya dari sekolah kami karena sudah mengganggu ketenangan Logan. Dan, viola! Semuanya berjalan sesuai rencana, hehe.

Masa-masa SMA

Aku kini menyadari kalau aku berbeda dari anak laki-laki pada umumnya, aku tidak bisa tertarik pada lawan jenis, aku hanya tertarik pada sesama jenis atau dalam kata lain aku ini adalah seorang gay. Orang yang aku beritahu pertama kali kalau aku itu gay adalah Bi Lina yang merupakan Mamahnya Logan. Bi Lina ternyata sudah menduga dari perilaku sehari-hariku dari kecil dan dia terlihat tidak kaget. Yang lebih membuatku senang adalah dia tidak menyuruhku berubah hanya saja dia menasihatiku untuk tidak bergaul dengan orang-orang yang hanya mengedepankan nafsu.

Sekarang aku menyadari kalau aku tertarik dengan Logan, dia kini telah tumbuh seperti laki-laki pada umumnya. Tubuhnya pun tergolong masuk kategori  berotot, mungkin karena dia sering membantu Bi Lina untuk melakukan pekerjaan yang cukup berat. Aku kini sedang memperhatikan Logan yang sedang sibuk memindahkan pot-pot besar di taman belakang, keringatnya yang becucuran menambah kesan ke lelakiannya, di tambah dia hanya mengenakan kaos singlet dan celana jeans pendek, aku pun hanya bisa menelah ludah ketika melihat otot-otonya berkontraksi karena mengangkat pot yang aku yakin pasti sangat berat, tetapi herannya dia kuat memindahkannya.

“Ehem, ehem, Den Davy lagi liatin apasih?” sapa Bi Lina membuyarkan kegiatanku mengamati Logan.

“Eh Bibi, enggak kok Bi. Oh ya bi aku boleh curhat nggak? Tapi bibi janji ya jangan marah!”

“Mau curhat apa sih Den, bibi janji kok nggak akan marah.”

“Ehm, gimana ya mulainya, ehm mmm aku mmmm…”

“Den Davy suka ya sama Logan?” potong Bi Lina.

“Terima kasih bi sudah membantuku mengatakannya, tapi aku nggak terlalu berharap kok bi. Aku tau kalau Logan itu normal jadi aku hanya ingin bibi tahu saja. Tapi bibi janji ya jangan certain ini ke Logan!”

“Iyah bibi janji kok Den. Tapi kalo jodoh gak bekal kemana kok Den.”

“Jadi bibi mendukungku?”

“Ehm gimana ya Den, yang jelas bibi sih nggak mau ambil pusing tapi yakin deh kalau Den Davy sama Logan jodoh pasti gak bakal kemana kok.”

“Emang bibi yakin kalau ada laki-laki yang berjodoh dengan laki-laki?”

“Ehm gimana ya? Dulu kan kita punya tetangga namanya Pak Ikhsan dan Pak Biqie, mereka memutuskan untuk menikah dan dengar-dengar sih mereka sekarang pindah di Auckland dan hidup bersama kedua anak asuhnya,” kata Bi Lina.

“Oh ya? Wah mereka beruntung ya dan mugkin juga mereka berjodoh, hehe. Oh ya Bi kira-kira gimana ya reaksi Mamah sama Papah kalau mereka tahu aku itu gay?”

“Waduh saya gak tau tuh den, kalau Nyonya sih sepertinya akan memaklumi tapi kalau Tuan saya gak berani jamin den.”

“Iya juga yah Bi, yasudah makasih Bi untuk pengertian dan juga ceritanya, oh ya itu kue untuk Logan yah?”

“Sama-sama Den. Iya Den ini untuk Logan.”

“Ya sudah Bi panggil saja Logannya biar dia makan di sini bareng aku,” pintaku dan Bi Lina pun memanggil Logan untuk beristirahat dan memakan kue yang dibeli Bi Lina di pasar.

***

“Ya ampun Davy, Papah nggak nyangka kalau kamu bisa menyimpang seperti itu, pokoknya kamu harus berubah karena kamu satu-satunya penerus keluarga ini. Kalau kamu tidak bisa mempunyai keturunan lalu siapa yang akan meneruskan jerih payah yang sudah Papah bangun?”

“Tapi Pah Davy tidak bisa mencintai perempuan pah, Davy tidak mau mengecewakan Papah dan Mamah tapi Davy juga nggak mau menyiksa diri dan juga perempuan yang kelak akan menjadi calon istri Davy.”

“Tapi kan kamu…”

“Sudahlah Mas, biarkan Davy tenang dulu, dia juga kan gak mau seperti ini.”

“Alah! Ya sudahlah sekarang kamu masuk ke kamar!” perintah Papah.

Lalu aku berlari ke kamar dan menangis sejadi-jadinya, ku dengar pintu  terbuka, ternyata itu adalah Bi Lina. Dia menghampiriku aku pun memeluk tubuhnya dan menangis tersedu-sedu.

“Menangis lah Den kalau itu bisa mengurangi kesedihan yang Aden rasakan,” katanya sembari mengusap rambutku.

“Hiks… hiks… hiks kenapa ini terasa begitu menyakitkan ya Bi?”

“Semuanya butuh waktu kok Den, mungkin tuan sekarang masih terkejut tapi percayalah seiring berjalannya waktu pasti Tuan dan Nyonya akan memakluminya,” kata Bi Lina, kurasakan tubuhnya juga bergetar dan terdengar suara tangis Bi Lina.

Aku menengadahkan kepalaku dan benar ternyata Bi Lina juga sedang menangis.

“Bibi kenapa ikutan menangis?” tanyaku.

“Gak papa Den, bibi gak tega aja ngelihat Den Davy nangis,” katanya sembari memeluk tubuhku dan kita akhirnya menangis bersama.

Dan ternyata benar apa kata Bi Lina, seiring berjalannya waktu Papah mulai memakluminya, kalau Mamah kan memang sudah memaklumi dari awal. Aku sedang sarapan bersama Papah, Mamah dan juga Logan.

“Oh ya Pah, Mah, aku sama Logan kemarin udah menyerahkan dokumen pangajuan beasiswa ke luar negeri. Rencananya pas kita Graduate nanti pihak-pihak dari universitas luar seperti Harvard, NYU, UCLA, dan juga Yale akan datang untuk melihat calon-calon siswa baru mereka.”

“Oh ya? Memangnya kamu mengajukan beasiswa dimana? Tapi kalau kamu mau lewat jalur regular pun Papah bisa menyanggupi.”

“Aku mngajukan ke NYU, rencananya aku mau ngambil Double Major yaitu Business dan juga Art. Papah nggak usah repot-repot lah Pah, kali ini biarkan aku untuk mandiri, bener gak Gan?”

“Eh iya Om…”

“Baiklah kalau begitu, tapi apa kamu yakin mau ngambil double major?”

“Yakin Pah, yaudah Pah, Mah, aku dan Logan udah selesai makan kita berangkat dulu ya!” kataku bangkit dari meja makan dan mencium pipi mereka berdua, Logan pun mengikuti langkahku dari belakang.

Aku dan Logan memasuki mobil, hari ini giliran aku yang menyetir mobil. Ketika aku menekan tombol start engine tiba-tiba Bi Lina berlari ke arah kami. “Logan ini HP mu ketinggalan.”

“Oh iya, makasih ya Bu.”

“Ya udah Bi aku sama Logan berangkat ya,” kataku.

“Iyah, hati-hati ya Den,” kata Bi Lina. Lalu kulajukan mobil SLK200 ku menuju sekolah.

Di tengah perjalanan HP Logan berdering. Dia pun mengangkatnya dan dari percakapan yang aku dengar sepertinya dia sedang berbicara dengan Katrina, cewek yang selama ini Logan taksir. Tetapi dia tidak punya nyali untuk menyatakan perasaanya, percakapan mereka pun terdengar sangat akrab. Aku pun berfikir apa benar mereka belum pacaran? Tetapi kenapa mereka bisa sedekat ini? Membuatku iri saja. Lalu tiba-tiba perasaan cemburu menderaku. Kulajukan mobil dengan kecepatan yang cukup tinggi membuat Logan kaget, berkali-kali dia memintaku untuk menurunkan kecepatan mobil kami namun aku tidak memperdulikannya, terus kulajukan hingga kita memasuki parkiran sekolah.

“Kamu kenapa sih Vy?” tanya Logan. Aku hanya diam dan keluar mobil, ketika Logan sudah keluar mobil buru-buru kutekan tombol Locked pada remote control lalu pergi meninggalkan Logan di parkiran.

Logan mengejarku hingga ketika di ujung lorong dia berhasil meraih tubuhku dan dia menyandarkan tubuhku di tembok, kedua tangannya memegang tembok yang berada di samping kanan-kiri kepalaku membuatku tidak bisa berkutik. Pandangan matanya begitu tajam menatapku seakan-akan dia hendak memperkosaku.

“Kamu kenapa sih Vy?” tanyanya sekali lagi.

“Gak pa-pa kok Gan.”

“Alah kamu bohong, ayolah cerita sama aku!”

“Ya sudah kalau kamu nggak percaya! Kamu sekarang minggir gih, aku mau masuk kelas!”

“Katakan sejujurnya atau aku…”

“Kamu mau apa hah?” tantangku.

Belum sempat menjawab tiba-tiba HP nya bunyi kembali, dia melihat layar HP nya namun kembali memasukannya ke kantong seragamnya.

“Kenapa gak diangkat? Itu pasti dari Katrina kan? Udahlah angkat aja sih pake malu-malu gitu,” kataku jealous.

“Kok kamu jadi kaya orang cemburu sih?”

“Idih siapa juga yang cemburu aku itu cuman…”

“Cuman apa?”

Dan bel sekolah berdering, “Thanks, God!” gumamku dalam hati. “Ya udah aku mau masuk kelas, aku nggak mau dihukum,” kilahku.

“Tapi…. Ya sudahlah,” katanya sambil melepaskan tangannya dari tembok dan membiarkanku berjalan di depannya.

#NOW / Masa sekarang

Ternyata hujan turun dan membasahi tubuh kita, aku tersadar dan mencoba melepaskan pelukan Logan, namun dia malah makin mempererat pelukannya. Kemudian aku dikejutkan oleh tindakan yang dilakukannya secara mendadak. Yaitu dia tiba-tiba mencium bibirku, aku kaget namun tak kupungkiri kalau aku menikmatinya. Aku menggigit kecil bagian bawah bibirnya hingga dia memekik..

“Auuuuu!”  pekiknya.

Sorry…” kataku. Lama kita saling berpandangan satu sama lain akhirnya aku memutuskan untuk memecahkan suasana. “Oh ya, Gan lebih baik kita pulang yuk, hujannya juga makin besar,” kataku sambil menarik tangan Logan. Namun ketika kita menuruni tangga tiba-tiba Logan menarik tubuhku dan menatap mataku dalam-dalam.

“Vy aku mau nanya sesuatu sama kamu, tapi kamu janji ya harus jawab jujur!”

“Mau nanya apaan sih? Tapi baiklah kalau begitu.”

“Apakah kamu mencintaiku?”

Aku langsung kaget seketika dan diam seribu bahasa, namun akhirnya kuberanikan diriku untuk menjawab pertanyaannya.

“Tidak,” jawabku berbohong.

“Bohong…” katanya.

“Aku jujur Logan aku itu…”

“Sudahlah Davy aku sudah tau dari ibu kalau kamu suka sama aku.”

“Jadi, Bi Lina menceritakan semuanya sama kamu?”

“Iya, tapi kumohon kamu jangan marah padanya ya.”

“Aku tidak marah kok, malah aku berterima kasih karena ibumu telah membantuku untuk memberitahukannya padamu.”

“Jadi itu semua benar adanya?”

“Yups. But kamu tidak usah berfikiran kalau kamu harus membalas cintaku karena itu semua sepertinya mustahil.”

“Tapi kalau kamu mau aku bisa kok mencoba mencintaimu.”

“Logan. Aku kasih tau ya, kita itu gak bakal bersatu karena kamu itu straight dan aku nggak mau memulai hubungan dengan landasan coba-coba karena biasanya akan berakhir tidak bagus lagi pula bukannya kamu mencintai Katrina?”

“Iya, tapi aku nggak punya nyali untuk menyatakan perasaanku padanya.”

“Ayolah Gan, be brave donk! Masa gitu aja kamu nggak punya nyali. Soal kamu takut dia menolakmu atau menerimamu kan itu urusan belakangan. Yang jelas kamu udah mengungkapkan apa yang kamu rasakan, lagi pula gimana kamu bisa tau dia kan menerimamu atau nggak kalau kau sendiri tidak mencobanya?”

“Iya juga ya Vy, yaudah setelah acara pensi aku berjanji untuk menyatakan perasaanku padanya.”

“Nah gitu donk. Ya udah sekarang kita pulang yuk!” ajakku. Namun dia kembali menarik tubuhku dan kedua tangannya memegang kepalaku lalu bibirnya kembali berpagut dengan bibirku. Aku menikmati setiap senti bibir basahnya hingga kurasakan bibir bawahku digigit olehnya yang membuatku terpekik.

“Auuuu!” pekikku sambil melepaskan ciuman kami.

“Satu sama, hehe,” katanya lalu berlari menuruni anak tangga dan meninggalkanku sendirian.

“Logan tunggu!” kataku sambil berlari mengejarnya menuju parkiran mobil.

Keesokan harinya.

Acara pensi sekaligus pelantikan kelulusan pun dilaksanakan. Seperti yang kukatakan sebelumnya kalau wakil dari universitas yang berkerjasama dengan sekolahan kami pun datang, di antaranya adalah wakil dari Harvard University, NYU, UCLA dan juga Yale University.

Logan : Take my hand, I’ll take the lead And every turn will be safe with me Don’t be afraid, afraid to fall You know I’ll catch you through it all.

Katrina : Oh, no mountain’s too high and no ocean’s too wide ‘Cause together or not, our dance won’t stop Let it rain, let it pour, what we have is worth fighting for You know I believe that we were meant to be! Oh!

Logan and Katrina:
And you can’t keep us apart (Even a thousand miles can’t keep us apart) ‘Cause my heart is wherever you are]
It’s like catching lightening, the chances of finding Someone like you It’s one in a million, the chances of feeling The way we do..

And with every step together We just keep on getting better So can I have this dance? (Can I have this dance?) Can I have this dance?

Perform yang dilakukan Logan dan juga Katrina benar-benar bagus dan sangat romantis, membuat semua penonton bertepuk tangan. Sekarang giliranku untuk perform. Aku berencana untuk menyanyikan Lagu “My Prerogative by Britney spears” sambil menari. Setelah aku selesai perform terdengar suara tepuk tangan dari para penonton lalu aku turun dari panggung.

Kini tiba giliran Daniel untuk perform ternyata dia akan menyanyikan lagu “Let Me Love You” dengan diiringi piano. Dia memang jago bermain instrumental oleh karena itu dia berniat mengajukan beasiswa di NYU dengan jurusan Instrument Art.

“Selamat siang semuanya, saya Daniel perwakilan dari kelas XII IPA 1 ingin menampilkan sebuah lagu yang aku persembahkan untuk seseorang yang sangat special di hidupku walaupun mungkin orang itu tidak menyadarinya. So, this is for you beyb!” katanya. Lalu jarinya mulai menari di atas tuts piano dan dia mulai bernyanyi.

Much as you blame yourself, you can’t be blamed for the way you feel
Had no example of a love, that was even remotely real
How can you understand something that you never had
Ooh baby if you let me, I can help you out with all of that

Let me love you,And I will love you
Until you learn to love yourself
Let me love you,And all your trouble
Don’t be afraid, let me help


Let me love you, And I will love you
Until you learn to love yourself
Let me love you
A heart of numbness, gets brought to life
I’ll take you there

I can see the pain behind your eyes
It’s been there for quite a while
I just wanna be the one to remind what it is to smile
I would like to show you what true love can really do

Let me love you,Let me love you baby, oh
Let me love yo,Let me love you baby
Let me love you,Let me love you, let me love you, oh

Aku yakin, sangat yakin malah kalau dia mempersembahkan lagu itu untukku. Karena sepanjang dia menyanyi matanya terus menatapku dan itu membuatku semakin yakin kalau dia selama ini  mencintaiku. Hanya saja perhatianku teralihkan oleh rasa cintaku yang amat dalam pada Logan padahal dia tidak mungkin membalas cintaku. Aku sangatlah bodoh karena selama ini tidak bisa merasakan kalau ada orang yang sangat mencintaiku. Dia adalah Daniel teman curhatku, teman di mana aku sering berbagi tentang masalah-masalah yang menderaku, dan dia selalu ada ketika aku membutuhkannya. Tapi aku terlalu bodoh hingga aku tidak tahu kalau dia begitu mencintaiku karena dibutakan oleh rasa cintaku pada Logan.

Dia terlihat sangat menghayati lagu tersebut sampai di akhir lagu dia meneteskan air mata lalu tepuk tangan dari beberapa penonton menggema di ruang auditorium. Bahkan beberapa orang memberikan standing applause kepadanya, sebelum dia turun panggung dia memberikan senyum terindahnya kepadaku dan aku hanya bisa membalas senyumanya itu.

Setelah serangkaian acara pentas seni selesai kini tiba saatnya pelantikan kelulusan siswa siswi di sekolah kami. Satu persatu siswa-siswi dipanggil keatas panggung untuk dilantik hingga semuanya selesai. Ternyata Daniel berhasil menempati peringkat pertama di sekolah kami, sementara Logan di peringkat kedua dan Katrina di peringkat ke tiga.

Author’s Pov

Dan sekarang adalah pengumuman tentang murid-murid yang berhasil mendapat beasiswa dari Universitas yang bekerja sama dengan sekolahan mereka. Di mulai dari Yale University ternyata yang berhasil mendapat beasiswa adalah si kembar Carla dan Darla. Lalu berlanjut ke UCLA yang mendapat beasiswa adalah Steve dan juga Tiffany. Lalu berlanjut ke Harvard University, ternyata Logan dan Katrina lah yang mendapatkan beasiswa tersebut. Dan yang terakhir adalah dari NYU salah satu kandidat yang meraih beasiswa adalah Daniel.

Namun Davy terlihat keluar dari ruang auditorium. Tak lama kemudian namanya dipanggil menjadi salah satu peraih beasiswa di NYU. Namun sampai tiga kali namanya dipanggil dia tak kunjung naik panggung. Akhirnya Logan berencana mencarinya namun Daniel mencegahnya.

“Biar aku saja,” kata Daniel lalu dia turun dari panggung dan berjalan keluar ruang auditorium lalu  menaiki tangga ke atas ruang auditorium. Dan ternyata benar Davy sedang duduk termangu sambil menyangga dagunya dengan kedua tangannya.

“Hey…” sapa Daniel.

Davy pun terlihat gugup melihat kedatangan Daniel. “Eh kamu Dan, ngapain kesini?”

“Aku ingin memberitahu kalau kamu menjadi salah satu siswa penerima beasiswa di NYU.”

“Apa? Kamu beneran Dan? Aku lagi nggak sedang mimpi kan?” katanya sambil menabok kedua pipinya bergantian.

“Hey, stop! Kamu lagi nggak mimpi kok, ayo kita turun yang lain udah nunggu tuh,” ajak Daniel.

Namun Davy bergeming. “Dan aku mau nanya sesuatu sama kamu, apakah kamu menyanyikan lagu tadi untukku?”

Daniel diam sebentar kemudian. “Iya, lagu itu merupakan isi hatiku untukmu, tapi sepertinya cintaku takkan pernah terbalas,”

“Hey, jangan berkata seperti itu. Aku minta maaf kalau selama ini aku sangat bodoh. Aku tidak peka pada perasaan orang lain. Karena perasaan cintaku telah tertutup lantaran aku sangat mencintai Logan, tapi sekarang aku sadar kalau ada orang yang sangat mencintaiku. Jadi aku memutuskan untuk membalas cintanya,”

“Maksud kamu?”

“Aku ingin membalas cintamu Daniel, masa begitu saja kamu nggak ngeh?”

“Owhhh..” jawabnya singkat.

“Kok cuman Owh? Memang kamu nggak senang apa?”

“Ehm gimana yah. Aku udah capek sih ngejar kamu,”

“Maksud kamu apa Dan?” tanyaku mulai panic.

“Yah aku sekarang udah gak berniat mencintai orang yang tidak bisa mencintaiku,”

“Dengar Dan, asal kamu tahu setelah kamu menyanyikan lagu itu aku merasa kalau rasa cintaku padamu mulai tumbuh, jadi bolehkah aku membalas cintamu?”

“Kamu yakin? Aku nggak bisa menerima begitu saja pernyataan seseorang tanpa ada bukti yang nyata.”

Davy mendekati Daniel lalu tiba-tiba dia mencium Daniel, lama bibir mereka berpagut hingga akhirnya terlepas. “I will Love you,” kata Davy. “Nah sekarang kamu percaya kan kalau aku mencintaimu?”

“Tidak juga. Aku ingin lebih dari itu,”

“Maksud kamu begini” kata Davy sambil menepelkan pantatnya pada bagian depan kemaluan Daniel.  Dan mereka malah tertawa bersama.

“Ya udah yuk kita turun sekarang! Soal itu kita bicarakan nanti saja yah” ajak Davy, lalu mereka turun menuju ruang auditorium.

“Tunggu!” kata Daniel. Davy berhenti namun dia kaget ketika secara tiba-tiba Daniel memegang kepalanya lalu menempelkan bibir basahnya ke bibir Davy. Mereka berciuman cukup lama kemudian Daniel melepas ciuman tersebut sambil tertawa lalu menuruni tangga. Davy tersenyum sambil memegangi bibirnya. “Dasar Daniel munaroh,” katanya lalu lari menyusul Daniel.

Daniel Speak: sekarang adalah tiba saatnya untuk kita tumbuh lebih dewasa, tidak masalah dari mana kita berasal yang terpenting adalah kemana kita memutuskan untuk meraih masa depan. Terima kasih untuk semua guru-guru dan teman-teman  yang mengisi kehidupanku selama ini, khusunya untuk kekasihku.” Daniel berkata sambil mengerling ke arah Davy.

Lalu Logan, Katrina, Daniel dan juga Davy berkumpul beserta teman-teman mereka, kemudian melempar topi mereka bersama-sama ke udara.

Sepuluh tahun kemudian

Semua orang tengah memadati stadion yang akan diselenggarakn sebuah penampilan broadway, salah satu pengisi acara tersebut adalah Davy, dan piñata music acara tersebut adalah Daniel. Di ruang wartawan semua orang menanti kehadiran mereka berdua guna mengklarifikasi pernyataan Davy beberapa hari lalu yang mengatakan kalau dia dan juga composer pendatang baru dan cukup ternama bernama Daniel freguel tengah menjalin hubungan.

Tak lama mereka berdua datang sambil bergandengan mesra. Pancaran flash light menerpa kedua tubuh sejoli itu ketika mereka melangkah menuju ruang wartawan. Sederet pertanyaan di lontarkan oleh para wartawan tentang hubungan mereka. Dan mereka membenarkan kalau memang mereka tengah menjalin hubungan special, bahkan mereka menjawabnya dengan santai, hingga ke pertanyaan terakhir.

“Apakah anda yakin kalau kalian berjodoh?” tanya salah satu wartawan.

Lalu Davy menjawab. “Sometimes, when you’re truly in love. You do some things that you’ll regret.. but you’re ready to face anything as long as you’re together.. because when you’ve found the right person for you, you don’t want to let go.”

Dan setelah mereka menjawab serangkaian pernyataan wartawan. Tanpa di duga mereka berciuman yang kembali membuat pancaran flash light saling begantian menerpa tubuh mereka. Kemuadian mereka pergi meninggalkan ruang wartawan diiringi tepuk tangan.

FIN–

Onew, kembali dengan sebuah cerita, karena AVN sudah tertutup untuk menerima cerita, jadinya Onew akan memeriahkan blog Rendi yang aval-abal ini. So, jangan lupa komen yaaa😀

15 thoughts on “Senior Year

    • sorry just reply your message..
      thanks david kmu udh jadi first komentator..hehhe
      nasib Logan sma katrina bahagia kok,cman kan aku gak jago bkin cerita straight jadi takut gak ada feel.a pas nyeritain hub mrk,ahaha

  1. Hii onew salam kenal…
    Ku kira ini tadi cerita lain dari overcase day Rendi,e ternyata q salah,,
    Aku kira kamu akan menceritakan kakaknya And dan vick..hahaha
    Tapi terlepas dari hal tu cerpen kamu ringan dan sangat menghibur kok. Cuman klo boleh aku saranin mungkin bisa di buat cerbungnya biar gak terlalu cepat selesainya dan di tambahin konflik yang lebih cetar membahana x ya biar lebih menguras emosi pembaca lagi… “̮ ƗƗɑƗƗɑ “̮ ƗƗɑƗƗɑ “̮ ••
    Oiya Aku jga ngikutin ceritamu di blok AVN, dari cerpen mu sampai Getring Renew kmaren yg menurut ku gilllaaa abiss.
    Tetap (9’̀⌣’́)S̤̥̈̊є̲̣̥м̣̣̥̇̊ά̲̣̣̣̥п̥̥̲̣̣̣̥G̲̣̣̣̥ά̲̣̣̣̥τ̣̣̥╭( ‘̀⌣’́ )ง ya Onew u berkarya..

    • Hey ken..
      salam kenal juga *cium pipi #eh

      makasih ken buat pujian.a,hehe
      bikin cerbung yah? pikir2 dllu deh coz aq itu org.a angot2an klo buat crita dan asal kamu tau aq aja nyrlesein crita ini gara2 diancem sma si bitch rendi.. hahaha
      tapi gpp deh yg jls akhir.a nih crita kelar juga,wkwkwk

      thanks yah udh ngikutin cepenku slama ini,hehehe
      dan thanks buat semangat.a,hehehe
      #FIGHTING

  2. horeee happy ending! horee jg krn di blog rendi trima cerita2 dr tmn2 yg lain.. bisa jd gantinya AVN niih.. mksh ya rendiii love youuu.

  3. Fian suka semua cerita yg ada di blog ini..termasuk cerita ini
    emh….yah semoga fian bernasip sama dgn davy ,..semoga ada ssorg di luar sana yg bisa mencintai fian ! Amin

    salam yah,buat penulisnya

  4. So sorry,
    Tulisan ini dari awal sampe akhir bikin ngos-ngosan bacanya, alur maju mundurnya terlalu terburu-buru, yah bikin sedikit pusing sih baca tulisannya.🙂

  5. Bagus banget , top deh pokoknya .
    Awal nya sih udah bagus banget , terus di tengah tengah makin bagus . Nah , pas di tengah itu aku sempet mikir ceritanya bakalan culun alias sad ending / ending ga jelas😀 eh ternyata makin lama malah makin bagus😀
    Nice one kk Onew ku yang masih berumur 7 Tahun abal abal
    Sry comment nya panjang😀

  6. Maaf ya thor.. Ini authorny suka Korea gk?? Soalnya namanya sma kyk pria idaman saya bang onew 온유 ..hahah..
    Btw, baguss critnya.. Tp alurnya kecepetan.. Hehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s